Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 9 [Menyusun Rencana]


__ADS_3

Mengingat lagi ketika Camila pertama kali datang ke rumahnya empat bulan yang lalu untuk menggantikan satu pelayan yang berhenti, Ariana tidak tahu apakah kesalahannya telah membiarkan Camila masuk ke rumahnya, lalu semua ini terjadi. Bagaimana jika Camila tidak masuk ke rumahnya? Apakah Kevin tidak akan menjadi seperti ini? Ataukah dia akan mencari orang lain di luar sana?


Ariana yang pandangannya hanya fokus pada Kevin kini tidak sengaja menabrak seorang pelayan yang sedang membawa piring kotor. Ariana langsung meminta maaf dan menyadari apa yang ada di ada di tangannya saat ini.


Ariana seketika tertegun karena tadi ia sempat membayangkan memukul kepala Kevin dengan vas bunga di tangannya. Ariana begitu terguncang dan dadanya masih terasa sakit serta sesak hingga harus segera berpegangan pada salah satu kursi agar tidak jatuh


Ariana meletakan vas itu, lalu menenangkan diri agar air matanya tidak tumpah lagi. Ariana tidak akan membiarkan kemarahan dan kebencian ini mengambil alih dirinya, lalu akhirnya mempermalukannya. Apa yang orang-orang pikirkan jika tahu bahwa ia diselingkuhi oleh suaminya di rumahnya sendiri? Ariana tidak mau dilihat sebagai orang yang menyedihkan yang harus menerima karma atas perbuatan ibunya di masa lalu. Ariana masih percaya bahwa ia tidak harus menanggung karma siapa pun. Ia juga harus menjaga perasaan putrinya.


Senyuman palsu kini telah tercipta di wajah cantik Ariana, lalu ia kembali berjalan ke tempat Kevin dan Emily. Ariana sudah memperbaiki dirinya sebelum keluar dari toilet, jadi yakin tidak ada yang menyadari kalau ia sedang begitu hancur saat ini.


Saat duduk kembali di kursinya dan menatap Kevin, Ariana melihat lagi bekas kemerahan yang ada di leher pria itu. Sebelumnya, Kevin mengatakan kalau itu karena gigitan serangga dan ia percaya begitu saja, tapi sekarang, Ariana membayangkan kalau itu adalah bekas ciuman dari Camila. Apakah benar seperti itu? Apa Camila begitu berani untuk menandai suami orang lain? Ariana merasa jijik hanya dengan membayangkannya saja.


"Kemerahan di lehermu belum sepenuhnya hilang. Serangganya pasti sangat besar," ucap Ariana.


"Entahlah, aku tidak menyadarinya. Kenapa menjadi membahas itu sekarang? Mari nikmati makan malam kita." Kevin tersenyum pada Ariana.


Ariana hanya tersenyum tipis ketika melihat Kevin tersenyum padanya. Setelah berhasil membodohinya dan Kevin masih bisa tersenyum seperti itu padanya, Ariana tidak percaya bahwa seperti inilah pria yang selama ini ia cintai dengan sepenuh hatinya.


***

__ADS_1


Saat waktu telah menunjukkan hampir tengah malam dan Kevin sudah terlelap, Ariana memutuskan untuk keluar dari kamarnya, lalu pergi ke sebuah bangunan kecil yang ada di dekat taman. Atap dan dinding itu terlihat transparan karena ini adalah tempat penyimpanan beberapa tanaman kesayangan Ariana.


Di sana, Ariana melihat Wilda yang sedang berdiri menunggunya. Ketika masih di restoran, Ariana memang telah mengabari Wilda untuk menemuinya di sini saat tengah malam untuk membicarakan perselingkuhan itu lebih dalam. Bertahun-tahun tinggal bersama Wilda membuat Ariana menganggap Wilda sebagai ibunya karena perhatian yang ia terima melebihi perhatian yang didapatkan dari ibu kandungnya. Namun, Ariana tidak percaya kalau ia akan dibohongi dan dibodohi seperti ini oleh Wilda. Tapi tugas Wilda memang menjaga Kevin, jadi tentu dia harus benar-benar melakukannya.


Saat melihat kedatangan Ariana, rasa bersalah itu menusuk Wilda semakin dalam. Rasa sayangnya pada Kevin telah membuatnya menyakiti hati Ariana dengan begitu dalam. Senyuman Ariana tidak terlihat lagi sekarang, Wilda bahkan bisa melihat rasa marah dan benci yang terpancar dari matanya. Wilda mengerti, siapa pun akan bereaksi seperti itu setelah diperlakukan seperti ini.


"Jadi, sejak kapan perselingkuhan itu mulai terjadi?" tanya Ariana tanpa basa-basi.


