
Malam ini, Ariana memutuskan untuk tidak tidur bersama Kevin, tapi bersama putrinya, Emily. Ariana berbaring di sebelah Emily, lalu mencium kepalanya, dan memeluknya. Kalau saja semua ini hanya mimpi buruk yang akan berakhir ketika ia membuka mata di esok hari, Ariana akan sangat bersyukur atas hal itu. Namun, ini adalah kenyataan yang tidak terbantahkan dan ia harus menghadapi itu.
Ariana kini menatap wajah polos Emily dan mengingat lagi ketakutannya untuk mengatakan apa yang telah dia lihat sebelumnya. Yuri begitu berani mengatakan semua itu pada Emily. Sekarang, Emily akan ketakutan memikirkan semua itu. Lalu, akan seperti apa reaksi Emily jika pernikahan ini sungguh tidak bisa dipertahankan lagi? Ariana lebih takut membayangkan hal itu karena ia tahu betul sehancur apa hati seorang anak ketika orang tuanya berpisah.
Dulu, orang tua Ariana berpisah saat ia berusia 7 tahun. Saat itu, Ariana tidak memahami apa-apa, ia hanya tahu bahwa orang tuanya tidak lagi tinggal satu rumah dan ia harus ikut dengan ibunya. Ariana kecil beberapa kali pernah melihat orang tuanya bertengkar, tapi berpikir kalau semuanya akan baik-baik saja, seperti ia yang bertengkar dengan temannya, lalu setelahnya berbaikan dan kembali bermain bersama.
"Saat kau dewasa, kau akan tahu kalau semua ini begitu rumit. Kami sudah berusaha keras untuk bertahan, tapi itu sudah tidak bisa lagi dilakukan. Jangan khawatir, kau akan tetap mendapat kasih sayang dari kami." Ariana kecil mendapatkan jawaban seperti itu dari ayahnya ketika bertanya tentang kenapa orang tuanya tidak berbaikan. Ariana masih ingat momen itu dengan baik dan terasa semakin nyata sekarang.
"Ya, Ayah benar karena sekarang, aku tahu kalau semua itu memang begitu rumit. Aku takut kalau Emily akan merasakan rasa sakit yang dulu aku rasakan. Walau Ayah mengatakan kasih sayang yang aku terima akan tetap sama, tapi aku yang paling tahu bahwa itu tidak pernah sama lagi setelah kalian berpisah." Ariana bicara dengan pelan sembari terus menatap wajah Emily.
***
Di pagi harinya, Kevin yang menyadari kalau Ariana tidak ada di sebelahnya atau di kamar mandi, langsung keluar untuk mencari keberadaannya. Lalu, Kevin melihat Ariana yang keluar dari kamar Emily.
"Apa kau tidur di kamar Emily semalam?" tanya Kevin.
Astaga, Ariana nyaris tidak tahan sekarang karena bayangan Kevin dan Camila semakin berkeliaran di benaknya saat melihat wajah Kevin. Namun, Ariana berhasil mengendalikan diri dan bersikap seolah baik-baik saja. Ariana tidak bisa mempermalukan dirinya dengan berteriak pada Kevin. Ariana juga masih penasaran dengan reaksi ibu mertuanya. Ia telah dibodohi di sini, jadi Ariana akan membalasnya.
"Ya, Emily bilang dia bermimpi buruk dan menjadi takut, jadi aku menemaninya karena aku sudah meminta Yuri beristirahat lebih awal," jawab Ariana dan di saat bersamaan, Camila sudah muncul untuk melakukan pekerjaannya.
"Camila pernah memakai gaun, sepatu, dan tas Anda." Ariana pun kembali mengingat ucapan Wilda semalam, ketika ia telah mencapai kesepakatan dengan wanita itu. Camila begitu lancang dan berani. Ariana ingin melihat sejauh apa keberaniannya.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan Emily? Apa dia baik-baik saja sekarang?"
"Ya, dia masih tidur dengan lelap. Aku akan membangunkannya nanti," jawab Ariana, lalu memeluk erat Kevin di depan Camila.
"Selamat pagi. Aku lupa mengatakannya," ucap Ariana setelahnya, sembari diam-diam melirik ke arah Camila yang terlihat kesal. Ariana lupa memperhatikan ekspresi itu sebelumnya. Jadi, seperti itulah perasaan Camila saat melihat Kevin bersamanya, pikir Ariana. Menjijikan sekali karena Camila begitu berani menyentuh dan menandai sesuatu yang bukan miliknya. Entah siapa yang lebih dulu memulai, tapi bagi Ariana, Kevin dan Camila sama menjijikannya.
