
Pada akhirnya, Fiona meninggalkan Kevin dan Ariana berdua saja. Fiona tidak tahu apalagi yang ingin Kevin bicarakan dengan wanita itu. Fiona mengharapkan Kevin yang marah sehingga dia mau merebut Emily dengan cara apapun, tapi sampai detik ini, Kevin yang ia inginkan tidak muncul juga.
Kevin menatap lekat Ariana dan berkata, "Kau terlihat sedikit angkuh sekarang. Ya, kau memang mengakui kesalahanmu, tapi kau tidak memperlihatkan penyesalan atau rasa bersalahmu. Bukankah benar jika Emily bisa berada dalam bahaya jika kau terus seperti ini?"
Ariana tidak menduga seperti itulah dirinya di mata Kevin sekarang. Tidak ada penyesalan dan rasa bersalah? Harus seperti apa penyesalan dan rasa bersalah itu ditunjukkan? Apakah ia harus berlutut dan meminta maaf di depan Kevin dan ibunya?
"Apa kau menyadari sesuatu? Kau tidak pernah benar-benar melihat diriku saat aku berada dalam kondisi terburukku. Ada banyak luka dalam diriku yang tidak kau ketahui dan aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri untuk sembuh dari luka itu. Aku angkuh? Tidak ada penyesalan dan rasa bersalah? Apa kau yakin kalau kau benar-benar mengenalku? Apa kau pernah melihat titik kehancuranku sampai aku ingin menyerah dan menenggelamkan diriku?"
"Menenggelamkan diri?" Kevin begitu terkejut mendengar hal itu dari Ariana.
"Saat aku pergi dan kau tidak bisa menghubungiku, lalu aku muncul bersama Mark, saat itulah semuanya terjadi. Jika seorang wanita tidak melihatku, lalu Mark tidak ikut menolongku, maka itu akan menjadi hari terakhirku. Namun, aku bersyukur ada yang menyelamatkanku dari tindakan bodoh itu. Sekarang, aku berpikir, kenapa aku begitu bodoh saat itu?" Ariana akan menunjukkan pada Kevin seperti apa sebenarnya hidup dari wanita yang dia cap angkuh ini.
"Kau yang mengajarkanku cinta, membuatku percaya kalau cinta yang tulus itu ternyata masih ada, tapi pada akhirnya kau yang paling menyakitiku. Aku tertipu oleh cinta semu yang kau berikan padaku. Aku bahagia saat orang-orang mengatakan kalau hidupku begitu indah, sampai membuatku merasa kalau aku telah berhasil membuang citra buruk yang Ibuku berikan padaku, tapi pada kenyataannya aku adalah orang yang menyedihkan," ucap Ariana lagi dan pandangannya tidak lepas dari Kevin yang juga menatap ke arahnya.
"Itulah yang aku sembunyikan dari sifat dan wajah angkuh ini. Bertahun-tahun kita bersama, tapi kau masih tidak tahu apa-apa tentang diriku. Aku tidak lagi punya ayah yang akan melindungiku saat aku disakiti, aku juga tidak lagi punya ibu yang akan memelukku saat aku terluka. Aku hanya punya Emily dan aku akan melindunginya. Itu saja." Ariana kembali bicara dan setelahnya pergi meninggalkan Kevin yang tampak terdiam setelah mendengar semua ucapannya.
Kevin hanya menatap kepergian Ariana, tanpa berusaha menghentikannya. Kevin terus menatap ke arah pintu sampai akhirnya ibunya kembali masuk ke ruang perawatannya. Rasa cinta itu masih ada di hati Kevin, jadi ia tidak bisa menyakiti Ariana lebih dari ini. Keinginannya adalah mendapatkan Ariana lagi, bukan menyakitinya.
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Fiona.
"Ibu, berhentilah mengirim seseorang untuk menguntit Ariana. Perbuatan Ibu sangat memalukan." Tapi malah jawaban itu yang Fiona dapatkan dari Kevin.
"Kevin ...."
"Aku mohon, Ibu, lakukan saja. Jangan melakukan apapun dan biarkan aku yang melakukannya. Jika Ibu masih melakukan hal seperti itu, maka aku tidak akan tinggal diam." Kevin menekankan kalimatnya.
