
Malam hari yang indah, Bintang dan Bulan yang bercahaya sangat terang membuat suasana menjadi lebih romantis. Di balik itu, ada sepasang calon Pasutri sedang bergandengan tangan menuju Hotel untuk menghadiri acara reuni SMA nya.
Banyak makanan lezat terhidang di atas Meja prasmanan, juga beberapa minuman berbagai rasa telah tertata rapi sangat menggoda.
Mereka semua menggerombol memenuhi Aula yang telah di sediakan, banyak di antara mereka yang sudah memiliki istri bahkan anak juga.
"Btw, ada yang tau pak CEO Raka? Dia datang tidak hari ini?" Tanya Vina kepada teman-temannya yang lain, menginggat cowok itu berubah drastis semenjak Zea pergi.
"Dia berangkat, katanya sama calon istrinya." Jawab Bobi santai membuat semua temannya menoleh ke arahnya.
Perlu kalian tau, Bobi adalah orang yang menikah terlebih dahulu di antara mereka semua, tanpa pacaran terlebih dahulu tentunya.
"APA?!" teriak mereka semua histeris, terutama Vina dan Dira.
"Nggak nyangka ya, gue pikir Raka akan menunggu Zea sampai kapanpun."
Dira menggelengkan kepalanya tidak menyangka, sambil mengusap perut datarnya yang hamil dua bulan anak Bian.
"Lah panjang umur, noh dia dateng tuh." Tunjuk Bian dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Raka.
Seluruh ruangan berbisik-bisik menatap Raka dan Zea, mereka semua tau bahwa selama ini Raka tidak memiliki kekasih setelah Zea pergi menghilang, namun sekarang gadis ini siapa?
Semua teman dekat Raka dan Zea menoleh, terlihat Raka yang tampan menggunakan balutan Jas hitam rapi. Tangannya yang kekar menggandeng sosok wanita cantik yang memakai gaun putih terlihat sangat anggun dan manis.
"Gila sih, calon istrinya cantik juga ya? Mirip Zea versi perempuan seutuhnya."
Puji Zega menatap Zea kagum, mereka semua belum tau kalau gadis yang mereka maksud adalah sahabatnya sendiri.
Vina langsung menarik daun telinga Zega kencang, membuat sang empu kesakitan.
"Matanya tolong di jaga, enak saja lirik-lirik yang bening-bening setelah membuatku bunting! ingat anak kamu di rahim ini!" ketus Vina memukul bahu suaminya.
Akhirnya setelah Lima tahun perjuangan sekuat tenaga dan pembuktian yang aduhi, Vina luluh juga dengan cowok tengil bernama Zega. Cowok yang selama ini selalu membuat Vina gondok jika di dekatnya, namun siapa sangka bahawa hanya Zega satu-satunya pria yang sangat getol memperjuankan cintanya.
Sekarang tatapan mereka terjatuh pada Zea, mereka semua manatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Tapi calon istri Raka mirip Zea benget sih ini, ya gak sih? Tapi lebih cantik yang ini." bisik Dira di telinga Vina.
Bukan Vina namanya, kalau dia bicara pelan. "Betul sekali. Zea kan bodynya dulu kayak papan penggilesan, rambutnya pendek dan tidak pandai berdandan. Beda jauh sama dia yang anggun." cerocos Vina menggunakan nada sedang.
"Vin... Kalau Ina semok membahenol ndak?" tanya Ina manja menggunakan bahasa medoknya, dia adalah istri Bobi.
"Semok kok In, sampe Truk gandengan aja kalah sama badan lo." Vina tersenyum sangat manis dan Ina tidak menyadari kalau gadis itu di kibulin.
"Tuh kan sayang, Ina itu tidak gendut tapi semok dan seksi. Yang gendut itu kan kamu." Ucap Ina pada Bobi, dan Bobi hanya bisa menganguk-anguk saja daripada mendapat jotosan dari istrinya yang membuatnya pingsan seketika.
"Sayang, mereka tidak mengenalimu." Bisik Raka di telinga Zea dan otak jahil Zea beraksi.
__ADS_1
"Kalian gosipin calon istri gue ya?" tanya Raka datar lalu menarik pingang ramping Zea membuat mereka jengah.
"Bobi Hansome tidak pernah menyangka ya Rak sama lo. Gue kira lo akan setia menunggu Zea kembali sampai kapanpun." Tuduh Bobi terang-terangan.
