
Setelah Kevin datang, Emily lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Kevin dibandingkan dengan Mark. Walau seperti diabaikan oleh Emily, tapi Mark tidak diperbolehkan pulang oleh Emily dan malah diajak makan bersama setelah tadi Kevin sempat memesan makanan.
Kevin sebenarnya kesal karena Mark ada di sini, tapi apa yang bisa ia lakukan? Emily yang meminta pria itu tetap di sini dan mana mungkin mengusirnya jika sudah seperti itu? Kevin juga tidak mau jika Emily kesal padanya, belum lagi jika rasa penasarannya muncul tentang kenapa ia mengusir Mark. Apa yang akan Kevin katakan tentang itu?
Di tengah acara makan malam itu, Kevin mendapatkan telepon dari ibunya. Tadi, Kevin sudah mengabari ibunya kalau ia akan langsung ke rumah Ariana, jadi ibunya tidak perlu menunggunya. Kevin mengabari hal seperti itu karena sekarang ia tinggal bersama ibunya. Namun, entah untuk urusan apalagi ibunya menelepon sekarang.
"Ada apa, Ibu?" ucap Kevin sembari membersihkan bibir Emily yang tampak sedikit kotor, sementara pandangannya terus mengarah ke arah Mark.
"Camila kabur dari penjara." Fiona langsung pada inti pembicaraan.
"Apa?" Kevin terkejut dan ia sedikit menjauh dari meja makan.
"Bagaimana bisa?" tanya Kevin.
"Ibu tidak tahu detailnya, tapi ibu dikabarkan kalau dia kabur saat dibawa ke klinik. Ibu takut kalau Camila akan ke sana, jadi tetaplah di sana untuk menjaga Emily dan ibu juga akan mengirim beberapa orang untuk berjaga di sana," jawab Fiona.
"Ya, aku akan tetap di sini. Ibu juga harus berhati-hati dan terus kabari aku tentang Camila," ucap Kevin.
"Baiklah. Sampai nanti." Pembicaraan itu pun berakhir.
__ADS_1
Kevin kini kembali duduk di sebelah Emily dengan wajah yang terlihat khawatir. Bagaimana bisa Camila melarikan diri dari penjara? Kevin rasa, ia terlalu meremehkan wanita itu setelah berhasil dimasukan ke dalam penjara.
"Apa Nenek yang menelepon?" Emily bertanya pada Kevin.
"Ya, katanya nenek merindukanmu," jawab Kevin. Kevin terpaksa berbohong, bagaimana mungkin ia mengatakan pada Emily kalau Camila kabur dari penjara dan mungkin saja menyerangnya dan Ariana?
Benar, Ariana, Kevin baru ingat kalau ia belum mengabari Ariana tentang Camila yang kabur dari penjara agar dia bisa berhati-hati. "Tunggu sebentar, ya." Kevin pun kembali meninggalkan meja makan.
Mark yang sejak tadi diam-diam memperhatikan gerak-gerik Kevin merasa kalau pria itu menerima telepon dari ibunya bukan hanya karena tentang ibunya yang merindukan Emily. Kevin terlihat sedang begitu khawatir, tapi entah apa yang terjadi.
Saat ini, acara Ariana masih berlangsung, jadi Kevin rasa itulah alasan kenapa Ariana tidak bisa dihubungi sekarang. Kevin hanya bisa mengirimkan pesan dan berharap kalau Ariana akan langsung membacanya nanti.
"Aku pikir, masalahku sudah selesai dengan Camila, tapi sekarang dia malah kabur dari penjara. Target terbesar Camila adalah Ariana, bagaimana jika dia datang ke tempat Ariana?" gumam Kevin yang saat ini terlihat begitu khawatir.
