PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
35. Hancur.


__ADS_3

...HEPPY READING❤....


Bintang tampak indah di langit sana, seindah ssnyuman Raka yang hatinya berbunga-bunga. Tak hanya itu, Bulan malam ini sangat cantik secantik Zea yang sangat berbeda dari hari-hari biasanya.


"Sudah sana masuk!!" Raka mengasak rambut Zea seperti anak kecil.


"Aku mau lihat kamu pergi dulu." manja Gadis itu malu-malu, membuat Raka tersenyum sampai lesung pipitnya kelihatan.


"Enggak sayang, aku akan memastikan kamu aman sampai masuk kedalam rumah. Oke, menurutlah..." Raka mencubit hidung Zea gemas dan memeluknya singkat.


"Iya, makasih ya untuk malam in-,"


"Iya sayang sama-sama, jangan berterimakasih lagi, ini sudah yang ke 100 kali kamu berterimakasih padaku."


Zea garuk-garuk kepala, dan segera berbalik badan berjalan menuju rumahnya, namun setiap satu langkah, Zea pasti akan menoleh kebelakang menatap Raka dan melambaikan tangan sambil tersenyum merkah padanya, membuat cowok itu tertawa kecil dan geleng-geleng kepala.


Jam sudah menunjukaan pukul 23:32, pelan-pelan Zea membuka pintu besar dan tinggi rumahnya, dia terkejut karena lampu lantai bawah masih menyala, yang artinya penghuninya belum tidur.


“Dari mana saja kamu?” Suara berat Baskara mengentikan langkah Zea yang baru masuk selangkah kedalam.


“Gara-gara kamu Alda di bully di sekolahan!! Dasar anak tidak tau diri!!” Sarkas Susanti dengan ketus.


“Pa, aku tidak kuat terus-terusan di bandingkan dengan Zea. Apa salahku, hiks-hiks? Apa aku tidak berhak bahagia?” Alda menangis sesegukan memeluk mamanya.


Kenapa di sini, Zea merasa seolah-oleh dirinya yang menyakiti Alda? Bukankah hanya dia sendiri yang paling sakiti du keluarga ini? Drama apa lagi yang mereka buat?


Zea diam membisu sambil menunduk memeluk bunga pemberian Raka erat.


“Kamu sengaja kan buat saya malu? Apa mulutmu bisu dan tidak bisa menjelaskan bahwa Alda adalah putriku juga, hah?”


Baskara marah besar di tambah menginggat perkataan Bimo beberpa hari lalu, dia merasa sakit hati.


Bodoh sekali. Harusnya Baskara mulai sadar bahwa perbuatannya salah, dan tidak seharusnya dia bersukap seperti sekarang.


“Apa yang Zea lakukan, hingga membuat Anda malu?” suara gadis itu parau menatap sendu papanya.


“Kamu sengaja kan bayar SPP sendiri, biar di kasihani sama orang lain?” pertanyaan Baskara membuat gadis itu tersenyum getir.


“Apa? Di kasihani? Tolong di ralat lagi ucapannya, di sini aku cuman cari uang sendiri buat bayar SPP. Aku tidak menerima belas kasihan sedikitpun dari orang lain teemasuk anda yang seharusnya bertanggung jawab atas Zea!! Dan satu lagi, Aku tidak pernah berminat sedikitpun membuat Anda malu, karena tidak berguna. Apakah aku juga tidak berhak bahagia? Anda kaya tapi maaf, anda gagal menjadi sosok orangtua yang bertanggung jawab untuk putri tunggalnnya. Miris sekali.” Zea berbicara sambil terisak memegangi dadanya yang terasa sakit.


PLAK!!!


“Harusnya dulu yang mati kamu saja bukan Gia!!” Baskara menampar pipi Zea membuat bibirnya mengeluarkan darah, “sampai kapan pun, aku tidak akan pernah memafkanmu!! Dan jangan berharap belas kasihan dariku! Karena kamu tidak pantas mendapatkannya!!” Sarkas Baskara tepat di depan wajah Zea yang tampak bercaka-kaca.


“Zea juga tidak membutuhkan belas kasihan dari Anda, nyatanya aku bisa hidup walaupun tanpa uang dari anda!! Anda tau? Anda itu sangat menyedihkan...”

__ADS_1


PLAK!!


