Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 32 [Mulai Menyadari Dan Mencoba Memperbaiki Kesalahan]


__ADS_3

Pembicaraan tentang perceraian pun terhenti sampai di sana karena Kevin mengatakan kalau dia lelah dan ingin istirahat. Hanya saja, saat Emily telah keluar dari kamar untuk bermain, Kevin sempat mengatakan sesuatu yang lagi-lagi membuat Ariana merasa berada dalam posisi yang sulit.


"Aku ingin kau dan Emily tetap tinggal di rumah ini sampai kita resmi berpisah. Setidaknya, Emily masih bisa merasakan kehangatan keluarga yang utuh selama beberapa waktu ke depan. Karena belum jelas hak asuh Emily jatuh ke tangan siapa, jadi dia masih harus tinggal bersama kedua orang tuanya." Itulah yang Kevin katakan pada Ariana.


Ariana tahu kalau Emily memang harus mendapatkan kasih sayang orang tua yang lengkap karena itu adalah haknya, tapi ini benar-benar sulit untuknya. Bagaimana bisa ia bertahan di rumah ini dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? Rumah ini hanya memberikan bayang-bayang perselingkuhan padanya, belum lagi ketakutan untuk Emily.


"Aku tidak bisa melakukannya. Melihatmu dan Camila membuatku sangat muak. Aku yakin kalau kau juga tahu betapa tidak sehatnya lingkungan rumah ini untuk Emily. Apa kau ingin mendengar sesuatu? Tadi, Emily melihat Camila keluar dari kamar ini dan itu membuatnya mengingat kejadian sebelummya. Emily tidak bercerita padaku, tapi pada Bibi Wilda. Apa kau ingin tahu Emily mengatakan apa?" Ariana mengatakan apa yang ia dengar dari Wilda.


Wilda mengatakan kalau Emily terlihat begitu takut untuk menceritakan hal itu dan meminta agar tidak mengatakan pada siapa-siapa seperti yang Yuri katakan. Emily mau bercerita setelah Wilda membujuknya untuk bercerita setelah melihat wajah sedihnya dan berjanji tidak akan mengatakan pada siapa-siapa setelah Emily bercerita.


"Kenapa dia keluar dari kamar Ayah? Dulu, aku juga melihatnya keluar dari kamar bersama Ayah dan Bibi Yuri melarangku mengatakannya pada Ibu atau Ibu dan Ayah akan berpisah. Tadi, Ibu melihatnya keluar dari kamar Ayah, apa Ibu dan Ayah berpisah?" kata-kata itulah yang Emily sampaikan pada Wilda, lalu Wilda ceritakan pada Ariana, dan sekarang, Ariana mengatakannya pada Kevin.


Kevin tampak terkejut setelah mendengarnya. Setelah kesepakatan terjadi di antara ibunya dan Camila, maka Camila pun menjadi semakin berani karena tahu kalau dia bisa memperkeruh atau menjernihkan suasana sesuai dengan keinginannya bahkan sampai sekarang ada sebagian orang yang percaya kalau Camila telah ditekan oleh keluarganya untuk memberikan pernyataan itu. Lalu, Emily pasti akan melihat semua drama Camila jika dia tetap di sini. Sial! Kevin menjadi semakin muak pada wanita itu.


"Jadi, Emily akan tinggal bersamaku di rumah Ayahku. Aku tidak akan membiarkan putriku tinggal di lingkungan yang buruk seperti ini. Sebagai seorang ayah, aku yakin, kau sangat tahu apa yang terbaik untuk putrimu," ucap Ariana lagi.


"Bukankah kau hanya mengambil kesempatan saja agar bisa menguasai Emily?"


"Menguasai Emily katamu? Kevin, aku mohon, berhentilah bersikap seolah kau yang paling tersakiti atas semua ini sampai kau berani memberikan semua harap palsu itu pada Emily. Kau yang memulai semua ini, jadi bersikaplah seperti yang seharusnya. Walau kita seperti telah menjadi orang asing, tapi aku ingin kita tetap menjadi orang tua yang baik untuk Emily. Orang tua yang akan sebisa mungkin menjauhkan anaknya dari apapun yang bisa membahayakan fisik ataupun mentalnya." Ariana menatap Kevin dengan begitu lekat saat bicara dan setelahnya pergi meninggalkan pria itu.

__ADS_1


Kevin tidak mencoba menghentikan Ariana atau bicara padanya, sebab kata-kata Ariana tadi terasa begitu menusuknya. Ariana telah menegaskan seperti apa hubungan ini sekarang, yaitu hanya sebatas orang asing. Benar, ia yang memulai semua ini dan inilah akibatnya.


