
Part Extra panjang🙂.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SEORANG pria berjas hitam sangat rapi, telah sampai di SMA Jakarta. Di mana sekolah ini adalah miliknya, dia keluar dari sebuah mobil terbaru BMW tahun ini. Namanya adalah BMW 630i Gran Turismo Luxury. Mobil BMW ini cukup mahal, lebih dari Rp1.5 miliar harganya. Dia sendiri tanpa satu pengwal yang selalu mengikutinya seperti biasa, lalu orang itu berjalan menuju ruang kepala sekolah dengan langkah tegap penuh kewibawaan yang pekat.
Jangan lupakan kacamata hitam, yang membuat tampilannya semakin misterius.
CKLEK!!
Pria itu menarik knop pintu ruang kepala sekolah, dan di sambut dengan rasa penuh hormat dari Pak Kepala sekolah.
“Selamat siang Tuan, silahkan duduk!” sapa pak Jordan, dengan tersenyum ramah.
Dia sendari tadi merasa ketakutan, jarang sekali pemilik sekolah ini datang kemari. Bahkan hampir tidak pernah sama sekali, apakah ini menyangkut dengan anaknya? Tapi tidak mungkin. Pria ini berulang kali terang-terangan untuk memperlakukan putranya seperti semua siswa pada umumnya tanpa di sepesialkan.
Pria misterius itu hanya mengangguk tanpa membalas sapaan Pak Jordan, dan segera duduk dengan tenang sambil melipat satu kakinya di atas paha.
“Ada keperluan apa Tuan datang kemari?” Tanya Pak Jordan dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin membuat kesalahan sedikitpun saat berhadapan dengan orang di depannya ini.
“Panggilkan gadis yang bernama Alfa Zea Adiputra datang kemari, secepatnya!!” perintahnya dengan dan penuh penekanan tanpa ekspresi sedikitpun.
“Baik Tu-Tuan,” Pak Jordan menganguk dan menyuruh seseorang dari telfon untuk memanggil gadis itu.
Pak Jordan sangat kikuk bila di hadapkan dengan orang ini, apalagi Zea lama sekali tidak datang ke ruang ruang ini.
CKLEK!!
Pintu terbuka, menampilkan seorang gadis berambut pendek. Dengan mata yang bengkak, dan penuh tanda tanya kenapa dirinya bisa di panggil pak Jordan. Namun yang membuatnya langsung tersadar dari lamunannya adalah, ketika melihat sosok pria yang duduk di hadapan pak Jordan. Pria itu hanya terlihat punggungnya saja, karena menghadap kedepan.
“Selamat siang pak, maaf ada apa ya?” Tanya Zea sopan sekali walaupun tidak pernag di ajarkan oleh papanya sopan santun sedikitpun.
“Tinggalkan kami berdua, saya ingin bicara empat mata dengan gadis ini!!” perintah orang itu penuh penekanan namun tenang.
“B-baik Tuan, kalau begitu saya pamit undur diri. Selamat siang...” ucap Pak Jordan, dan lagi-lagi hanya mendapatkan sebuah anggukan saja.
Dengan hati yang berkecamuk, Zea meremas kedua tangannya yang terasa dingin. Kenapa hatinya merasa tak enak? Dia takut. Hatinya buyar kemana-mana.
“Akhirnya kita bertemu kembali, bagaimana kabarmu gadis manis?” tanyanya tanpa membalikan kursi, membuat Zea semakin bingung.
Siapakah orang ini? Tapi tunggu, Zea seperti pernah mendengar suara berat ini, tapi di mana?
“Maaf... Sebelumnya Anda siapa ya? Dan kenapa mencari saya?” tanya Zea memberanikan diri, mencoba bersikap tenang.
“Gadis manis, kamu belum menjawab pertanyaanku, dan saya tanya satu kali lagi, bagaimana kabarmu?” tanyaya lagi, membuat Zea menjadi sedikit kesal.
__ADS_1
“Kenapa anda ingin tahu sekali keadaan saya!? Dan katakan kepadaku siapa Anda itu sebenarnya!!”
Berani sekali, aku suka gayanya. Batin pria itu dengan tersenyum sangat tipis. Lalu dia membalikkan kursinya, membuat gadis itu tercengang dan membelalakan matanya lebar.
Bukankah dia itu pria waktu itu? Gumam Zea dalam hatinya. Pria itu melepas kacamatanya dan menatap Zea dari atas sampai bawah datar.
