
Ariana sempat menyalakan ponselnya saat berjalan menuju ke mobilnya, lalu langkahnya seketika terhenti setelah membaca isi pesan Kevin. Ketakutan itu tiba-tiba menyelimuti Ariana, sebab ia tidak pernah menduga kalau Camila bisa melarikan diri dari penjara dan sampai sekaramg keberadaannya tidak ditemukan.
Di saat bersamaan, Camila terus mendekat ke arah Ariana. Camila tidak peduli jika ia harus kembali ke penjara setelah ini, setidaknya ia telah berhasil membunuh Ariana dengan tangannya sendiri. Tentang Fiona dan masalahnya dengan Kevin yang bahkan tidak pernah menemuinya, Camila akan mengurus itu nanti. Bukankah Kevin masih sangat mencintai Ariana? Maka, ia akan membuat Kevin sakit hati dengan kematian Ariana.
Camila berjalan dari arah yang gelap dan di sisi kanan dan kirinya ada mobil terpakir, jadi Ariana tidak menyadari kehadirannya. Ketika langkah Camila semakin dekat, Kevin justru datang dan memeluk erat Ariana. Kevin juga tidak datang sendiri, melainkan bersama dua pria berbadan kekar yang terlihat seperti pengawalnya. Sial! Camila telah kehilangan kesempatan dan ia langsung melarikan diri.
Sedangkan Ariana tampak terkejut saat Kevin yang tiba-tiba datang dan langsung memeluknya dengan sangat erat, dia bahkan datang bersama pengawal. "Apa kau terluka?" Kevin kini bertanya dengan penuh kekhawatiran setelah pelukan itu terlepas.
"Aku baik-baik saja. Kenapa kau di sini? Kau bahkan datang bersama dua pengawal," ucap Ariana.
"Apa kau sudah membaca pesanku?"
"Ya, aku sudah membacanya. Apa itu alasanmu datang?" Ariana kembali bertanya pada Kevin.
"Aku khawatir padamu, tapi kau jangan khawatir pada Emily, Mark ada di sana dan Ibuku juga sudah mengirim beberapa orang untuk berjaga sampai Camila ditemukan." Kevin sebenarnya tidak ingin meminta bantuan Mark untuk menjaga Emily saat ia pergi menjemput Ariana, tapi ia tidak punya pilihan lain saat ini. Kevin ingin memastikan kalau Ariana baik-baik saja karena bukan tidak mungkin jika Camila datang ke tempat ini.
"Aku baik-baik saja. Aku ingin segera pulang bertemu dengan Emily."
"Baiklah, aku akan berjalan di depanmu dan pengawal di belakangmu."
"Baiklah." Ariana hanya setuju saja, agar ia bisa cepat sampai di rumah dan bertemu dengan Emily.
__ADS_1
***
Setelah kabar kaburnya Camila tersebar, wanita itu tidak juga ditemukan walau telah satu minggu berlalu. Pihak kepolisian dan orang-orang suruhan Fiona terus melakukan pencarian, tapi mereka menduga kalau Camila telah merencanakan semuanya dengan matang dan ditambah dia juga cerdik, jadi bisa bersembunyi dengan sebaik ini.
Karena Camila belum ditemukan, maka Fiona kini juga mengirimkan pengawal untuk menjaga Emily saat dia bersekolah atau memiliki kegiatan yang lain. Fiona hanya peduli pada Emily, Kevin, dan dirinya sendiri, bukan pada Ariana. Fiona tidak pernah mencemaskan wanita itu, tapi sebaliknya berharap Camila lebih dulu menemukan Ariana, lalu menyingkirkannya. Fiona sudah tahu tentang dendam Camila dan suatu saat itu bisa menjadi alasan kepergian Ariana dari dunia ini dan ia tidak perlu mengotori tangannya. Atau sebaiknya Camila dibiarkan tetap di luar sampai dia membalas dendam pada Ariana?
Namun, walau Fiona tidak peduli pada Ariana, pada kenyataannya ada Kevin yang begitu peduli pada Ariana sampai mengirimkan seorang pengawal yang akan selalu menjaga Ariana selama dia berada di luar rumah. Kevin juga menjadi sering menjemput atau mengantar Ariana sekarang.
"Apa harus seperti ini?" Ariana bertanya pada Kevin yang kali ini kembali menjemputnya. Ariana menghargai kebaikan Kevin, tapi semua ini mulai menarik perhatian orang-orang dan memicu gosip tentang dirinya kalau ia adalah wanita tidak memiliki pendirian yang dulu bersikeras bercerai, tapi sekarang kembali dekat dengan mantan suaminya.
"Ini demi keselamatanmu," jawab Kevin.
