PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
24. JAKMOGE.


__ADS_3

"Woii, bos Alfa Zonk!" Teriak seorang cowok dari belakang, membuat Raka dan Zea menoleh.


Gadis itu memutar bola matanya malas, mungkin hanya cowok itu yang berani memangilnya seperti itu.


Jika saja Zea tidak membutuhkan bantuannya setaiap saat, pasti dia sudah menghajar habis-habisan cowok menyebalkan ini.


"Ze... lo dari mana saja sih? Gue udah lama nunggu lo dari tadi gondrong!! Cepetan sini cobain dulu motornya."


Gugun mendorong motor sportnya kesal ingin memukul ketua geng yang di cintainya itu, Zea sempat melirik Raka untuk meminta izin dan Raka pun hanya mengangguk setuju.


Karena Zea tidak membawa motor kesayangannya, maka dia meminjam motor milik Gugun. Kebetulan dia baik dan selalu siap membantu Zea kapanpun dan di manapun.


"Gue tadi ada acara keluarga."


"Dih gaya lo, kayak anak konglomerat saja." Gugun mengejek membuat Zea mengednus sebal dan meninju cowok itu, namun Gugun menghindar.


Tidak membuang-buang waktu lagi, Zea segera mengambil kunci dari tangan Gugun, lalu menghidupkkan motornya, setelah itu dia memeriksa tarikan gas pada motor itu, menurut Zea motor Gugun boleh juga, walaupun masih ganas tarikan gas motor kesayangannya.


Suara berisik khas motor itu pun langsung keluar, membuat Raka dan para penonton lainya menatap Zea kagum.


Setelah beberapa menit mencoba bagian gas, Zea turun dari motor itu dan mengecek an dan juga body motor lainya. Dia tidak mau memastikan bahwa motor Gugun aman di pakai.



"Makin keren aja bos kita." puji salah seorang dari gerombolan motor, separuh dari mereka kompak memakai jaket bertuliskan JAKMOGE.


Sedikit penjelasan, geng JAKMOGE adalah singkatan dari Jakarta motor gede. JAKMOGE ini sudah berdiri berpuluh-puluh tahun lamanya dsn turun menurun dari generasi ke generasi, ini adalah salah satu geng motor paling di takuti di daerah Jakarta, karena banyak sekali pengikutnya yang berasal dari berbagai macam karakter cowok.


Akan tetapi geng ini sedikit berbeda, mereka tidak akan membuat keributan kalau tidak dipancing. Dan salah satu yang keren dari mereka adalah, sering memberikan sembagko pada warga sekitar yang kurang mampu dan panti-panti yang tersebar di ibu kota tersebut.


"lni aman kan motornya, Gun?"


"Tenang, udah gue servis kok kemarin."


"Eh btw, ini boleh beneran kan gue pinjem sebentar motor lo?"


Persahabatan antara Zea dan Gugun memang sangat dekat, watak mereka yang sama bobrok membuatnya di gemari para teman-temannya gengnya.


Gugun bisa dibilang tangan kanan Zea, kalau ada pertandingan balap, pasti Gugun selalu memberitahu Zea. Wajahnya yang sangat tampan dan juga murah senyum menjadi ciri khasnya, dia adalah mantan playboy pada masanya. Tapi semenjak kenal Zea, dia sadar betapa gentlemannya seorang cowok jika bisa mengahargai dan menjaga satu wanita yang di cintainya.



GUGUN🤣.


"Boleh lah, kayak sama siapa aja. Apasih yang engak buat lo?!!" jawab Gugun dengan menaik turunkan alisnya, Raka yang geram langsung menarik baju Gugun.


"Jaga sikap lo, gue pacar Zea!!" ketus Raka, membuat Gugun melototkan matanya.


Diih ngaku-ngaku nih orang, dipikir tidak banyak apa yang suka ngaku-ngaku jadi pacar Zea? banyak woiii, ketinggalan zaman lu... Batin Gugun menatap Raka jengah.