Seperti ada yang berbeda, anak ini kenapa? batin pria itu dalam hatinya. Apalagi melihat mata bengkak dan garis hitam di bawah matanya, membuatnya semakin penasaran.
Yang bisa gadis itu lihat adalah, sosok pria Berwibawa dengan hidung mancung dan juga berbadan jangkung seperti papanya.
“Namaku Deon Alexsander.” Tungkasnya memperkenalkan diri, seketika Zea mengingat Mex yang memiliki Marga seperti tuan ini.
“Bukankah Anda yang waktu itu dat-,”
“Iya, saya yang selalu berkunjung ke makam mamamu.” Dia memotong ucapan Zea dan menjawabnya, kali ini nada bicaranya sedikit halus.
Entah kenpa Zea merasa sangat gemetar, dan hanya bisa berdiri memaku sambil terdiam.
“Duduklah!” tanpa menunggu di perintah lagi, Zea langsung duduk di Sofa yang jauh dari Deon.
“Mungkin kamu bertanya-tanya sipakah aku sebenarnya, dan saat ini saya akan menceritakan banyak hal yang perlu kamu tahu.”
“Apa hubungan Anda dengan mama Gia?” tanya gadis itu tak sabar.
Membuat Deon tersenyum ramah dengan menatap Zea penuh kehangatan, entah kenapa Zea dan Gia banyak sekali kemiripan. Hanya beda tampilan rambut saja, dan semua yang ada di diri Gia menurun seluruhnya pada Zea. Keberanian, tatapan tajam, pemberani dan yang pasti tidak takut apapaun seperti gadis kebanyakan.
“Asal kamu tahu, mamamu dulu adalah anak Konglomerat terpandang di antara aku dan Susanti. Aku hanyalah seorang anak dari kalangan biasa, sedangkan Susanti adalah anak pembantu di rumah mamamu dulu.” Ucapnya menerawang masalalu.
“Waktu berjalan semakin cepat, kami tumbuh besar bersama-sama. Sampai kami pun memilih satu sekolah sama. Namun Gia tidak pernah tahu satu hal,” ucapnya sengaja di gantung, biar Zea bertanya.
“Tahu apa?” Zea menyernyitkan dahinya.
“Bahwa aku mecintainya sejak kecil bahkan sampai sekarang.” jawabnya dengan penuh keteguhan dan terlihat sangat sesak du bagian dadanya.
Sepertinya putraku nasibnya juga akan sama persis denganku, merelakan seseorang yang di cintainya, bahagia dengan yang lain. Gumamnya dalam hati getir.
“Susanti dan Gia adalah dua wanita yang sangat berbeda, aku ibartkan Gia itu adalah ketinggian yang tidak sembarang orang bisa mengapainya, sedangkan Susanti adalah rendahan bakhan sangat rendah. Dia sangat licik... Kamu tahu? Dia sangat mencintai kemenangan. Walaupun dia meraih kemenangan itu dengan menjatuhkan pihak lain.” Jelasnya mengepalkan kedua tanggannya kuat.
Zea menatap Deon dan menelan ludahnya susah payah, dia tidak tahu harus berbicara apa.
“Kamu mau tau sebuh fakta, Nak?” tanyanya dengan senyuman hangat, dan Zea mengangguk cepat.
“Bersabarlah dalam ujian cinta, jika kamu tidak bersabar maka kamu akan kehilangan sebuah cinta. Kamu akan tahu arti cinta yang sesungguhnya, apabila kamu pernah merasakan sakit hati dan kehilangan.”
Kalimat itu mampu menohok hatinya, apakah dia harus bersabar dengan ujian para cintanya? Dua orang yang sangat ia cintai, yaitu Papa dan Raka. Apakah dia harus bersabar sedikit lagi? Supaya dia tau arti cinta yang sesungguhnya?
__ADS_1
Tapi, dia sudah tidak kuat.
“Saat SMA keadaan kami mulai berubah, saat mamamu menjalin asmara dengan papamu. Sedangkan aku? Aku hanya bisa melihat seseorang yang aku cintai, bahagia bersama pria lain. Walaupun dengan begitu, aku berusaha mengubur dalam-dalam rasa cintaku pada mamamu, meskipun aku tahu, aku tidak akan pernah bisa mengubur rasa cinta itu...” Ucapnya penuh peneguhan dengan suara yang getir.
