Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 23 [Memulai Obsesi Menyamai Ariana]


__ADS_3

Setelah dari kantor pengacara, Ariana pergi ke rumah peninggalan ayahnya yang telah diwariskan padanya. Rumah yang tidak begitu besar, tapi Ariana yakin kalau Emily bisa nyaman tinggal di sini. Rumah ini hanya perlu sedikit dibersihkan, lalu ia akan menghiasi kamar Emily dengan tokoh kartun favoritnya. Yang menjadi beban Ariana adalah bagaimana cara menjelaskan semua ini pada Emily?


Ariana pun mulai bersih-bersih sembari menunggu Emily pulang, tapi ia kini tampak terdiam saat melihat album foto yang disimpan oleh ayahnya di dalam sebuah laci. Itu adalah album foto pernikahan ayah dan ibunya, Ariana tidak menduga kalau ayahnya masih menyimpan album pernikahannya, padahal perceraian itu sudah lama terjadi.


"Apakah cinta Ayah masih bertahan walau telah bercerai? Apakah aku akan bisa melupakan semua cinta ini? Waktu yang kami habiskan bersama bukanlah waktu yang sebentar. Bagaimana aku akan hidup setelahnya?" Ariana bergumam seorang diri sembari mengusap foto kenang-kenangan orang tuanya.


Ariana dengan cepat menutup album foto itu dan meletakannya di tempat semula sebelum air matanya kembali jatuh. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, jadi Ariana tidak ingin membuang waktunya dengan menangis. Selain itu, Emily juga akan pulang dalam waktu dekat dan Ariana tidak mau terlihat buruk di depan anaknya.


Ariana kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya, lalu ponselnya terdengar berdering karena telepon dari Yuri. "Halo, Yuri, ada apa?"


"Alergi Nona Emily kambuh."


Ariana langsung melempar alat pembersih di tangannya, lalu keluar sembari terus bicara dengan Yuri. Emily memiliki riwayat alergi yang cukup parah pada kacang tanah dan makanannya di sekolah selalu diawasi agar alergi tidak kambuh, tapi Ariana tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi.


Ariana tidak pergi ke sekolah Emily, sebab Yuri memberikan kabar kalau Emily telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ariana tidak pernah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tapi saat ini, ia benar-benar khawatir, jadi kecepatan mobilnya lebih tinggi dari biasanya.


Saat tiba di rumah sakit yang dituju, Ariana melihat tidak hanya Yuri yang bersama Emily, tapi juga Kevin. Ariana tidak peduli bagaimana Kevin bisa tiba lebih dulu, sebab ia hanya ingin tahu bagaimana keadaan Emily. Saat alerginya kambuh, Emily akan batuk-batuk, bibirnya bengkak, bahkan sampai kesulitan bernapas. Namun, beruntung kondisi Emily telah membaik saat ini, sebab di sekolah dia sempat mendapat pertolongan pertama.


"Maafkan saya karena tidak menjaga Nona Emily dengan baik. Tadi, saya sedang menerima telepon, jadi tidak memperhatikan ketika ada anak yang memberikan makanan dengan kacang di dalamnya. Sekali lagi, tolong maafkan saya." Yuri membungkuk di depan Kevin dan Ariana.


Emily sudah diberitahu untuk tidak memakan kacang, tapi dia masih anak kecil yang akan menerima makanan apapun yang diberikan oleh temannya jika itu terlihat menarik dan enak. Ariana tentu tahu hal itu, tapi ia tetap tidak bisa mengabaikan kesalahan Yuri yang satu ini.


"Kesalahanmu begitu besar dan kau pasti menyadarinya. Aku tidak bisa memaafkanmu, begitu pula dengan Ariana, jadi kami akan mencari pengasuh baru untuk Emily. Ini demi kebaikan Emily." Kevin yang pertama membalas ucapan Yuri.


Ariana menoleh pada Kevin dan menatapnya selama beberapa saat. Selain mengancam akan menjauhkan Emily darinya, Kevin selalu mengambil keputusan yang tepat demi kebaikan Emily. Pria itu tampak begitu sempurna, sampai akhirnya dia sendiri yang menghancurkan kesempurnaan itu.


"Kau cukup sering membuat kesalahan akhir-akhir ini." Ariana akhirnya bicara dan ia menatap Yuri dengan begitu dalam.

__ADS_1


Yuri mengerti kesalahan apa yang Ariana maksud, apalagi jika bukan kesalahannya yang menakuti-nakuti Emily demi melindungi dirinya. "Tolong maafkan saya." Dan akhirnya, hanya ini yang bisa Yuri sampaikan pada Ariana.


"Walau kau membuat kesalahan, tapi kau juga telah melakukan sesuatu yang sangat berguna bagiku. Terima kasih untuk semuanya. Maafkan aku, tapi semoga kau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di luar sana. Aku akan segera mengurus pemberhentianmu." Ariana kembali ke ruang perawatan Emily setelah merasa cukup bicara dengsn Yuri.


