Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 30 [Kesepakatan Untuk Bercerai]


__ADS_3

Di lokasi penginapan Lily sering dilakukan pemotretan untuk keperluan iklan atau foto prewedding seperti yang terjadi hari ini. Lokasi pemotretan dekat dengan tempat Ariana menginap, jadi ia bisa melihat betapa cantiknya calon pengantin wanita yang baru saja keluar dari kamarnya dengan memakai gaun pengantin cantik berwarna putih rancangan Vera Wang, seorang desainer gaun pengantin kelas dunia.


Melihat momen seperti itu membuat Ariana mengingat lagi masa lalunya, saat semuanya tampak begitu bahagia. Ariana cukup benci mengingat momen itu, jadi ingin mengalihkan perhatiannya dengan buru-buru pergi menyusul Emily yang sudah berlari menyusul Lily untuk pergi ke kebun buahnya.


"Ariana?" lalu, sebuah suara berhasil menghentikan langkah Ariana.


Ariana menoleh ke belakang dan melihat Mark yang tersenyum padanya sembari memegang kameranya. Ariana rasa, Mark menjadi fotografer untuk foto prewedding dari calon pengantin itu. Ariana pun kini berjalan ke arah Mark, sementara Mark juga berjalan ke arahnya.


Setelah konferensi pers itu, Mark tidak lagi tahu bagaimana kabar Ariana dan ternyata dia sedang ada di penginapan ini. "Sejak kapan kau di sini? Apa kau datang sendiri?" tanya Mark.


"Aku datang dua hari yang lalu. Aku datang bersama Emily. Apa kau menjadi fotografer untuk foto prewedding itu?" Ariana juga bertanya pada Mark.


"Ya, aku menjadi fotografer untuk foto prewedding itu." Walau ada banyak hal yang ingin ia katakan dan tanyakan pada Ariana, pada akhirnya, Mark tetap menahan semua itu.


"Bekerjalah dengan semangat. Kalau begitu, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa." Ariana tersenyum psda Mark dan setelahnya pergi.


"Apa dia sedang mencari ketenangan di sini?" gumam Mark yang masih terus menatap ke arah Ariana.


***


Ketika kesepakatan akhirnya tercapai, maka penyelesaian suatu masalah pun mulai dilakukan. Camila mulai muncul di publik dan mengatakan bahwa unggahan yang tersebar hanyalah kesalahpahaman yang disebarkan oleh orang tidak bertanggujawab untuk menjatuhkan Kevin. Namun, saat ditanya hubungan apa yang dia miliki bersama Kevin dan kebenaran tentang kehamilannya, Camila memilih untuk tidak menjawab dengan mengatakan kalau itu adalah privasi. Camila hanya menekankan bahwa tidak pernah ada pemaksaan diri yang Kevin lakukan padanya, apalagi pelecehan, dan siapa pun yang masih menyebarkan berita palsu itu akan dituntut.


Ariana yang melihat pernyataan Camila tahu bahwa wanita itu tidak mungkin bicara begitu saja tanpa sebuah imbalan, mungkin telah terjadi sebuah kesepakatan dan ia harus waspada akan hal itu. Setelah melihat berita itu, Ariana mulai menyalakan ponsel yang telah ia matikan sejak meninggalkan rumah karena ingin mendapatkan ketenangan.


Setelah ponselnya menyala, Ariana melihat ada begitu banyak pesan dari Kevin yang menanyakan keberadaannya dan Emily. Ariana tidak peduli pada pesan-pesan itu, sampai akhirnya ia melihat pesan Kevin yang baru saja masuk ke ponselnya. [Kembalilah, lalu bicara denganku tentang perceraian kita. Bukankah kita juga perlu menjelaskan hal itu pada Emily? Mari cari waktu terbaik untuk membuatnya memahami semua ini.] Itulah isi pesan singkat Kevin.


Ketika menyadari kalau Ariana akhirnya kembali aktif, Kevin langsung meneleponnya karena pesan saja tidak akan cukup untuk membicarakan sebuah perceraian. Kevin sangat berharap kalau Ariana akan menjawab telepon darinya dan akhirnya itu benar-benar terjadi. Sebelumnya, ia merasa agak bosan dengan Ariana setelah sekian lama bersamanya, apalagi Ariana sering begitu sibuk dengan pekerjaannya, tapi setelah Ariana pergi dan tidak memberikan kabar apa-apa padanya, Kevin menyadari kalau kehadiran Ariana sangat berarti dalam hidupnya. Ia seharusnya mengatasi rasa bosan dan jenuh itu dengan Ariana, bukan malah mencari hiburan yang akhirnya menghancurkan segalanya.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu dan Emily? Apa kalian baik-baik saja?" ucap Kevin setelah Ariana menjawab teleponnya.


"Ya, kami baik-baik saja." Suara Ariana terdengar begitu dingin.


"Aku senang mendengarnya. Kalian berlibur di mana?"


"Mari tidak berbasa-basi. Aku akan segera kembali bersama Emily, lalu bicarakan tentang perceraian kita dengan memahami sudut pandang Emily. Mari jangan menjelekkan satu sama lain. Katakan dengan sederhana dan tidak perlu menceritakan masalah kita secara detail. Emily pasti akan memahaminya seiring berjalannya waktu."


"Ya, aku akan melakukannya. Dimana Emily sekarang? Aku ingin bicara dengannya."


"Emily sudah tidur." Ariana menjawab dengan cukup singkat dan pandangannya mengarah pada Emily yang tertidur lelap di ranjang. Emily sepertinya lelah setelah seharian bermain di kebun.