"Tapi tidak harus sampai seperti ini. Orang-orang mulai bergosip tentang diriku, mengatakan kalau aku wanita tidak berpendirian yang kembali mendekat pada mantan suami yang dulu aku ceraikan," balas Ariana.
"Sejak aku tidak bisa terus berpura-pura mengabaikannya." Ariana dengan cepat membalas ucapan Kevin.
"Mari abaikan itu untuk sementara waktu. Aku khawatir padamu. Aku ingin memastikan kalau kau baik-baik saja." Kevin menatap lekat Ariana.
Ariana juga menatap lekat Kevin, merasa bingung bagaimana cara menjelaskan kalau ini rasanya seperti menyiksanya. Ariana tahu kalau ia tidak mungkin bisa menjaga jarak yang begitu jauh dari Kevin karena ada Emily yang akan selalu menjadi pengikat di antara dirinya dan Kevin. Namun, Ariana ingin sedikit saja menjauh dari Kevin agar bisa memulihkan dirinya, bukan seperti ini.
Mendapatkan sensai déjà vu dan merindukan momen di masa lalu ketika Kevin begitu menjaganya membuat Ariana kesulitan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Tidak mudah bagi Ariana untuk menghilangkan cinta yang tumbuh di hatinya selama 10 tahun lamanya, termasuk beradaptasi dengan status di antara dirinya dan Kevin saat ini. Apalagi dengan kejadian seperti ini, Ariana menjadi semakin kesulitan.
__ADS_1
"Jika sebelumnya kau menjaga Ariana dengan baik, maka dia akan selalu baik-baik saja." Seseorang menyahuti ucapan Kevin dan dia adalah Eric yang Kevin sendiri tidak tahu kenapa bisa ada di sini.
Ariana tampak menghela napas, sebab ia tidak bisa lagi bersikap sama pada Eric setelah apa yang terjadi di antara dirinya dan Eric, apalagi setelah tahu kalau Eric adalah orang yang telah membantu Camila untuk membuat berita palsu yang sampai menyeret namanya. Ariana benci disorot untuk hal yang memalukan seperti itu. Ariana pun tahu kalau Eric mencoba mendekatinya selama beberapa waktu terakhir, dia tetap melakukannya bahkan saat telah memiliki istri. Benar-benar membuat tidak nyaman.
"Tidak ada yang memintamu untuk bicara." Kevin membalas dengan kesal.
"Aku tidak perlu izin atau perintah siapa pun untuk bicara," balas Eric.
"Kenapa kau di sini?" tanya Ariana.
"Aku baru saja bertemu dengan seseorang, lalu aku mampir setelah melihat berita kalau Camila melarikan diri dari penjara. Aku khawatir padamu," jawab Eric dan membuat Kevin tertawa mendengarnya.
"Khawatirkan saja istrimu. Kalian pengantin baru, tapi sepertinya kau sering meninggalkannya. Selain itu, Camila rekan kejahatanmu, kan? Apa kau yakin tidak tahu keberadaannya saat ini? Atau jangan-jangan kau yang membantunya kabur?" Kevin membalas ucapan Eric lagi-lagi dengan nada ketus.
"Untuk apa kau membebaskan orang yang pernah mencoba menyerang Ariana? Aku hanya penasaran untuk apa semua sikapmu ini? Setelah mengkhianati Ariana di rumahnya sendiri dengan pelayan yang melayaninya setiap hari, sekarang kau bersikap seolah kau sangat menyanyanginya. Menjijikan sekali!" Eric dan Kevin menjadi kian memanas.
Ariana yang muak dengan perdebatan Eric dan Kevin memilih untuk masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kedua pria itu. Kevin yang melihat Ariana pergi langsung menyusulnya tanpa peduli pada Eric yang terlihat belum selesai bicara.
"Sial! Kenapa harus ada Kevin? Dan kenapa aku tidak bisa menghindari pernikahan sialan itu? Benar-benar takdir yang tidak berguna," kesal Eric.
Saat Ariana terus melajukan mobil dengan Kevin yang terus berada di belakangnya, ia dibuat kaget oleh seseorang yang melemparkan batu dari arah kiri sampai membuat kaca mobilnya pecah dan batu itu mengenai kepala Ariana. Pergerakan mobil Ariana memjadi tidak terkendali karena ia kaget dan kepalanya terluka, sehingga membuat Ariana menabrak pembatas jalan.
__ADS_1
Kevin langsung menghentikan mobilnya, lalu turun dengan terburu-buru saat melihat Ariana mengalami kecelakaan tepat di depannya. Kevin tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi kini ia melihat kaca mobil Ariana yang berlubang dan ketika pintu mobil dibuka, ia melihat Ariana yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka di kepalanya yang terus mengeluarkan darah.