"Saat itu Tuan Kevin mengatakan mungkin sekitar 2 bulan, jadi sekarang sudah 3 bulan. Saya merahasiakannya karena saat diminta untuk berhenti, Tuan Kevin mengatakan akan segera berhenti karena itu hanya main-main. Dia berjanji tidak akan menyakiti Anda, tapi saya salah karena telah merahasiakannya. Saya tidak bisa menahan ini lagi setelah Anda mengatakan kalau Nona Emily melihat hal kotor itu. Saya minta maaf." Wilda menangis saat mengatakan semua itu pada Ariana.


Ariana tampak tertawa dengan cukup keras, tapi ada air mata yang mengalir yang memenuhi mata indahnya. Wilda yang melihat hal itu menjadi sangat khawatir. Wilda berusaha bicara pada Ariana untuk menenangkannya, tapi itu tidak berhasil.


"Itu tidak benar. Bagaimana bisa Anda harus menanggung karma atas perbuatan yang tidak Anda lakukan?"


"Lalu, katakan, kenapa aku pantas untuk diperlakukan seperti ini? Aku mempercayai Bibi dan menganggap Bibi sebagai ibuku, tapi Bibi justru menyakitiku." Tangisan Ariana menjadi semakin keras. Ariana ingin mengeluarkan semua rasa sakit ini lewat tangisan, tapi dadanya masih saja sakit dan sesak bahkan setelah ia menangis. Kamarnya bahkan tidak lagi terasa nyaman sekarang karena bayangan Kevin dan Camila yang ada di atas ranjang terus saja mengusiknya.


"Bahkan Emily harus melihat hal kotor itu. Ingatan itu akan terus ada di benaknya dan sangat menyiksanya, sama seperti aku yang melihat perselingkuhan Ibuku. Lalu, nanti, orang-orang akan berkata pada Emily bahwa dia akan menjadi seperti ayahnya atau menanggung karma ayahnya. Membayangkannya saja sudah membuatku menderita," ucap Ariana lagi.


Wilda menangis sejadi-jadinya saat mendengar semua yang Ariana katakan padanya. Ya, ini adalah kesalahan dan kebodohannya, Wilda tidak akan menyangkal semua itu. Kevin mungkin menganggap hubungannya dan Camila hanya main-main, tapi dampak yang diakibatkan oleh hubungan itu tidak akan main-main.

__ADS_1


"Saya bodoh karena tidak memikirkan semua itu. Saya meminta maaf untuk segalanya. Tolong maafkan saya."


"Bibi, seseorang pernah berkata padaku bahwa permintaan maaf tidak akan mengubah apa-apa. Perlu pembuktian atas permintaan maaf itu." Ariana mendengar hal ini dari istri sah yang suaminya direbut oleh ibunya saat ia meminta maaf atas kesalahan ibunya. Ariana sedih melihat keadaah wanita itu, tapi permintaan maafnya tidak berarti apa-apa karena ia tidak bisa memberikan pembuktian untuk mengembalikan suami yang telah direbut oleh ibunya. Sekarang, ia yang ada dalam posisi wanita itu. Menyedihkan sekali, pikir Ariana.


"Pembuktian?" tanya Wilda.


"Ya, Bibi harus membantuku. Aku membutuhkan bukti perselingkuhan mereka, lebih dari sekadar video itu."


"Apa Anda akan menceraikan Tuan Kevin? Kenapa tidak memberikan kesempatan kedua padanya? Nyonya Fiona percaya bahwa Tuan Kevin akan segera mengakhiri hubungan itu dan akan bertindak jika Tuan Kevin tidak segera melakukannya, jadi tolong dipikirkan lagi."


"Jadi, ibu mertuaku tahu tentang hal ini? Sejak kapan?" Ariana begitu terkejut mendengarnya.


Tadi, Wilda memang sempat pergi ke kediaman Fiona karena ingin meminta bantuannya untuk melakukan sesuatu, agar Kevin segera menghentikan kegilaannya sebelum terjadi masalah besar. Wilda memberanikan diri untuk menyampaikan itu, tapi Fiona tidak terkejut mendengar apa yang ia ceritakan karena ternyata dia telah mengetahui semuanya entah sejak kapan. Wilda pun menyampaikan apa semua itu pada Ariana.


"Aku penasaran, bagaimana sikapnya padaku setelah mengetahui semua itu?" gumam Ariana.


"Apa Anda akan memberikan kesempatan kedua pada Tuan Kevin? Dia sangat mencintai Anda dan saat ini hanya sedang tersesat. Kita harus membawanya kembali. Dia pasti akan berubah," ucap Wilda lagi.


Ariana mengusap air matanya dengan kasar, lalu melirik Wilda. Ariana pikir, Wilda telah memahami perasaannya setelah mengirimkan video itu, tapi ternyata dia masih saja memihak pada Kevin. Perselingkuhan dilakukan dalam keadaan sadar dan dia tahu akibatnya, jadi mana mungkin Kevin tersesat?

__ADS_1


"Aku membutuhkan bukti itu untuk membuatnya kembali ke jalan yang benar, jadi Bibi bisa membantuku, kan?" Ariana menatap lekat Wilda.


__ADS_2