"Fens garis keras di mohon minggir di tepi jalan, atau gue akan menyentil wajah tampan lo itu jika menganggu kenyamanan Zea."


"Gue bukan Fens garis keras."


"Kalau begitu lo itu siapa, hah? Wajah tampan lo sepertinya tidak pernah nongkrong kesini." Gugun meniru Raka, dia juga menarik kerah Jas yang di kenakan cowok itu.

__ADS_1


Raka dan Gugun saling tatap-tatapan sengit.


"Gun, apaan sih lo?!! dia namanya Raka pancar gue, lepasin dia!!" Raka semakin menatap Gugun tajam seperti hendak melahap dirinya bulat-bulat.


"Kalem Bro kalem, gitu amat sih lo. Gue cuman bercanda aja kalik." Gugun melepas tangan Raka yang masih mencengkram bajunya kuat, biar bagaimanapun tubuh Raka jauh lebih bogsor di banding dirinya. Dia takut.


"Kenalin nama gue Gugun ganteng kata semua orang kecuali Zea. Gue tipikal pacar yang romantis loh, sayangnya Zea menolak cinta gue mentah-mentah." Raka menerima tangan Gugun dan menjabatnya, setelag itu dia mengusapkan tangannya ke baju Gugun membuat sang empu melototi Raka sambil menjauh dari Raka.


"Wajar jika Zea menolak lo, karena lo itu cerewet!!" Gugun merasa gondok ingin memukul mulut Raka, Zea malah tertawa kencang.


"Apa benar itu Ze?" Merasa tak terima, Gugun meminta penjelasan.


"Enggak lah, karena gue gak mau pertemanan kita hancur. Lagian masih aja lo inget-inget kejadian itu."


"Ya masih lah, asal lo tau ya gondrong. Gue itu nggak pernah di tolak sama yang namanya cewek, selain lo aja yang nyia-nyian cinta Gue. Parah banget nggk sih lo?"


"Otak lo yang parah!! Sekarang dia pacar gue, jangan nembak dia lagi. Atau lo, akan gue tembak pake pistol beneran." Ancam Raka dengan merangkul pundak Zea, membuat Gugun menghembuskan nafasnya kasar.


"Bro sori ini gue bukan pecinta pacar orang. Gue salut sama lo, bisa luluhin hati Zea yang sekeras batu Ginjal itu. Langeng terus ya? kalau putus kabar-kabar, nanti biar gue pungut si Zea.


" MATA LO SOEK!!" ketus Raka, sedangkan Zea memukul pundak cowok itu, membuat Gugun tertawa lepas tanpa dosa.


Gugun memang orang yang sangat baik, dia mau merelakan Zea dan melihatanya bahagia dengan pilihannya. Walaupun sebenarnya dia masih mencintai gadis itu.


...♡(*>ω<)ω<*)♡...


Balapan sedang berlangsung, Raka dan Gugun tak sabar menunggu Zea di garis finis. Raka tampak serius menatap kedatangan Zea, membuat Gugun terkekeh.


"Gitu amat bro, Zea pasti menang kok. Tenang aja, dia pembalap yang hebat."


Sombong bener ni anak. Batin Gugun dari tadi sambil melirik pakaian yang dikenakan Raka dari atas sampai bawah.


Rasanya lucu sekali melihat penampilan Raka dan Zea yang tampak rapi, apalagi Raka mengunakan jas keren yang sudah mirip seperti seorang CEO muda.


"Lo salah kostum ya? Kalo pergi kesini pakai jaket dan celana jeans lah masak pakai jas. Goblok kok di bawa ke area balapan, mau di adu sama siapa coba?" Sindir Gugun membuat Raka mendengus sangat kesal.


"Suka-suka gue!! Berisik lo, kayak Toa."


Kedua cowok itu kembali fokus, kadaan semakin menegangkan karena rival Zea hanya berada satu meter di belakangnya, Raka yang melihat itu merasa panik.