"Tuan ..." kalimat Yuri kembali tertelan karena Kevin telah pergi menyusul Ariana.


Kevin menutup pintu ruang rawat Emily dengan perlahan, agar tidak membangunkan Emily yang sedang beristirahat. Kevin tidak tahu apakah ini adalah waktu yang tepat atau tidak untuk bicara, tapi masalahnya dengan Ariana harus segera dibicarakan.


"Ariana, kita perlu bicara," ucap Kevin pada akhirnya.


Tadi, Kevin datang ke sekolah Emily karena berpikir kalau Ariana telah membawa Emily menjauh darinya, tapi Emily masih melakukan aktivitasnya seperti biasa, lalu ia mendapatkan kabar kalau alerginya kambuh. Kevin menyesal telah memiliki pikiran yang buruk tentang Ariana. Bahkan jika Ariana marah, dia tidak mungkin melakukan hal buruk seperti itu. Namun, Kevin yakin kalau Ariana sedang berusaha membuat hukum berpihak padanya atas hak asuh Emily.


Ancaman yang ia berikan pada Ariana, Kevin juga menyesalinya. Ariana bukanlah wanita lemah yang akan tunduk pada ancaman, tapi sebaliknya, Ariana pasti telah semakin benci padanya karena ancaman itu. Kevin benar-benar berharap pernikahannya masih bisa dipertahankan. Tapi, bagaimana caranya mengubah pikiran Ariana?


"Aku juga punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu," balas Ariana yang kini menatap ke arah Kevin yang berdiri di sebelahnya.


"Aku sudah mengurus perceraian kita. Kau mungkin akan menerima beberapa dokumen, jadi bersiaplah."


"Apa yang kau katakan? Perceraian?" Kevin begitu terkejut mendengarnya. Baru semalam membahas perceraian dan hari ini, Ariana telah mengurus segalanya. Kevin bahkan masih mencoba memproses semua ini.


"Pikirkan lagi, aku mohon. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Kita pasti bisa memperbaiki semua ini," ucap Kevin lagi.


"Apa kau pernah memikirkan semua ini saat mengkhianatiku? Seharusnya kau sudah tahu apa konsekuensi dari sebuah pengkhianatan yang kau lakukan padaku. Apa yang bisa kita perbaiki sekarang? Aku juga tidak ingin berpisah darimu, tapi aku akan tersiksa saat bersamamu, jadi ini sangat sulit untukku." Ariana masih menatap Kevin, kali ini, matanya terlihat berkaca-kaca.


"Aku salah, Ariana, tapi jangan hukum aku dengan cara seperti ini. Tolong berikan kesempatan kedua padaku. Semua ini juga terlalu cepat, kau bisa memikirkannya lagi. Aku mohon." Kevin begitu memohon pada Ariana.


"Ariana ..." Kevin ingin kembali bicara, tapi selalu saja ada yang merusak momennya dan kali ini selalu hal yang sama, yaitu deringan ponselnya. Kevin benar-benar menggerutu kesal sekarang, tapi yang menelepon adalah ibunya.

__ADS_1


"Kenapa malah meneleponku? Kenapa Ibu tidak istirahat saja di rumah sakit?" Kevin terdengar menggerutu kesal.


"Ibu masuk rumah sakit?" tanya Ariana.


"Ya, semalam Ibu rumah sakit dan kebetulan dirawat di rumah sakit ini," jawab Kevin, lalu ia menjawab telepon ibunya.


"Halo, Ibu. Ada apa?"


"Ada apa katamu? Kau masih bicara dengan santai seperti itu? Wanita simpananmu telah membuat masalah besar. Apa kau tidak menyadarinya?"


"Masalah besar apa yang dia perbuat? Aku tidak tahu apa-apa karena Emily masuk rumah sakit."


"Apa? Emily masuk rumah sakit? Apa yang terjadi padanya?" suara Fiona terdengar penuh kekhawatiran.


"Alerginya kambuh."


"Bagaimana bisa? Ariana pasti tidak menjaganya dengan baik!"


"Hentikan, Ibu, kita fokus saja topik awal. Apa yang wanita itu lakukan?" wajah kesal Kevin kembali lagi. Sedangkan Ariana kini hanya fokus pada Emily saja.


"Dia menjadi semakin gila!" ucap Fiona dengan penuh kemarahan.


Sementara di tempat lain, Camila tampak sedang duduk saling berhadapan dengan Eric. Pria itu tampak duduk sembari memutar gelas berisi wine yang ada di tangannya. "Jangan khawatir, ini pasti akan berhasil," ucap Eric sembari tersenyum, lalu ia meminum winenya.


"Tapi sebagian cerita itu palsu."


"Siapa yang peduli itu nyata itu palsu? Yang penting kau bisa mengambil posisi Ariana, kan?" balas Eric.

__ADS_1


__ADS_2