PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
37. Berubah.


__ADS_3

Lanjut part 38🚴‍♀.


“Raka... Rak!!! Dengerin aku dulu. Kamu kenapa jadi kayak gini sih?” Zea mengejar Raka, saat kekasihnya itu menghindar dari Zea.


Namun Raka tidak mengindahkan teriakan Zea, dia tetap berjalan cepat menuju kelasnya.


"Rak!! come on, please!!" Zea menarik tangan Raka, membuat Cowok itu berhenti melangkah.


“Apa hah!?” bentak Raka ketus.


DEG!!


Cowok itu bisa melihat jelas mata bengkak Zea, gadis itu pasti tidak tidur semalam. Namun Raka tidak peduli, karena saat ini isi kepalanya adalah. ‘Hanya aku yang mencintainya, Zea tidak benar-benar mencintaiku’.


“K-kamu kenapa sih? Apa aku ada salah?” Tidak membalas pertanyaan Zea, Raka melanghkan kakinya lagi untuk pergi.


Namun, Zea tetap megikutinya dari belakang.


“Tunggu dulu!! Kamu belum jawab pertanyaanku Rak!! kamu kenapa, jelasin!?” sekuat tenaga Zea menahan air mata dengan terus mengekori Raka, yang seolah tak peduli sama sekali.


Jujur, yang Raka rasakan saat ini adalah. Ingin sekali memeluk gadisnya itu, mendekapnya dengan sangat erat sekali. Apa lagi melihat kondisi gadisnya yang sangat kacau, dia sangat tidak tega. Namun dia menepis rasa itu seketia.


“Raka tunggu, hiks-hiks... Apa salahku? Kenapa kamu berubah? Hiks... hiks.” Seketika Raka berhenti melangkahkan kaki, dan berbalik.


Dia menatap tajam ke arah Zea, belum pernah gadis itu melihat Raka menakutkan seperti ini. Dia mengertakkan giginya, lalu menarik Zea dengan kasar menuju gedung belakang sekolah. Tangan gadis itu seperti remuk, karena Raka menariknya sangat kasar.


“Sa-sakit... Lepaskan tangannku!” Tangis Zea semakin pecah kala Raka mengempaskan tangan mungil itu kasar.


“Lebih sakit aku!! Aku yang mencintimu sendirian, sedangkan kamu? Kau tidak benar-benar mencintaiku kan?!” Sarkas cowok itu menarik kerah baju Zea.


“Apa maksudmu? Aku sanga-,”


“CUKUP!!” Raka berteriak sambil mendorong keras badan Zea kebelakang.


“Kamu tidak pernah mencintaiku!! Kamu hanya ingin membuat Alda kalah darimu saja. Kamu iri kan, kalau papamu lebih sayang sama Alda?!” ketus Raka dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Di sini hanya aku yang mencintaimu, hanya aku saja. Kamu hanya pura-pura mencintaiku saja kan?!! karena dendam dengan Alda?” tuduhnya lagi dengan menatap Zea tajam, semakin kesini aura Raka semakin tidak bersahabat dan sangat menakutkan.


“Apa yang kamu katakan itu semua tidaklah benar, hiks... Aku sangat mencintaimu Raka, aku mohon jangan begini, hiks...” dengan langah getir Zea mendekat ke arah Raka, dan ingin memeluk kekasihnya itu.


“Bohong!! Kamu hanya sandiwara saja, bukankah kamu senang melihat Alda sudah kalah darimu?!” Raka tersenyum kecut, membuat gadis itu memejamkan matanya lalu mengusap air matanya sendiri.

__ADS_1


Tak jauh dari mereka, ada Zega yang menyaksikan itu semua dengan seksama. “Sialan!! Ada apa dengan Raka?” umpat Zega merasa geram sambil meninju tembok di sampingnya.


“Itu semua hanya salah paham, aku tidak sengaja mendorongnya!!” Teriak Zea merasa tak terima, karena dia di sini merasa di sudutkan.


Zea tidak bisa di salahakan terus seperti ini, hatinya sudah sangat rapuh.


“Salah paham kamu bilang?! Pintar sekali kamu memutar balikkan fakta. Aku jelas-jalas melihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau kamu sangat kasar pada Alda.”


Zea memejamkan matanya sebentar, dan kembali menatap Raka memohon.


“Rak... Please, percayalah padaku, aku di sini yang paling terluka.” Ucap gadis itu terisak. "Aku sakit Rak, sakit... Aku tidak kuat jika terus seperti ini." Raka melengos, tidak peduli saat Zea mengatakan bahwa dia sakit.


“Aku tidak peduli!!” sarkas Raka mendorong tubuh Zea kasar, dan segera pergi meninggalkan gadis itu sendirian.


Seketika air mata Zea mengalir dengan deras, dia memegangi dadanya lalu memukul-mukulnya dengan kedua tangannya. Cintanya telah pergi darinya, sosok yang baru beberapa hari menjadi kekasihnya telah berubah drastis, menjadi sosok yang sangat kasar dan kejam.


Kenapa takdir selalu mempermainkan gadis ini? Dengan susah payah, dia selalu bangkit dari kekejaman hidupnya. Mungkin hanya Raka yang membuatnya kembali percaya akan kata cinta, namun siapa sangka bahwa Raka sendirilah yang menghancurkan kata cinta itu lagi di hati Zea.


Ini yang Zea takutkan, mangkanya dia sangat trauma.


Papanya benar, harusnya dirinya saja yang mati saat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Harusnya bukan mamanya yang malang dan baik hati itu yang meninggal, dia sudah di fase sangat lelah dengan ini semua. Hatinya juga bisa sakit kalau terus-terusan di hina.