"Baiklah. Tapi, kau tahu bukan kalau kau seharusnya tidak membawa Emily pergi begitu saja? Kau seharusnya bicara dulu padaku."


Ariana sempat terdiam sejenak. Ya, Ariana tahu tindakannya kurang tepat, tapi jika bicara lebih dulu, maka keadaan hanya akan semakin memburuk dan itu sangat melelahkan untuknya. Ariana hanya ingin ketenangan, itu saja.


"Ya, aku salah. Ini sudah malam, jadi aku akan istirahat sekarang," ucap Ariana setelah sempat terdiam.


"Jangan pernah berkata kalau kau tidak ingin melepaskanku, karena tindakanmu mengatakan yang sebaliknya." Ariana langsung menyudahi pembicaraan dengan Kevin.


Ariana melempar ponselnya ke lantai, lalu memeluk kedua lututnya dan menidurkan kepalanya di atas lipatan tangannya. Ariana tidak ingin menangis lagi, tapi air matanya kini mengalir begitu saja. Kevin telah menyetujui sebuah perceraian, maka semuanya akan segera berakhir. Pernikahannya telah benar-benar hancur karena tidak berhasil melewati fase bosan yang ada dalam sebuah hubungan. Ariana pikir, pernikahannya kuat, tapi ternyata begitu lemah.


Di tempat lain, Kevin juga tampak terduduk di lantai dan bersandar di ranjang seperti yang Ariana lakukan. Botol dan kaleng minuman berserakan di sekitarnya. Di depan Kevin terpampang jelas foto pernikahannya dengan Ariana yang terlihat telah rusak dan Kevin telah memdapatkan jawaban pasti dari Wilda kalau Ariana yang telah merusak foto itu. Kebencian Ariana telah begitu besar sampai dia bisa merusak foto yang sebelumnya sangat dia sayangi.


"Kalau saja waktu bisa diulang, maka aku tidak akan pernah mengkhianatimu," gumam Kevin dengan pandangan yang terus mengarah ke foto pernikahannya dan air mata jatuh di pipinya.


Di luar, Wilda terlihat membuka pintu kamar Kevin dengan perlahan karena ia ingin melihat keadaan Kevin yang belum keluar sejak tadi sore. Wilda hanya membuka sedikit pintu, hanya agar ia bisa cukup melihat Kevin. Dari sana Wilda bisa melihat Kevin yang menundukkan kepalanya dan dia telah minum begitu banyak. Wilda sedih melihat Kevin seperti ini, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan. Wilda tidak bisa ikut campur terlalu dalam ke dalam masalah keluarga ini. Ia sudah diingatkan tentang posisinya dan harus selalu mengingat hal itu.

__ADS_1


"Tolong menyingkir." Sebuah suara terdengar. Suara yang membuat Wilda seketika menoleh, lalu raut wajahnya terlihat penuh kemarahan karena yang bicara adalah Camila.


"Apa yang kau inginkan sekarang?" Wilda bertanya dengan nada ketus. Wilda tidak menyingkir sedikit pun dari tempatnya.


"Aku ingin bertemu Kevin."


"Kevin?" Wilda tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Ya, Kevin. Apa ada yang salah dengan itu?"


"Kau masih pelayan di sini, bukan Nyonya, jadi jaga ucapanmu. Satu lagi, sebaiknya kau tidak menemui Tuan Kevin sekarang karena dia ada dalam pengaruh alkohol dan bisa melakukan tindakan apapun. Aku melakukan ini karena tidak ingin Tuan Kevin mengotori tangannya karena marah pada wanita sepertimu." Wilda memperingatkan Camila dan setelahnya pergi meninggalkan wanita itu.


Camila melirik ke dalam kamar Kevin dan memang terlihat jelas kalau pria itu sedang mabuk. Kemarahan Kevin masih begitu besar padanya dan Camila tahu kalau Kevin bisa saja berbuat nekat dalam keadaan seperti itu, jadi ia akan menahan diri sekarang.


***


Sebelumnya, Mark tidak sempat bicara dengan Ariana lagi karena ia harus pergi untuk pekerjaan lain sebelum Ariana kembali. Hari ini, Mark kembali melanjutkan foto prewedding di tempat yang sama dan untuk pasangan yang sama karena sebelumnya tertunda calon pengantin wanita yang tidak enak badan. Ketika kembali ke sana, Mark sempat menoleh ke sekelilingnya untuk mencari Ariana, tapi dia tidak terlihat.


"Ariana sudah pulang bersama putrinya. Mereka sudah pergi sejak tadi." Lily bicara pada Mark karena ia yakin kalau pria itu memang mencari keberadaan Ariana.


"Bu Lily, kenapa Anda ada di sini?" tanya Mark.


"Aku pemilik, sekaligus pengelola tempat ini. Aku pikir, kau sudah mengetahuinya."


"Saya belum mengetahuinya. Jadi, Ariana sudah pergi?"


"Ya, dia sudah pergi," jawab Lily.

__ADS_1


Sementara itu, Ariana bsru saja tiba di rumah bersama Emily. Ariana menggandeng tangan Emily dan masuk bersamanya. Walau terlihat tenang, tapi Ariana sedang sibuk mempersiapkan diri untuk memberitahu Emily tentang perceraiannya dengan Kevin. Ariana masih tidak tahu bagaimana cara mengatakan semua itu pada Emily.


Langkah kaki Ariana kini terhenti saat ia melihat Camila yang keluar dari kamar Kevin. Wanita itu tidak lagi memakai seragam pelayan dan tatapannya seolah ingin menunjukkan seperti apa posisinya di rumah ini sekarang. Kesombongan dan ambisi yang besar, Ariana bisa melihat semua itu dari mata Camila.


__ADS_2