"Ayo sayang cepat!!" teriak Raka menyemangati Zea, membuat Gugun dan para penonton sekitarnya melihat ke arah Raka.


"Buciiiin!!" ledek Gugun memencongkan bibirnya kesamping, namun Raka tidak memperdulikannya.


ZEAAAA!!


ZEAAA!!


ZEAAA!!


Dan akhirnya balapan di menangkan oleh Zea, gadis itu sempat gugup dan takut karena rivalnya sangat jago. Baru kali ini dia menemukan lawan sehebat dia.


"Zea!!"


"Zea!!"

__ADS_1


"Zea!!" sorak para penonton riuh, saat Zea menang.


"Alfa zonk!! Alfa zonk!! Alfa zonk!!"


Raka langsung memeluk Zea dan megangkatnya tinggi, tak peduli pada sekitar yang melihatnya dengan tatapan berbeda-beda. Meskipun Raka tak suka jika gadis itu balapan, namun saat melihatnya menang seperti ini timbul rasa bangga di dirinya.


"Alfa zonk!! Alfa zonk!! Alfa zonk!!" tak henti-hentinya Gunun mengatakan itu di samping Zea yang melepas helmnya.


"Brisik Gun!! Nama gue Alfa Zea bukan Alfa zonk." Ketus Zea memukul Gugun mengunakan helm.


...♡(*>ω<)ω<*)♡...


Kini Zea sudah berada di dalam mobil bersama Raka, meninggalkan area balapan tadi dengan tatapan kagum mereka semua. Akhirnya Zea menang, dan sekarang di gengaman tangannya ada uang senilai 2 juta lebih.


"Akhirnya kita pulang," ucap Raka mendengus sebal.


"Kenapa? Kamu nggak suka ya nemenin aku?"


"Bukan gitu sayang, tapi aku nggak suka kamu jadi pusat perhatian para cowok." Ucap Raka dengan lesu, dia tau walaupun Zea adalah pacarnya di luaran sana masih banyak sekali sainganya.


"Cie yang cemburu!!" cibir Zea menoel pipi Raka gemas.


"..." Raka diam dan terus menyetir mobilnya, tanpa menoleh Zea.


"Eh, kok ngambek sih?" Zea tidak bisa menahan tawannya, melihat ekspresi marah Raka yang terlihat lucu.


"Bodoamat!!"


"Aku harus ngapain biar kamu nggak ngambek?" perkataan itu mampu membuat Raka hampir tersenyum, namun dia tahan.


"Cium aku!!" pinta Raka dengan mati-matian menahan tawanya.


"Oke!"


"Yaudah cepetan!"


"Malu!!" ucap Zea terang-terangan.


"Hahaha," tawa Raka pecah, pacar bar-bar itu mempunyai rasa malu juga ternyata.


CUP!!


Satu ciuman mendarat di pipi Raka, membuat cowok kaget sekaligus tersenyum senang. Jangan tanyakan jantung keduanya, mungkin sekarang berpacu dengan cepat. Zea yang malu akhirnya menarik tubuhnya dan menjauh dari Raka.


"Rak!!"


"Apa sayang?" tanya Raka dengan tersenyum, membuat pipi Zea memerah. Raka yang gemas lalu mengasak rambut Zea sayang.


"Kita ke toko kue dulu ya. Beberapa menit lagi bang Kelvin ualang tahun." Zea melirik jam tangannya yang sudah pukul 11:30.


Ya tuhan, jadi uangnya mau dipakai beli kue? Apakah dia tidak pernah di beri uang Om Baskara? batin Raka dalam hatinya sambil menggertakaan gigi kuat.


"Boleh, jadi sekarang kakak ipar ulang tahun ya?"


""Bisa aja kamu, makasih ya." Raka mengangguk tulus, jujur hatinya sekarang terasa di remat melihat perjuangan Zea untuk mencari uang.

__ADS_1


__ADS_2