“Inikah sebuah cinta? Berkali-kali aku bertanya, namun takdir selalu menjawab kata cinta itu dengan sebuah luka.” Lirih gadis itu, dengan meremat bajunya sambil bersimpuh di tanah.


Dengan kesetanan, Zega menarik tubuh jangkung Raka ke Gudang. Di ikuti para teman-temannya yang masih bingung terutama Bobi dan Bian, kenapa Zega sangat marah dengan Raka?


“Lepasin gue, Ga!! lo apa-apaan narik gue kemari?” Raka mencoba melepaskan tangan Zega dari kerah bajunya, namun sia-sia.


BUAGH!!


BUAGGH!!


“BEDEBAH SIAL*N!! Apa yang kamu lakukan pada Zea, Hah?! JAWAB RAK!!” ketus Zega seraya memukuli cowok itu.


“Zega... Tahan emosimu, kamu ini sebenarnya kenapa?” tanya Bian menarik Zega menjauh dari Raka.


“Tanya saja sendiri sama BEDEBAH GILA itu!! Lebih baik Zea jadi pacar Mex, walaupun dia brandalan tapi dia bisa membedakan mana yang benar mana yang salah!!”


BUAGH!!


Bogem mentah Raka, mendarat sempurna di wajah Zega. Dia sakit hati kalau di samakan dengan musuh bebuyutannya itu.

__ADS_1


Bobi kini mulai ketakutan dan menarik lengan Raka, walaupun berulang kali di tepis olehnya.


“Kalian ini pada kenapa sih? Kalau mau adu jotos jangan di Gudang dong, Bobi kan takut kalau ada Tikus Werok.” Ucap Bobi melihat sekitar ketakutan, membuat Vina dan Dira menatapnya dengan tatapan tajam.


“Lo tuli ya? Jawab pertanyaan Zega!! Kenapa Zea menjadi sekacau itu? Lo apain temen gue, hah?” Vina hendak berancang-ancang memukul Raka, namun di taham oleh Dira.


Kedua teman Zea itu juga sangat hawatir, melihat Zea yang menangis dengan keadaan yang kacau. Padahal dari dulu, Zea adalah sosok yang tidak lemah seperti ini.


“Jadi dia sudah mengadu sama kalian?” sinis Raka menatap mereka satu persatu.


“Apa lo pikir, Zea orang tipikal seperti itu? Dia sudah sangat menderita, jangan lo buat lagi dia semakin hancur SIALAAAN!!” sarkas Zega ketus sembari ancang-ancang memukul Raka, namun di tahan lagi oleh Bian.


Zega yang sudah tidak tahan melihat Raka langsung melapaskan cengkraman Bian, dan menghajar Raka habis-habisan kembali. Biar bagaimanapun, Zega dan Zea adalah teman yang sangat dekat dari dulu ketimbang Bian, Bobi dan Raka.


Setelah puas, Zega keluar di ikuti yang lain, meninggalkan Raka sendirian yang babak belur. Tapi entah kenapa, Raka tidak membalasnya. Kecuali tadi saat di bandingkan dengan Mex, dia sangat emosi.


Mereka semua terkejut saat mendengar penjelasan dari Zega, Vina dan Dira memeluk sahabatnya itu yang sangat kacau.


RUMAH GUGUN.


“Heh!! Bangun Mex bangun!! Ini udah siang bego! Cepetan pergi dari rumah gue!” ketus Gugun menendang pelan Mex, karena dia tidak ingin Mex mati di rumahnya, cowok itu terlalu banyak menghabiskan alkohol.


“Berisik!!” Racau Mex yang masih mabuk, karena dia tadi meminum alkohol lagi.


“Dasar tamu tidak berterima kasih, datang tidak bawa apa-apa, mana sekarang berantakin rumah gue pula!!” kesal Gugun, karena Mex mengobrak-abrik rumahnya seperti orang gila.


“Di-am lo anak kodok... Mm-mau gue sumpal uang 100 Juta mulut lo itu?” Gugun langsung membelalakan matanya dan menganguk  cepat.


Tapi dia sedikit kesal, karena di katain anak Kodok. Wajahnya kan sangat rupawan, seperti Manu Rious. Jangan kalian kira, Gugun mata duitan, ya. Lagian siapa sih yang tidak mau uang 100 juta?


“Mau dong, yaudah baginda Mex mau minta apa lagi, biar Gugun bantu?” Gugun bersikap halus lalu duduk di samping Mex.


“Lo izinin gu-gue, untuk ngin-nhep di sini sementara wak-thu.” Pinta Mex belibet karena mulutnya susah untuk berbicara.


“Oke, kalau hanya itu. Tapi awas aja lo kalau bohongin gue!!”


“Hahaha, uang segitu nggak a-adha apa-apanya bagi gu-gue,” sombong Mex dengan mengatupkan matanya lalu tidur.


Gugun sangat senang, walaupun dia tidak tau sekaya apa Mex itu sebenarnya.


Tapi dia yakin kalau keluarga Mex sangat kaya raya, di lihat dari mobil dan motor cowok itu yang suka bergonta-ganti. Akan tetapi, Mex tidaklah sombong, walaupun berasal dari konglomerat, tampilan dia begitu sederhana. Jauh dari kata glamor, malah dia sering berpakaian urakan. Dengan baju dan celana yang sobek sana-sini.

__ADS_1


...BERSAMBUNG....


Gais, bantu tonton iklan dong... Biar aku semngat up lagi😭😢.


__ADS_2