"Selamat pagi juga." Kevin tersenyum pada Ariana, lalu memberikan kecupan singkat di bibir wanita cantik itu. Kevin tidak memikirkan bagaimana perasaan Camila saat ini, sebab baginya pemandangan seperti ini seharusnya sudah bisa Camila terima tanpa harus diajari terlebih dulu.
"Camila, tolong siapkan kopi untuk kami, lalu segera ambil baju kotor dari kamar kami." Ariana bicara pada Camila saat ia masih memeluk Kevin.
"Ya, saya akan segera mengerjakannya." Camila bahkan tidak bisa menolak meski ia tidak ingin melakukannya. Menyebalkan sekali, pikir Camila.
"Bagaimana kalau kita mencari udara pagi yang segar sebentar?" ajak Ariana dan Kevin mengangguk setuju.
Kevin dan Ariana pergi ke halaman rumah untuk mencari udara segar di pagi hari. Kevin tampak sedang bermain bersama anak anjing jenis golden retriever yang merupakan hadiah untuk Emily saat dia berulang tahun, sedangkan Ariana duduk santai di kursi taman dan terus menatap ke arah Kevin.
Beberapa saat setelahnya, Camila tampak datang membawakan kopi untuk Ariana dan Kevin. Pandangan Ariana pun seketika mengarah pada Camila dan berusaha untuk tetap seramah mungkin. "Terima kasih." Ariana juga tidak lupa berterima kasih.
"Ya, selamat menikmati." Camila sudah ingin pergi, tapi ucapan Ariana membuat langkahnya tertahan.
"Apa aku bisa bertanya sesuatu padamu?" ucap Ariana yang saat ini sudah berdiri.
__ADS_1
"Ya, silahkan."
"Begini, aku punya sesuatu yang sangat aku sayangi dan aku menjaganya dengan sepenuh hatiku, tapi seseorang mencoba mengambilnya dariku. Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?"
Camila tidak mengerti kenapa Ariana tiba-tiba memberikan pertanyaan seperti itu padanya. Camila sempat berpikir kalau yang dia bicarakan adalah Kevin, tapi mana mungkin Ariana bisa tetap setenang ini jika telah mengetahui hubungannya dengan Kevin?
"Anda memiliki segalanya dan bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan, jadi Anda mungkin bisa merelakan sesuatu itu dan mendapatkan yang baru." Camila tidak tahu konteks apa yang Ariana bicarakan, tpai yang sedang ia bicarakan adalah Kevin.
Ariana tampak tersenyum, lalu berkata, "Benar juga. Aku bisa mendapatkan yang baru, jadi kenapa harus memperebutkan sesuatu dengan orang lain? Hanya orang-orang tertentu ysng suka sesuatu yang seperti itu. Apa sebutannya? Benar, tidak tahu diri dan tidak punya harga diri."
"Saya permisi." Camila memutuskan untuk segera pergi karena merasa tidak kuat menghadapai tingkah aneh Ariana. Selain itu, Camila juga tiba-tiba merasa mual.
"Apa yang kau bicarakan dengannya?" lalu, Kevin yang sudah selesai bermain dengan anak anjing tampak bertanya pada Ariana karena tadi melihatnya bicara dengan Camila.
"Hanya tentang pekerjaannya. Ayo, duduk dan nikmati kopi kita."
"Kenapa? Apa kau punya keluhan tentangnya?" tanya Kevin lagi, ketika ia sudah duduk bersama Ariana.
"Tidak. Dia bekerja dengan baik dan pelayanannya bisa memuaskan banyak orang," jawab Ariana, lalu mulai menyeruput kopinya.
"Ya, dia memang bisa memberikan pelayanan dengan baik." Kevin ikut tersenyum karena yang ada di dalam benaknya adalah betapa memuaskannya Camila dalam melayaninya di atas ranjang.
__ADS_1
Ariana diam-diam melirik Kevin dengan ekor matanya yang tajam karena merasa yakin cukup tahu apa yang ada di dalam benak Kevin saat ini. Sedangkan di sisi lain, Wilda melihat Camila yang lari ke dalam kamar mandi dan terdengar seperti muntah-muntah.
"Apa yang terjadi padanya? Tidak mungkin, kan?" gumam Wilda sembari menutup mulutnya karena terkejut dengan pemikirannya sendiri.