Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 26 [Sisi Lain Dari Ariana]


__ADS_3

"Aku tidak bisa bicara lebih banyak, sebab itu menyangkut privasi seseorang. Masalah ini akan diselesaikan secepatnya dan memastikan tidak akan ada yang terluka lebih dari ini. Terima kasih," ucap Ariana lagi.


Ariana tidak mengatakan banyak hal dalam konferensi pers itu, ia langsung menyudahi konferensi pers setelah merasa cukup bicara tentang apa yang terjadi. Ariana merasa tidak harus meluruskan apapun seolah ia yang bertanggungjawab atas semua itu. Ketika ia merasakan sakit yang membuat dadanya sampai sesak dan dunianya terasa hancur, apakah Kevin bertanggungjawab untuk menghilangkan rasa sakitnya? Tidak, pria itu yang memberinya rasa sakit dan ia harus berjuang sendiri untuk menyembuhkan luka dan rasa sakit itu.


Melihat Ariana meninggalkan ruangan konferensi pers membuat Kevin dengan cepat menghentikannya. Kevin mencengkeram pergelangan Ariana, membawanya ke sudut yang sepi, lalu mendorongnya dengan cukup kasar sampai terbentur dinding.


Kevin tidak menduga kalau Ariana akan melakukan semua ini padanya. Bukannya meluruskan apa yang telah terjadi ucapan Ariana hanya akan memperkeruh suasana. Perbuatannya memalukan? Akan menjaga Camila dan anaknya dengan aman? Omong kosong macam apa itu?


"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau seharusnya menjernihkan semua ini, bukan malah memperkeruhnya!" Kevin begitu kesal sekarang.


Ariana tidak meringis kesakitan, tapi ia hanya menatap Kevin yang lagi-lagi bersikap kasar padanya. Sikap Kevin yang seperti ini tidak hanya ditunjukkan pada Camila, tapi akan dia tunjukkan pada siapapun yang membuatnya marah.


"Aku setuju memberikan pernyataan dan menghadiri konferensi pers ini, tapi aku tidak pernah menyetujui untuk mengatakan apa yang kau dan Ibu inginkan. Aku mengatakan apa yang ingin aku katakan, seperti kau yang melakukan apapun yang ingin kau lakukan." Ariana membalas ucapan Kevin.


"Jadi, kau punya sisi seperti ini?"


"Kenapa kau terkejut? Semua orang punya sisi seperti ini, termasuk aku dan kau yang telah membangkitkannya. Apa kau pikir, aku adalah malaikat yang akan menerima dan mengiyakan apapun yang kau dan ibumu minta dariku? Bertahun-tahun aku menerima hinaan darinya, lalu kau juga menyakitiku. Ibumu bahkan masih menyalahkanku atas perbuatan buruk yang kau lakukan. Lalu, kau masih berharap aku akan tetap seperti dulu?" Ariana menatap Kevin dengan tatapan mata yang penuh dengan kemarahan.


Kevin terkejut mengetahui kalau Ariana yang selama ini tampak bagaikan malaikat di matanya, kini berubah menjadi licik seperti ini. Kevin mengerti kalau Ariana marah dan kecewa padanya, tapi dia seharusnya tidak ikut merusak nama baiknya seperti ini.


"Ada apa denganmu? Aku masih suamimu dan aku adalah ayah Emily, tapi kau malah membuatku tampak seperti penjahat."


"Kau membuatku jatuh cinta padamu, sampai aku menjadikanmu sebagai duniaku, tapi pada akhirnya kau menyakitiku. Sekarang, kau bertanya ada apa denganku? Apa kau serius? Coba perhatikan lagi kalimatku tadi, apa aku membenarkan kalau kau memaksakan diri pada Camila?"


"Tapi permintaan maafmu dan kata-katamu tadi hanya akan membuat orang-orang berpikir kalau semua yang tertulis dalam unggahan itu benar."

__ADS_1


"Itu di luar kendaliku. Aku tidak bisa mengendalikan pikiran semua orang. Permintaan maaf itu aku katakan mewakilmu untuk anak dalam kandungan Camila. Bukankah kalian saling mencintai? Jadi, cintai dia juga." Ariana pergi meninggalkan Kevin setelah mengatakan semua itu.


Saat Ariana melangkahkan kakinya untuk pergi, seseorang dengan cepat meraih tangannya, lalu lagi-lagi membenturkannya ke dinding. Bukan Kevin, tapi kali ini Fiona. Tenaga Fiona tampak besar karena ia dikuasai oleh kemarahan. Tidak cukup hanya dengan mendorong Ariana, Fiona kini tampak mencekik leher Ariana karena merasa kesal.


"Apa yang Ibu lakukan?!" Kevin panik dan langsung berusaha menarik tangan ibunya dari leher Ariana. Kevin berhasil melakukannya, tapi ia tidak mengerti kenapa Ariana seperti tidak memberikan perlawanan untuk membela dirinya sendiri.