***
Camila lari ke sebuah perumahan dengan gang yang terlihat sempit, lalu mencuri hoodie hitam yang tergeletak di depan rumah seseorang. Camila merasa seolah ada keberutungan yang datang padanya karena ia menemukan uang di dalam hoodie itu. Camila menemukan sejumlah uang yang ia pikir cukup untuk dibelikan makanan dan obat untuk mempercepat proses penyembuhan luka pada telapak tangan kirinya yang sengaja ia ciptakan agar bisa pergi ke klinik. Luka itu sudah sempat diobati, jadi Camila hanya perlu merawat lukanya saja.
Camila tahu kalau polisi pasti sedang memburunya saat ini, belum lagi Fiona yang mungkin telah mengirim orang-orang suruhannya untuk mencari keberadaannya, jadi ia akan berhati-hati. Camila sempat mencuri celana milik seorang perawat di klinik tadi dia ia telah memakainya, jadi penyamarannya bisa lebih aman. Camila tidak akan menyerah begitu dan penjara tidak akan pernah bisa menghentikannya, apalagi meredam dendamnya, sebaliknya, dendam itu menjadi semakin membara sekarang.
__ADS_1
Beberapa saat berjalan, Camila menemukan sebuah toko yang masih buka dan dijaga oleh seorang pria muda yang sibuk dengan ponselnya. Camila mengambil beberapa roti dan juga air minum, lalu dengan cepat membayarnya. Penjaga toko itu terlihat lebih fokus pada ponselnya bahkan saat sedang bekerja, jadi Camila merasa aman karena dia tidak dilihat secara teliti.
Sebelum keluar dari toko, pandangan Camila sempat mengarah pada TV yang menyala di toko itu yang kini memperlihatkan acara Ariana yang telah kembali tayang. Melihat wajah Ariana membuat Camila mengepalkan tangannya.
"Aku akan datang lagi, Ariana," ucap Camila dengan raut wajah yang penuh dengan kemarahan. Camila sempat melirik sebuah cutter yang dijual di toko itu dan memutuskan untuk membelinya, lalu ia masukan ke dalam saku hoodienya.
***
Setelah acaranya selesai, Ariana sempat mengobrol dengan beberapa rekan kerja yang telah cukup lama tidak ia temui. Mereka mengajak Ariana untuk minum bersama, tapi Ariana terpaksa menolak karena ia ingin cepat pulang dan bertemu dengan Emily.
Ariana tidak sempat membuka ponselnya karena sibuk bercerita dengan Tina yang menunjukkan kalau acaranya kembali memuncaki rating walau setelah cukup lama hiatus dan ini adalah bukti kalau orang-orang sangat menantikan Ariana kembali ke layar kaca.
Ariana tersenyum melihat pencapaiannya hari ini, apalagi ada banyak komentar positif tentang dirinya. Ini sudah bukan lagi era dimana Ariana terlihat memiliki kehidupan yang sempurna dan Ariana juga tidak ingin terlihat seperti itu. Ariana hanya ingin memberikan yang terbaik entah itu dalam pekerjaan atau sebagai seorang ibu. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi kita selalu bisa menjadi lebih baik dari kemarin.
"Apa kau ingin aku antar?" tanya Ariana saat ia telah keluar dari gedung.
"Tidak perlu. Seseorang akan menjemputku," jawab Tina.
"Seseorang? Siapa? Kenapa tidak kau kenalkan padaku? Apa dia orang yang istimewa?" Ariana sedikit menggoda Tina.
__ADS_1
"Kakak jangan menggodaku seperti itu." Tina terlihat malu-malu. Di saat bersamaan, seorang pria datang menjemput Tina dengan sebuah mobil dan mereka pun pergi meninggalkan Ariana.
Ariana tampak tersenyum, lalu berjalan menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Ariana berjalan dengan tenang, tanpa menyadari keberadaan Camila yang terus menatapnya. Wajah Camila tidak terlihat dengan jelas karena memakai topi dari hoodie. Sementara di dalam saku hoodie, Camila sedang mengeluarkan semua sisi tajam cutter itu sembari berjalan ke arah Ariana.