"Wanita itu telah kembali mencuci otakmu. Ini persis seperti saat kau memilih pergi dari rumah untuk menikahinya."
"Mari biarkan keadaan tetap seperti ini untuk beberapa waktu. Aku mohon."
"Terima kasih karena Ibu telah menjauhkan Camila dari hidupku, tapi bantuan Ibu cukup sampai di sini. Cara Ibu terlalu kasar dan pada akhirnya aku yang dibenci oleh Ariana, jadi tolong berhentilah." Kevin menatap lekat ibunya dan memberikan tatapan yang begitu memohon. Sejujurnya, Kevin juga tidak bisa sepenuhnya mempercayakan Emily pada ibunya jika nantinya Emily benar-benar bisa diambil oleh ibunya.
***
Setelah pembicaraan saat itu, Fiona benar-benar dihentikan oleh Kevin untuk melakukan apapun yang dia rencanakan untuk merebut Emily. Fiona kesal, tapi apa yang bisa dilakukannya? Tidak ada karena Kevin telah terang-terangan ada di pihak Ariana dan Kevin akan selalu membela Ariana jika terjadi sesuatu padanya. Bahkan setelah mereka bercerai pun Fiona masih tidak bisa menyingkirkan Ariana dari bayang-bayang hidup Kevin.
__ADS_1
Sedangkan Ariana meyakinkan dirinya untuk kembali memulai acaranya setelah beberapa kali ditelepon oleh sang PD. Walau perceraian berusaha keras ia tutup, tapi Ariana tahu kalau kabar perceraian mulai menyebar, tapi beruntung orang-orang tidak fokus pada hal itu atau menilainya dari statusnya saat ini.
Saat Ariana sedang melakukan siaran langsung, Mark yang saat ini bersama Emily tampak asik menonton acara itu. Sebenarnya hanya Mark yang asik menonton, sementara Emily lebih banyak fokus pada kegiatan menggambarnya. Mark ada di sini bukan karena Ariana yang memintanya, tapi Emily yang memintanya untuk datang. Emily sebenarnya sudah punya seorang pengasuh baru, tapi dia masih lebih nyaman bersama Mark.
"Apa Paman menyukai Ibuku?"
Mark tertegun dan langsung menoleh pada Emily setelah mendengar pertanyaan yang mengejutkan darinya. "Kenapa kau tiba-tiba mengatakan itu?" Mark balik bertanya pada Emily.
"Teman laki-laki terus saja menatapku dan dia bilang itu karena dia menyukaiku."
"Apa? Ada yang mengatakan itu padamu? Lalu, apa yang kau katakan?" Mark mencoba mengalihkan pertanyaan karena terlalu memalukan jika menjawab pertanyaan itu di depan anak kecil.
"Aku katakan kalau aku tidak menyukainya. Jadi, apa Paman menyukai Ibuku?" namun, tidak semudah itu untuk mengalihkan pembicaraan Emily.
"Dia tidak menyukai ibumu." Seseorang menjawab pertanyaan Emily dan dia adalah Kevin yang baru saja baru saja kembali dari Singapura untuk urusan bisnis dan ia langsung ke rumah Ariana setelah tiba di Seoul.
Melihat kehadiran Kevin membuat Emily langsung menghamburkan pelukan padanya. Kevin telah pelan-pelan menjelaskan tentang perpisahannya pada Emily dan berharap Emily tidak membencinya ketika dewasa nanti karena tahu kalau perceraian itu terjadi karena dirinya.
__ADS_1
Saat Emily memeluknya dengan erat, pandangan Kevin terus mengarah pada Mark yang juga menatap ke arahnya. Terlihat jelas betapa tidak sukanya Kevin dengan kehadiran Mark di sini. Sementara Mark kesal karena Kevin yang begitu tidak sopan karena menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak dia jawab.
Sementara itu, Fiona yang sedang makan malam di kediamannya kini menerima telepon dari seseorang. Fiona menjawab telepon itu dan terkejut mendengar kalau Camila melarikan diri dari penjara saat dibawa ke klinik kesehatan. Sampai detik ini, keberadaan Camila masih belum diketahui.