“Bolehkah aku memelukmu? kamu sama persis seperti Gia.” Deon memohon, suaranya kini menjadi parau, Zea pun mengangguk.
Deon tersenyum lalu berjalan memeluk Zea, yang Deon bisa rasakan adalah. Seprti dulu waktu memeluk Gia, yang datang kepadanya di saat sedih maupun bahagia. Pasti, Gia akan selalu datang padanya untuk memeluk Deon, pria itu sangat berharga bagi sosok perempuan bernama Gia.
“Aku bisa membantumu, merebut papamu menjadi milikmu lagi. Namun kamu juga harus membantuku terlebih dahulu, Om sangat membutuhkan bantuanmu.” Deon memegang pundak Zea memohon.
Mendengar itu, dia langsung mengangguk begitu saja. Karena saat ini dirinya memang membutuhkan patner untuk menyingkirkan Susanti dan Alda dari rumahnya.
“Baikalah, saya akan membantu Om. Kalau hal itu bisa membuat papa saya kembali padaku.” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca sambil menangis tersendu-sendu dengan memeluk sahabat dekat mamanya itu, membuat pria itu mengagguk dan membalas pelukan Zea erat.
Om Deon adalah pria yang baik, dia selalu berkunjung kemakam mamanya. Karena dia sangat mencintai mamanya itu, walaupun Gia sudah menjadi istri orang lain. Sungguh Deon adalah pria sejati, cintanya begitu dalam dan abadi. Gia sangat beruntung, menikah dengan orang baik dan memiliki teman yang baik juga.
“Aku hanya meminta satu hal, tolong bawa Mex pulang kepadaku. Aku sangat kehilangan putraku itu, sudah tiga hari dia tidak pulang ke rumah.”
“Mak-maksud Om, Mex Alexsander?” Zea sangat terkejut kalau Deon adalah papa Mex.
Deon mengangguk dan menjelaskan panjang lebar, bahwa dirinya setelah Gia menikah sampai meninggal sekalipun, dia tidak pernah menikah. Lalu dia mengadopsi anak laki-laki dari sebuah panti asuhan, yaitu Mex Alexsander.
Zea membungkam mulutnya, dan menangis. Dia tidak tahu kalau Mex nasipnya juga malang seprti dirinya, papa mamanya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
“Baik Om, saya berjanji akan membawa Mex pulang dalam satu hari ini, saya pastikan Mex akan berada di rumah om nanti malam.” Ucap Zea meyakinkan Deon tidak main-main.
🔴🔴🔴
“Anak Kodok!! Cepat belikan Gue baju ganti dan juga ****** *****!!” perintah Mex ketika dia terbangun dari tidurnya.
“Enak bener ya hidup lo, gue berasa jadi pembantu setia lo di sini!!” kesal Gugun, apalagi Mex dengan santai menyuruh-nyuruh Gugun. Mulai dari, membuatkan kopi, memijit kepalanya, membuatkan makanan dan masih banyak lagi.
“Pakai baju gue aja, gapapa gue ikhlas nolong orang tidak ada akhlak seperti, lu.” Ucapnya sinis melempar bantal mendarat tepat di muka Mex, dia tidur di kamar Gugun.
Sedangkan Gugun? Tidur di kamar tamu, menyebalkan sekali bukan? bukannya terbalik ya?
“Dih ogah, males banget gue. Masa gue harus make daleman Lo juga, gak like gak like.” ketusnya jijik.
“Astagfirullohalazim. Lo pikir, gue akan kasih daleman yang udah pernah gue pakai gitu? Lo pikir, gue tidak mempunyai daleman cadangan? Gue punya banyak Mex, Lima lusin bahkan yang belum gue pakai.” Emosi Gugun ketus sambil berkacak pinggang.
“Diam lo Kodok!! Cepat belikan, gue tambah 50 Juta lagi nanti.” Tanpa menjawab, Gugun segera mengambil kuci Mobil di atas nakas dan segera berlari keluar untuk membelikan apa yang di minta Mex tanpa bantahan sedikitpun.
“Hahaha, perasaan gue sering nyuruh-nyuruh pembantu gue deh di rumah. Tapi kenapa gue merasa sangat puas dan senang menyuruh Gugun?” Mex tak henti-hentinya tertawa sambil memegangi perutnya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Jangan lupa kasih aku semangat, dengan tonton iklan ya wkwkwkw😅😂🤣😫🤧🙏💃😢🔥.