Baskara menggertakkan giginya kuat, lalu menampar dan menendang Zea hingga tersungkur ke lantai. Membuat bungga yang di peluknya terpental kedepan. Belum sempat dia mengambilnya tiba-tiba ada sebuah kaki menginjaknya sangat kasar.


“JANGAN...!! Hiks-hiks, kenapa kalian selalu membuatku menderita?” Tangis gadis itu semakin pecah, ketika Alda menginjak-injak bungga itu, sampai hancur tak berbentuk.


“Harusnya aku yang menerima bunga ini, harusnya aku yang menjadi pacar Raka...” belum puas menginjak buket bunga itu, Alda menarik rahang Zea. Dia melihat sebuah liontin berinisial R, membuat Alda semakin marah.


SREEEEEEEET!!


Alda menarik liontin itu hingga terlepas, bisa di pastikan leher Zea sekarang memerah. Rasanya sangat sakit sekali bertambah panas.


“Kembalikan... Aku mohon, hiks... Raka akan selamanya miliku, dan hanya aku yang pantas mendapatkan cintanya.” Ucap gadis itu bangkit dari lantai, lalu meraih liontin pemberian Raka dengan mendorong Alda hingga terjatuh sangat keras.


“AKH!!! SAKIIIIT!!”


Alda berteriak sangat kecang, karena kepalanya terbentur sebuah Meja, membuatnya langsung pingsan karena meja itu sangatlah kokoh. Tak hanya itu, kepala Alda juga sempat terkena toples kaca yang mengenainya.


“Alda...!!! Sayang kamu gapapa kan? Mas, tolongin Alda!!” Susanti berteriak sangat panik, apalagi melihat putrinya mengeluarkan darah di bagian kepala dan hidung.


“Alda, bangun sayang!! Bertahanlah... Papa akan membawamu kerumasakit.” Baskara panik, lalu mengendong Alda hendak membawanya ke rumahsakit.


“Jika sesuatu terjadi pada Alda, kau harus bertangung jawab anak sialan!!” Susanti menarik rambut gadis itu dengan kasar, lantas mendorongnya.


“Zea...!! Apa yang kamu lakukan oada Alda?” Raka tiba-tiba muncul dari balik pintu, lalu menghampiri Baskara yang menggendong Alda.


“CUKUP!!” Raka menunjuk Zea dengan telunjuknya, “om, pakai mobilku saja.” Baskara mengangguk dan mengikuti langkah Raka.


Susanti dan Baskara sempat bingung, kenapa Raka menatap Zea murka.


Raka POV.


Malam itu aku mengantar Zea pulang, hatiku sangat senang. Membuat gadisku tersenyum bahagia, belum sempat aku menyalakan mesin mobilku, tiba-tiba ada suara teriakan terdengar dari rumah Zea sangat kencang.


Aku berlari menuju pintu utama rumah merka yang terbuka, aku kira Zea yang di perlakukan kasar oleh keluarganya. Tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, ketika Zea dengan kasar mendorong tubuh Alda tanpa belas kasihan sedikitpun.


Membuat Alda terbentur meja yang terbuat dari kaca dengan sangat keras, lalu tidak sadarkan diri.


Tiba-tiba perkataan Alda beberapa waktu yang lalu muncul.


“Rak... Lo harus tau, Zea itu sama sekali tidak mencintai lo. Dia hanya tidak ingin kalah saing dari gue, apa lo tau? Dia sering menghina gue di belakang lo, dia licik dan elo di tipu olehnya.”


“Lo, harusnya sadar, Rak... Bahwa dia hanya pura-pura mencintai lo. Elo mungkin sudah lama mencintai Zea, tapi Zea? Dia menerima cinta lo dengan mudah tanpa lo tau alasannya. Elo yakin, cowok yang di harapkan Zea itu elo? Elo harus ingat Rak... gue adalah orang yang sangat mencintai lo dari dulu, bukan Zea yang notabennya musuh lo.”


“Dan satu lagi, dia menerima lo sebagai pacar hanya karena ingin membuat gue merasa kalah saja.”

