Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 7 [Menyangkal Kenyataan]


__ADS_3

Ketika Ariana tiba di rumah bersama Emily, ia melihat Kevin yang sudah ada di rumah, masih memakai pakaian kantor, dan mengatakan baru saja pulang dari kantor. Ariana pun mendapatkan pelukan hangat dan kecupan manis di bibirnya sebagai ungkapan selamat atas pencapaiannya hari ini. Ketika mendapat pelukan, ciuman, dan ucapan selamat dari Kevin, Ariana tampak tersenyum, tapi ada banyak hal yang tersembunyi di balik senyumannya.


"Jadi, kau baru saja meninggalkan kantor?" tanya Ariana setelah Kevin tidak memeluknya lagi.


"Ya, aku menyelesaikan pekerjaanku secepat mungkin, jadi kita bisa pergi makan malam. Apa kau sudah memilih tempatnya?"


"Ya, aku sudah mengatur semuanya," jawab Ariana.


Ariana tidak akan mengatakan apa yang ia dengar dari Ella, karena ia sudah sempat memastikan ucapan Ella dengan datang ke kantor Kevin, dan dia memang sudah pergi meninggalkan kantor lebih awal, tepat seperti yang Ella katakan, jadi sudah jelas siapa yang berbohong. Ariana juga meminta pada orang di kantor untuk tidak memberitahu Kevin kalau ia datang. Ariana ingin tahu apakah Kevin ingin menjelaskan sesuatu tentang hal ini bahkan jika tidak ditanya, atau dia hanya akan tetap diam dan berbohong padanya.


***


Hari ini, sebelum pergi makan malam, Emily bersikeras agar Ariana yang menyisir dan merapikan rambutnya, bukan Yuri, jadi Ariana menunda dulu waktunya untuk bersiap-siap dan fokus pada Emily, agar suasana hati gadis kecilnya tidak berubah menjadi buruk.


Saat Ariana merapikan rambut Emily untuk membuatnya terlihat cantik, ia sempat berkata pada Yuri untuk mempersilahkannya istirahat lebih awal hari ini, sebab ia dan Kevin yang akan mengurus Emily sekarang. Yuri pun berterima kasih dan setelahnya berpamitan untuk pergi ke kamarnya.


"Ibu." Emily membuka percakapan setelah sempat terdiam.


"Ya? Apa kau ingin mengubah gaya rambutmu? Kau tidak menyukai ini?" tanya Ariana sembari menatap pantulan dirinya dan Emily di cermin.


"Tidak, aku menyukai ini. Tapi, Ibu ..." Emily tampak terdiam karena mengingat kembali ucapan Yuri tentang apa yang ia lihat tentang ayahnya yang keluar dari kamar bersama seorang pelayan.


"Mereka bisa bertengkar atau berpisah jika Nona mengatakannya dan Nona tidak akan bisa bersama mereka lagi. Jadi mari sembunyikan hal itu. Bukankah Nona ingin terus tinggal bersama mereka?" inilah yang Yuri katakan ketika Emily bertanya kenapa tidak boleh mengatakan pada ibunya kalau ayahnya keluar dari kamar bersama seorang pelayan. Emily yang masih kecil dan dibuat takut oleh hal seperti itu, jadi tentu saja memilih untuk diam, agar orang tuanya tidak berpisah.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" Ariana menatap lekat putrinya secara langsung, bukan lagi lewat pantulannya di cermin.


"Tidak, aku tidak ingin mengatakan apa-apa," ucap Emily pada akhirnya.


Sebagai seorang ibu, Ariana bisa merasakan ada yang berbeda dari putrinya. "Ada apa, Sayang? Apa di sekolah kau baik-baik saja?"


"Bibi Yuri bilang, aku tidak boleh mengatakannya atau Ibu dan Ayah akan bertengkar. Aku tidak akan mengatakannya."


Ariana mengerutkan dahinya, bingung dengan apa yang diucapkan oleh Emily. Ariana pun memutar kursi yang diduduki oleh Emily, agar Emily bisa berhadapan dengannya. "Bibi Yuri mengatakan itu padamu? Tentang apa?" tanya Ariana.


"Ibu, aku tidak boleh mengatakannya. Ibu dan Ayah akan berpisah jika aku mengatakannya."


Astaga, Ariana tidak tahu apa yang telah Yuri katakan pada Emily di belakangnya. "Kami akan baik-baik saja, jadi katakan pada Ibu, apa itu? Jangan takut karena tidak akan berubah. Ayo, katakan pada ibu." Ariana terus berusaha membujuk Emily.