"Heh, siapa nama lu? Jangan-jangan elo oprasi plastik ya biar mirip mantan Raka? ngaku aja lo dasar bulu ketiak Biri-Biri." Cerca Vina sangat sinis, lalu di tarik suaminya agar tenang.
"Nama gue Alfa kalau tidak pakai surat keterangan. Kalau pakai surat keterangan biasanya di buatin Vina dan Dira terus yang tanda tanggan Bobi yang masukin ke amplop Bian, yang nganterin ke ketua Osis Zega, yang jadi ketua osis Raka, lalu surat itu di kasih ke bu Maria oleh Raka."
Mereka saling pandang tidak percaya sekaligus berpikir keras, membuat Raka menahan tawa. Vina menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dira reflek mencubit bahu Bian, Zega melotot, Ina menatap mereka bergantian menurutnya ekspresi semua orang aneh. Apalagi suaminya yang berlagak sok memikir keras dengan tangan di dagu.
"Nama panjangmu siapa?" tanya Dira cepat, dia sangat penasaran. "kok mirip seperti temen kita?"
Zea menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian mengibaskan rambut panjangnya seperti duta sabun colek.
"Nama gue, Alfa Zea Adiputra. Bukan hanya wajah saja yang gue contek, tapi namanya juga gue aku sisi. Kenapa kalau gue oprasi plastik meniru wajah Zea untuk memikat Raka, emang masalah buat Ginjal kalian? kalian tidak usah julid deh sama gue, karena Raka sudah terpikat sama gue yang mirip teman kalian itu, hahha. Zea yang malang, kasihan."
Jawab Zea centil, membuat semuanya kesal kecuali Raka yang sudah tidak kuat lagi menahan tawa melihat kekonyolan calon istrinya itu.
"Wah parah si kampre* ini! mau di beri pelajaran apa lo sama kita semua? enak aja teman kita elo duplikat seenaknya. Sini maju lawan Gue!" Vina marah besar maju hendak mencakar Zea namun langsung di tarik Zega.
Dira pun juga melakukan hal yang sama, dia geram ingin memukul gadis itu menggunakan tasnya.
Raka Langsung pasang badan melindungi Zea di belakang punggungnya, namun kepalanya nonggol di sela-sela bahu Raka sambil berjinjit.
"Sudah-sudah jangan ribut lagi, dia itu tidak meniru Zea. Tapi ini beneran Zea asli, kalian masa tidak mengenalinya?" Raka menjelaskan. "Zea telah kembali."
Dalam benak mereka, ini yang gila Raka atau mereka semua. Tidak mungkin!! Zea pasti enggan kembali ke sini.
"Hallo BianNyuk, ZegaAnjay, BobiImut, DiraAlay, VinaAnjay dan siapa yang gendut itu namanaya oh Nona Drum saja. Apa kabar kalian semua lama sekali tidak berjumpa ya? kalian rindu aku kan?"
Panggilan nyleneh ini hanya Zea yang selalu membuatnya sejak dulu, sudah di pastikan bahwa gadis cantik ini benar-benar teman mereka. Apalagi sifat menyebalkan Zea tidak berubah sama sekali.
"I-ini beneran lo Ze?!" Vina dan Dira mendekati Zea dan gadis itu mengangguk, "kenapa elo bisa cantik banget sih gila?!" Dira menangis dan mencubit Zea, membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Lo kemana aja selama ini Ze? Sumpah, kita kangen banget sama lo!" Vina mengepalkan tangannya. Dia sudah berjanji kalau Zea kembali, akan memukulnya dengan tasnya.
Dan benar saja Vina memukuli Zea membuat sang empu menghindar susah payah.
"Kampret lo Ze. Tega bener ninggalin kita semua, hiks." Dira menangis langsung memeluk sahabatnya itu sangat erat.
"Elo emang Tahi Ze! Kita semua sudah nikah ssmua dan lo sendiri yang tidak hadir ke pernikahan kami!" Vina juga menimbrung memeluk Zea sayang menumpahkan segala kerinduannya.
"Gue sibuk pemotretan dan main Film, jadi sori ga ada waktu ini Selep terkenal dari kota Amsterdam ayo sini salim dan foto bergantian."