__ADS_1


Detik itu juga, mendadak cintaku pada Zea berubah menjadi kebencian yang mendalam. Yang di katakan Alda ada benarnya juga, dia tau Zea seperti apa kepadanya dari dulu. Gadis itu selalu menganggap Raka musuh, bisa jadi yang di katakan Alda benar. Zea menerima cintanya karena ingin membuat Alds merasa kecewa dan sedih, karena kakak tirinya itu mencintai Raka.


Author pov


“Raka, dengar penjelaskanku dulu...!!” panggil Zea sendu dan menarik lengan Raka, yang megambil Alda dari Baskara lalu menggendongnya.


“Aku tidak butuh penjelasanmu, menyingkirlah jangan menghalangi jalanku!!” dingin Raka, membuat gadis itu menyingkir dari hadapannya sangat sedih tak terkira.


Mereka semua pergi, dan meninggalkan gadis itu sendirian. Tubuh Zea meluruh dan terduduk di lantai malam yang sangat dingin menusuk kulit, matanyabmelihat bungga Mawar yang kini berubah menjadi hancur tak berbentuk. Tangannya mengengam liontin pemberian Raka dengan kuat dan menaruhnya di depan dada.


“Kenapa semua menjadi seperti ini?” tangis Zea pecah, saat Raka membentaknya dan lebih menolong Alda.


Kenapa keadaan menjadi terbalik? Harusnya dirinya yang layak di cintai dan di lindungi Raka.


“Ya tuhan...!! Zea sudah tidak kuat lagi di posisi ini, hiks hiks... Ambil saja nyawaku, biar aku bisa bertemu mama.” Bahu gadis itu naik turun seiring dengan tangis pecahnya pilu dan terlihat sangat sakit.


Bik Inem menelfon Kelvin yang sekarang entah di mana dengan sangat panik, lalu berjalan turun mendekati Zea yang tampak kacau.


Dia sebenarnya melihat sejak tadi kekerasan yang di lakukan oleh kelaurga Zea, namun dia tidak mempunyai keberanian untuk menolong gadis malang itu.


“APA?!” teriak Kelvin membuat Nadia di sampingnya menyernyitkan dahinya.


“Oke bik, aku akan segera pulang secepatnya. Tolong jaga Zea dengan baik!!” Kelvin menutup ponselnya sigap, dan mengertakkan giginya kuat, tangannya terkepal lalu matanya mulai memerah menahan amarah.


“Sayang ada apa? Kenapa dengan Zea?”


Nadia memegang tangan Kelvin, dia juga merasa hawatir dengan adek kekasihnya itu.


“Zea sedang ada masalah Nad, aku takut dia kenapa-napa.” Ucap Kelvin seraya menarik tangan Nadia keluar cafe dan menuju mobilnya untuk pulang.


Tepat di malam itu Kelvin dan Zea sama-sama berkencan, Zea sangat senang ketika mendengar Nadia pulang ke Indonesia. Gadis itu juga mendorong Abangnya itu  untuk mengejar Nadia kembali, Zea sangat yakin kalau keduanya masih saling mencintai.


Dengan dorongan Zea, Kelvin benar-benar mengajak Nadia bertemu dan menjelaskan kesalah-pahaman mereka dulu. Dengan senang hati dan penuh kelembutan, Nadia mendengarkan penjelasan Kelvin, dan menerima cintanya kembali dari pria yang saat ini masih sangat ia cintai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, seorang cowok sedang menenggak beberapa Alkohol yang berada di atas meja. Membuat temannya mengelengkan kepala, dan menghela nafas panjang.


“Sudah MEX!! Kalau lo, mau mati jangan gini caranya!! Lo udah habis beberapa botol whine, dan jangan minta lagi!!” Ketus Gugun dengan meninju bahu Mex keras hingga tubuh itu limbung kesamping.


Kalian masih ingat kan siapa Gugun?


Gugun dan Mex memang saling mengenal.


“Haha, saat ini gue tidak takut mati Gun. Hidup gue hancur berantakan. Gue nggak punya siapa-siapa, terlebih lagi sekarang Zea menjadi milik Raka.” Racau Mex frustasi.

__ADS_1


“Diam!!! Lo, adalah berandalan kelas kakap yang tidak takut siapapun. Jangan lemah kayak gini. Lo pikir, gue juga tidak merasa kehilangan Zea?” Sarkas Gugun menarik tubuh Mex, dan membawanya keluar dari club itu.


...BERSAMBUNG....


__ADS_2