Di luar, Ariana sempat diam sejenak setelah menutup pintu kamar. Ariana terlihat menarik napas panjang, lalu menghembuskannya dengan perlahan. Ini adalah salah satu caranya untuk mengendalikan air matanya agar tidak jatuh. Cinta itu masih ada, Ariana tidak akan bisa bohong tentang hal itu, tapi telah ditekan oleh kekecewaan, kemudian terkikis bersama hilangnya rasa percaya pada Kevin. Cinta yang dulu membuatnya bahagia, kini terasa begitu menyesakan, jadi untuk apa bertahan dalam ikatan cinta itu?


"Bagaimana caranya agar Emily mau ikut denganku sekarang? Aku tidak ingin dia melihat hal seperti tadi," gumam Ariana.


Sementara itu, Emily terlihat sedang bermain sembari belajar bersama Wilda. Wilda mengajari Emily bagaimana caranya membuat origami berbagai bentuk. Ariana yang melihat hal itu tampak tersenyum karena Emily terlihat begitu bahagia setelah menyelesaikan origami berbentuk bunga mawar. Kesedihan Emily seolah telah lenyap begitu saja, tapi Ariana tahu kalau Emily tidak akan lupa pada kenangan perselingkuhan itu.


Saat melihat Ariana, Emily pun langsung berlari membawakan bunga mawar kertas untuknya. Ariana juga langsung merendahkan tubuhnya, agar memudahkannya untuk melihat bunga mawar cantik yang berhasil dibuat oleh Emily.


"Ini untuk Ibu dan ini untuk Ayah," ucap Emily sembari memberikan bunga kertas berwarna merah muda pada ibunya, sedang bunga kertas berwarna biru masih ada di tangannya.


"Aku menyanyangi Ibu." Emily menunjukkan senyuman manisnya.


"Ibu juga menyanyangimu. Sangat sangat sangat menyangimu," balas Ariana.


"Sebesar apa?" tanya Emily.


"Sebesar ini." Ariana merentangkan kedua tangannya untuk menunjukkan sebesar apa rasa sayangnya dan Emily akan selalu tersenyum bahagia melihatnya.

__ADS_1


"Aku juga menyanyangi Ibu sebesar ini." Emily ikut merentangkan kedua tangan mungilnya.


Ariana kini memeluk Emily dengan begitu erat. Ariana berharap senyuman kebahagiaan Emily tidak akan hilang dari wajah manisnya. Dunia Ariana akan benar-benar hancur jika ada yang merenggut Emily dan kebahagiaan Emily darinya.


"Aku akan memberikannya pada Ayah," ucap Emily setelah tidak lagi berpelukan dengan ibunya.


"Tunggu." Ariana menahan Emily, sebab ia tidak tahu apakah Camila ada di sana atau tidak. Ariana akan memastikan hal itu dulu sebelum Emily menemui Kevin.


"Ayah sedang tidur, jadi kau berikan nanti saja. Bagaimana jika kau belajar membuat bentuk binatang? Nenek Wilda pandai membuatnya. Ibu juga akan belajar bersamamu. Bagaimana?" Ariana terpaksa mengalihkan perhatian Emily pada hal lain. Ariana juga menatap ke arah Wilda untuk meminta bantuannya.


Wilda yang mengerti langsung mendekati Emily dan mulai membujuknya. Beruntung Emily tertarik dengan ajakannya untuk membuat origami berbentuk binatang, jadi masih ada waktu untuk membuat rencana agar tidak lagi terjadi ketidaksengajaan yang membuat Emily melihat Camila ada di kamar bersama Kevin.


Setelah puas membuat origami, Emily tampak mengantuk sampai akhirnya tertidur di pangkuan Ariana. Ariana mengusap wajah Emily dengan lembut, lalu mencium pipinya. "Bibi, aku akan membawa Emily ke rumah Ayahku. Aku rasa, lingkungan di sana jauh lebih baik untuknya," ucap Ariana setelahnya.


"Siapa yang memberimu izin untuk membawa cucuku pergi? Sudah cukup sekali kau membawanya pergi begitu saja dan tidak akan ada yang kedua atau yang ketiga." Kehadiran Fiona yang tampak tiba-tiba membuat Ariana dan Wilda tampak terkejut. Wanita ini datang dengan wajah yang terlihat penuh kemarahan, tampak seperti serigala lapar yang ingin menerkam Ariana saat itu juga.


"Aku memberikan izin pada Ariana untuk melakukannya." Lalu, datang Kevin yang membalas ucapan ibunya.


Fiona menoleh pada Kevin, lalu berkata, "Apa kau pikir, sikapmu yang melunak seperti ini akan membuat dia mau memaafkanmu? Wanita itu lagi-lagi mencoba menjauhkan Emily darimu dan dari kita. Sadarilah hal itu, Kevin!"

__ADS_1


"Ini rumahku dan Emily adalah putriku, jadi aku yang akan mengambil keputusan tentangnya. Berhentilah ikut campur jika Ibu tidak tahu apa-apa," ucap Kevin dengan cukup tegas.


__ADS_2