Vina memonyor kepala Zea ke samping dan Dira sebaliknya, ini juga kebiasaan mereka bertiga sejak dulu membuat Zea mendengus.
"Pie to iki lor? Kok Ina sendiri yang ndak di ajak pelukan?" tanpa pikir panjang, Ina ikutan memeluk mereka dari depan.
__ADS_1
"Ini siapa? Aduh pengap, gue nggak bisa bernafas." pekik Zea kala di peluk ketiga cewek itu.
"Alamak ya Robb, sayang kamu itu tidak Slim. Sini-sini sudah, nanti mereka terjepit badanmu." seru Bobi menarik istrinya secepat mungkin.
Sedangkan para pria hanya bisa diam terharu menyaksikan para wanita mereka yang terkesan sangat rempong, mereka senang ahirnya Zea kembali.
Kira-kira seperti itu pertemuan Zea dengan para teman-temannya dan di akhiri canda ria sampai larut malam, semua teman-teman SMA Zea memuji perubahan di diri gadis itu.
Semua tampak bahagia, apalagi mimpi-mimpi mereka semua dapat mereka raih.
Zega berhasil memiliki gelar Dokter bedah setahun yang lalu dan menikahi Vina sedangkan Vina istrinya menjadi Desainer terkenal, banyak artis yang bahkan membeli baju rancangannya.
Dira juga telah bekerjasama dengan Restoran Bobi, keduanya berkembang pesat dan membuka cabang di mana-mana. Sedangkan Bian, dia berhasil menjadi dosen yang populer karena kecerdasan dan ketampanannya.
Kalau Mex?
Pria itu tidak berubah, masih sama seperti dulu dan juga cita-cita konyolnya. Dia bisa saja mendadak sok sibuk di dunia ini dan datang tiba-tiba seperti dedemit di sekitar Zea.
Tapi di mana dia saat ini, apakah tidak datang?
"Terus si Mex apa kabar? Gue nggak pernah ketemu sama itu preman lagi. Btw, Ze... Lo tau tidak? Dia di mana? Terus jadi apa? Dan bagaimana keadaanya? apa dia udah nikah ya?" Tanya Bobi tiba-tiba sambil memasukan kue kecil di mulutnya. Jiwa-jiwa wartawan Bobi datang kembali, setelah sekian lama.
Raka menatap Zea, dia tidak cemburu kalau sendainya Mex dulu selalu ada di samping calon istrinya itu. Karena dia tau, sebrengsek apapun Mex dia akan menjaga Zea dengan baik. Raka tau betul hal itu.
"Dia masih sama seperti Mex yang dulu." jawab Zea pelan sambil tersenyum manis.
"Siapa bilang?! Dari dulu aku punya mimpi Ze! Mimpiku sedikit berhasil telah menjadikanmu tunanganku walaupun pada akhirnya gagal menikah." Ucap pria yang sedang berdiri membelakangi mereka semua, dia adalah Mex yang baju jas formal, membuat aura ketampanannya terpancar.
Setelah mengatakan itu Mex memasukkan kedua tangannya di saku celana, sebelumnya dia memakai kacamata dulu dan berlalu pergi.
"Kamu mau kemana, Mex?" Teriak Zea melihat Mex hendak pergi.
"Ke hatimu kalau masih bisa."
Zea hanya bisa diam menyaksikan kepagian Mex, jujur dia juga merasa bersalah teramat dalam dan kasian kepada Mex. Namun dia bisa apa?
Mereka semua mendadak bungkam, mereka juga tau kalau Mex mencintai Zea dari dulu.
Raka menarik tangan Zea dan mengengamnya sangat erat. Seolah dia tidak akan melepaskannya lagi walaupun sebentar, Zea tersenyum dan mengengam tangan Raka balik.
"Ehem! Bau-baunya ada yang mau Married nih?" sindir Vina memecah keheningan sambil melirik tangan Zea dan Raka bergantian.
"Iya... Kita akan nikah beberapa hari lagi, kalian dateng ya?" jujur Zea malu-malu dan Raka tersenyum merkah sambil mengecup pipi Zea.
CUP!
"Woii belum sah woii!! Astofirullohalazim, itu Dosa besar!!" teriak Bobi melotot menunjuk keduanya, lalu di akhiri tawa pecah mereka bersama.
__ADS_1
...BERSAMBUNG DOLO....
Kok rada gaje ya?š. Maapin ygy. see you next partā¤.