"Aku tidak akan mengatakannya." Emily menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Ariana langsung menuju ke kamar Yuri. Kedatangan Ariana pun membuat Yuri sangat kaget, apalagi saat melihat tatapan Ariana yang terlihat tidak seramah biasanya. Ariana langsung masuk dan menutu pintu kamar Yuri, tanpa berkata apa-apa terlebih dulu.


"Ada Anda membutuhkan sesuatu?" tanya Yuri dengan sedikit takut.


"Apa maksudmu mengatakan pada Emily jika dia mengatakan sesuatu, maka aku dan Kevin akan berpisah? Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu pada putriku!" Ariana yang tidak suka basa-basi langsung pada inti pembicaraan yang ingin ia sampaikan pada Yuri.


"Saya tidak bermaksud ... saya hanya ..." Yuri kesulitan untuk bicara karena tidak tahu harus mengatakan apa. Yuri tidak ingin terus berbohong pada Ariana, tapi ia juga takut pada Kevin. Jika bisa meminta, Yuri tidak pernah ingin terlibat dengan semua ini.

__ADS_1


"Apa yang kau sembunyikan dariku? Apa kau mengkhianati kepercayaanku padamu? Apa seperti itu?"


"Tidak seperti itu. Saya tidak pernah ingin mengkhianati Anda. Tidak pernah sekali pun."


"Kalau begitu, bicaralah padaku. Apa maksud dari ucapan yang kau sampaikan pada Emily?" Ariana terus mendesak Yuri.


Yuri meremas ujung bajunya dan tidak menemukan solusi terbaik untuk melarikan diri dari situasi ini. Namun, apakah mungkin ini sudah saatnya bagi Ariana untuk mengetahui apa yang terjadi di antara Kevin dan Camila? Tapi, apa yang akan terjadi jika ia bicara pada Ariana tentang perselingkuhan itu?


Yuri kini tiba-tiba menjadi berlutut dan meminta maaf, sehingga membuat Ariana menjadi semakin bingung. Yuri tidak akan lupa pada kebaikan Ariana yang pernah membantunya saat ia membutuhkan uang segera ketika terjadi masalah di keluarganya dan Ariana bahkan tidak pernah meminta uang itu kembali. Yuri menjadi merasa sangat bersalah karena telah mengkhianati Ariana dengan cara seperti ini.


"Yuri, apa yang sebenarnya terjadi?" Ariana kembali bertanya.


"Saya melarang Nona Emily mengatakan tentang dia yang kemarin malam melihat Tuan Kevin keluar dari kamar Anda bersama Camila. Saya dan semua pelayan juga telah tahu kalau mereka menjalin hubungan terlarang. Saya pernah melihat mereka berciuman di paviliun, tapi saya tidak berani bicara karena Tuan Kevin mengancam saya. Tolong maafkan saya. Tolong jangan pecat saya."


Ariana seolah membeku setelah mendengar ucapan Yuri. Ariana kembali mengingat tentang rambut yang ditemukan di bantal Kevin dan gaunnya. Apa itu berarti Camila datang ke kamarnya lebih dari sekadar untuk membersihkan kamarnya? Tapi, bagaimana mungkin Kevin melakukan ini padanya? Bukankah Kevin sangat mencintainya? Lalu, bagaimana dengan hari ini? Apa Kevin berbohong padanya karena ingin bersama Camila?


"Saya juga pernah melihat Tuan Kevin masuk ke kamar Camila saat Anda sedang bekerja," lanjut Yuri.


"Jadi, semua orang tahu bahkan putriku melihat hal kotor, tapi hanya aku yang tidak tahu dan kalian terus melihatku seperti orang bodoh. Apa itu yang kau maksud?" Ariana akhirnya bicara setelah sempat terdiam.


"Saya tidak pernah melihat Anda dengan cara seperti itu," ucap Yuri yang saat ini masih berlutut di depan Ariana.


Air mata jatuh di pipi Ariana dan ia tidak bisa mempercayai semua ini. Bagaimana mungkin Kevin mengkhianatinya dengan pelayan yang setiap hari melayaninya bahkan membiarkan wanita itu ke tempat tidurnya? Tidak mungkin. Ariana yakin kalau Kevin mencintainya dan tidak mungkin selingkuh.

__ADS_1


"Saya meminta maaf. Tolong maafkan saya. Saya akan melakukan apapun agar Anda memaafkan saya." Yuri meminta maaf untuk kesekian kalinya.


Ariana tidak mengatakan apa-apa dan memilih untuk pergi dari kamar Yuri. Ariana mengusap air matanya dengan kasar dan masih menyangkal apa yang Yuri katakan atau apa yang ada di benaknya tentang Kevin dan Camila. Ariana tidak bisa menerima semua itu. Kevin adalah dunianya, bagaimana jadinya jika dunianya sungguh menghancurkannya seperti itu?


__ADS_2