PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
27. Menggosip.


__ADS_3

DENGAN langkah sangat hati-hati, Raka dan Zea sudah melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Tanpa sepengetahuan Kelvin tentunya, kedua orang itu saling menoleh memberikan kode isarat.


“Happy birthday to you!!”


“Happy birthday to you!!”


“Happy birthday happy birthday, happy birthday to you..” Raka dan Zea bernanyi serentak, membuat Kelvin menoleh dan sangat terkejut.


"Ka-kalian berdua, ap-apa aku sekarang ulangtahun?"


Raka menyerahkan kue ulangtahun itu pada Zea, dan di hadapkan ke arah abangnya.


“Selamat ulang tahun Abangku yang ganteng! Tersenyumlah! Jangan lewatkan momen-momen saat gigimu masih utuh, orang-orang menua lebih cepat dari yang mereka kira." Kelvin mendengus hendak memprotes, sedangkan Raka tertawa renyah, "Diam dulu, Zea belum selesai bicara!!"


"Ya udah apa lagi? awas kalau mengejek Doanya!!" Ancam Kelvin sedangkan Zea nyengir tidak peduli.


"Bang kita sering bertengkar, tapi yakinlah bahwa aku menyayangi Abang dengan segenap hati. Selamat ulang tahun, segala hal baik semoga terlimpah untukmu dan selamat menikmati semua kue bergambar Simpanse yang aku bawa ini."


Senyuman Kelvin kecut, dia sangat-sangat terharu bercampur ingin menonjok jidat Zea saking geramnya. Raka dari tadi tak kuasa menahan tawa, ternayata pacarnya ini lebih lucu di banding yang ia kira selama ini.


"Terimakasih atas doa Antimenstramnya adikku sayang. Tetaplah menyebalkan biar aku ada alasan untuk menendang pantatmu!!" ketus Kelvin membuat Zea tertawa.


Kelvin mulai memejamkan matanya dan hendak meniup lilin, namun di hentikan oleh Zea.


“Wait!! Wait!! Do'a dulu lah bang!! Biar kak Nadia belum punya pacar di Amerika dan tentunya segera pulang ke Indonesia,” perintah Zea sambil mengedipkan sebelah matanya.


Kelvin membelalakan matanya, karena Zea menyebutkan mantan kekasihnya. Kelvin dan Nadia adalah pasangan yang sangat serasi, keduanya putus hanya karena masalah sepele, dan hanya mereka yang tahu.


Tapi Zea sangat yakin sekali, kalau abangnya itu masih mencintai Nadia. Dengan bukti nyata, abangnya sampai sekarang belum mau mencari pacar.


“Hehe, apa-apaan sih dek!! Malu tau di ketawain Raka dari tadi tuh.” Kelvin menatap Raka yang dari tadi menertawakanya.


Raka sempat kebingungan, karena dirinya baru pertama kali bertemu dengan Kelvin. Kenapa dia bisa tau namanya? Itu yang ada di benak Raka.


Kelvin lagsung memejamkan matanya, dan berdoa. Kira-kira seperti ini doa yang ia baca di hatinya.


Tuhan jagalah adikku (Zea) buatlah dia selalu bahagia, dan untuk bahagiaku di masa depan, aku ingin semuanya baik di dunia dan akhirat. Dan untuk Nadia semoga dia cepat kembali, aku harap aku dan dia ada temu yang menyatukan kita kembali.

__ADS_1


“Permintaannya banyak banget bang, buruan ini lilinya mau inalilahiwainalilahirojiun!!” ucap Zea kesal, membuat Kelvin langsung menuipnya.


“Alhamdulilah, selamat ya bang. Semoga selalu bahagia kedepannya, dan cepat punya pacar juga.” Raka memeluk Kelvin dan di balas pelukan juga olehnya.


“Thanks man!! Eh, kalian jangan-jangan udah jadian ya?” Kelvin menatap Zea penuh tanda tanya.


Raka hanya menggaruk tengukuknya yang tidak gatal, karena malu dan bingung harus bagaimana. Sedangkan Zea tersenyum cengar-cengir sambil menjulurkan lidah ke arah Kelvin.


“Udah dong!!” ucap gadis itu sambil mencolek krim kue ke muka Kelvin.


“Zea!!” teriak Kelvin.


CUP!!


Zea mengecup hidung mancung Kelvin seperti kebiasaanya, membuat Raka menepuk jidatnya dan Kelvin mendecak kesal.