"Apa Ibu sudah gila?" Kevin tidak sadar telah mengeluarkan kalimat yang kurang sopan pada ibunya. Kevin begitu terkejut melihat ibunya yang tiba-tiba melewati batas seperti ini.


Ariana tampak mengatur napasnya sembari memegangi lehernya. Pandangan Ariana mengarah pada seorang wanita yang merupakan salah satu wartawan yang baru disadari diam-diam mengikutinya dan merekam semuanya karena mungkin kurang puas dengan pernyataannya. Wartawan itu kini pergi setelah mendapatkan rekaman yang mengejutkan. Itulah alasan kenapa Ariana tidak memberikan perlawanan meski bisa melakukannya. Ariana akan membiarkan orang lain melihat apa yang seharusnya mereka lihat.


"Wanita ini yang gila! Berani sekali dia memperkeruh suasana dengan ucapannya," kesal Fiona. Fiona ingin kembali mencekik Ariana, tapi dengan cepat ditahan oleh Kevin.


"Ibu, semua masalah ini bersumber dari Kevin, jadi minta dia menyelesaikannya sendiri. Jangan membuang waktu dan harga diri Ibu untuk memohon padaku. Aku menanggung semua ini sendirian, lalu kenapa sekarang aku harus membantu menyelesaikan masalah orang lain?" balas Ariana, lalu pandangannya mengarah pada Kevin yang terlihat masih marah padanya.


"Aku terluka dan kesakitan lebih dari apa yang bisa kau lihat, jadi jangan berharap aku akan tetap menjadi Ariana yang dulu kau kenal." Kali ini, Ariana benar-benar pergi.


Kevin terus menatap lekat ke arah Ariana yang telah begitu berbeda sekarang. Tidak ada lagi cinta. Hubungan ini telah terlihat seperti hubungan di antara dua orang asing yang mulai saling membenci. Kevin pikir, pernikahannya maaih bisa diselamatkan, tapi sekarang semuanya tampak begitu jauh.


***


"Mengejutkan sekali. Aku pikir, Ariana akan membongkar kebusukanmu, tapi dia malah berkata akan menjagamu dan juga anakmu. Ariana menunjukkan kelasnya sebagai seorang wanita." Eric terlihat bangga pada Ariana, walau tadi terlihat begitu terkejut karena pernyataan Ariana.


Jika Eric terlihat bangga pada Ariana, Camila justru masih terdiam karena masih terkejut setelah melihat pernyataan Ariana. Ariana memang tidak membongkar kepalsuan pada unggahan itu, tapi itulah yang menakutkan. Camila bertanya-tanya, Ariana terlihat jelas begitu membencinya lalu kenapa dia melakukan semua ini? Apa yang Ariana rencanakan sekarang? Wanita itu tidak mungkin hanya asal bicara saja.


"Bagaimana jika ini menjadi kacau?" Camila bertanya pada Eric yang duduk cukup berjarak darinya.

__ADS_1


"Itu urusanmu." Eric menjawab dengan santai.


"Apa maksud Anda?"


"Aku membantumu sampai di sini saja, sisanya menjadi urusanmu. Namun, melihat pernyataan Ariana hari ini, aku rasa ini akan mudah untukmu. Hanya saja, hubungan yang dimulai dengan cara seperti ini tidak akan mudah. Mendapatkan posisi seseorang bukan berarti kau akan menjadi sama dengannya." Eric pergi setelah menjawab pertanyaan Camila.


"Saya akan tumbuh menjadi melebihinya," ucap Camila yang membuat langkah Eric terhenti.


Eric tampak tersenyum, menoleh pada Camila dan berkata, "Ya, tumbulah sesuka hatimu." Dan Eric pergi setelahnya.


***


Di sisi lain, Wilda yang sedang menemani Emily tidur juga telah melihat hasil dari konferensi pers yang Ariana lakukan. Hasilnya begitu mengejutkan, sebab Wilda tahu kalau Kevin tidak mungkin memaksakan dirinya pada Camila. Hubungan Kevin dan Camila adalah hubungan suka sama suka, tapi tempatnya yang salah. Namun, kenapa Ariana seolah membenarkan kalau Kevin telah memaksakan dirinya pada Camila?


"Apa yang Nyonya Ariana rencanakan?" gumam Wilda.


"Semuanya terlihat semakin hancur sekarang," ucap Wilda lagi.


Tidak lama, pintu kamar Emily terbuka dan yang membuka adalah Ariana. "Apa Emily sudah tidur sejak tadi?" tanya Ariana.


"Ya, Nona Emily sudah tidur sejak tadi. Namun, konferensi pers itu ...."


"Maaf, Bibi, aku harus mengemasi barang-barang Emily, jadi kita bicara lain kali saja."


Wilda mengerutkan dahinya. "Kenapa Anda mengemasi barang-barang Nona Emily?"

__ADS_1


"Untuk pergi berlibur," jawab Ariana.


__ADS_2