“Apa dia juga menciummu tepat di hidung?” Kelvin berbisik ke telinga Raka, dan cowok itu menggeleng kuat.


“Nggak lah bang!! Tentunya di sini.” Raka menunjuk pipinya, membuat Zea yang di kacangin mendengus kesal.


“Aku mau tanya lagi, apa kamu pernah di panggil si ketos yang sok berkuasa? Oleh si bar-bar itu?!” Kelvin berbisik lagi, sambil melirik intens ke arah Zea.


“Zea, itu sering sekali menceritakan tentangmu. Dia itu memang sangat menyebalkan!! Menurutmu dia cantik atau ganteng?” Tanya Kelvin dengan melirik Zea.


“Menurutku dia cantik kok bang, tapi  ganteng juga sih, dari pada si Bobi Bohay.” Bisik Raka, dengan menatap gadisnya dari atas sampai bawah.


Zea yang ditatap seperti itu, melihat tubuhnya dari atas sampai bawah. Menurutnya tidak ada yang aneh. Mereka yang aneh.


“Apa kamu mencintainya?” bisik Kevin lagi sudah ahli julid.


“Tentu saja aku mencintainya, dia adalah semangatku daru dulu.” Raka berbicara dengan nada sedang, sambil memasukan tangannya di saku celana.


“Cinta siapa? Dan siapa penyemangatmu?!!”


Raka mengembuskan nafasnya dengan kasar, dia yakin urusanya sekarang akan serumit benang kusut.


“Cepatlah toge!! Jawab saja!! Kau tidak perlu mengelak lagi, kau ketahuan selingkuh!!” Kelvin menahan tawanya melihat kemarahan Zea.

__ADS_1


“Hah, aku selingkuh, kok bisa?!”


“Iya!! Siapa cewek yang kau bicarakan pada abang jelekku tadi?” tanya Zea membuat Kelvin kesal, ingin sekali memukul gadis itu.


“Tentu saja pacarku, mau siapa lagi.” jawab Raka datar.


“Benarkah?! Berarti itu aku?!” Zea langsung berlari memeluk Raka, sedangkan cowok itu tidak membalas pelukannya dia pura-pura bersikap datar.


Kelvin menutup matanya dengan telapak tangan, tapi jari-jarinya masih terbuka. Tutupalah matamu Kelvin, ingat kamu cuman punya guling untuk kau peluk! Batin Kelvin sambil mengintip kedua manusia di depannya itu di sela-sela jari.


“Tapi bukan kamu!!” Zea melepaskan pelukannya dan menatap Raka murka.


“Lalu siapa?!” tanya Zea ketus, dengan mata memerah.


“Tentu saja adeknya bang Kelvin, hahaha.” Jawab Raka tersenyum, namun Zea tidak peduli. Dia berdiri mematung, sambil menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Zea, jangan lupa buka dompet yang aku berikan tadi, ya!" Pinta Raka yang hendak masuk mobilnya untuk pulang.


"Baiklah, hati-hati dijalan!! Dan terimakasih untuk hari ini." Jawab Zea tersenyum sambil melambaikan tangan.


"Sama-sama, selamat malam. Jangan merindukanku!! Karena aku hanya di dalam hatimu!" Gombal Raka dengan tersenyum.


"Iya genteng, hehe."


"Dasar buciiiiiin, huwwwwek!!" Kelvin pura-pura mau muntah memegangi perutnya, mendengar interaksi keduanya membuatnya ilfil. Dia menguping Raka dan Zea di balik Guci.


Kalau saja Zea mendengar, pasti Kelvin sudah di pukuli oleh gadis itu.


...*****...


Raka pulang dari rumah Zea sejak beberapa menit yang lalu. Senyuman Raka tidak memudar, dia sangat senang hari ini. Zea telah menjadi kekasihnya, cowok itu seperti mimpi dengan menjadi kekasih seorang Alfa Zea Adiputra.


Raka merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya lalu membuka ponselnya, dan menuju room chat WhatsAppnya. Terlihat wellapre itu foto Zea yang candid tapi lucu baginya, Raka tersenyum geli melihatnya. Dia memasang wellpapre itu sudah sangat lama, Raka memotret Zea diam-diam saat berada di warsamse.


...SEE YOU NEXT TIME....

__ADS_1


...Teimakasih yang sudah komen dan mendukung🤗❤. ...


__ADS_2