
Sejak Ariana mengembalikan penanya dan mengatakan akan pergi, sejak saat itu juga Mark tidak berkomunikasi lagi dengan Ariana. Mark merasa kesulitan untuk menghadapi Ariana setelah ditolak olehnya dan ketika akan menemuinya lagi, Mark mengetahui kalau Ariana tidak lagi tinggal di rumah lamanya, di saat bersamaan tersebar berita bahwa Ariana memilih mundur dari layar kaca dan dia pergi meninggalkan Korea, tapi tidak ada yang tahu pasti kemana dia pergi.
Setelah mengetahui hal itu, Mark mencoba menghubungi Ariana, tapi tidak bisa. Mark juga mencoba bertanya pada orang terdekat Ariana, yaitu Tina, tapi dia mengatakan juga tidak tahu pasti kemana Ariana pergi. Tina menjelaskan kalau Ariana berkata akan mencari kehidupan yang tenang, tapi tidak mengatakan pergi kemana.
Dunia terlalu luas untuk Mark jelajahi tanpa petunjuk apa-apa dan ia sempat merasa untuk menyerah saja mencari Ariana. Sampai akhirnya, satu minggu yang lalu, Mark harus pergi ke Kanada untuk sebuah pekerjaan dan bertemu dengan seseorang. Tujuan Mark bukanlah kota Toronto, melainkan kota Quebec, tapi ia merasa ingin sedikit menjelajahi Kanada setelah menyelesaikan pekerjaannya, jadi pergi ke kota Toronto. Mark tiba di kota Toronto kemarin dan berencana akan pergi ke kota lain dalam waktu dua hari, sampai akhirnya, Mark melihat sesuatu yang mengejutkan, yaitu Ariana.
Bermaksud mencari cafe yang masih buka untuk memesan kopi, dari balik jendela kaca itu, Mark melihat Ariana yang duduk terdiam. Awalnya, Mark pikir dirinya salah lihat, tapi semakin ia menatap wanita itu, ia yakin kalau itu adalah Ariana.
Ariana pun tidak menduga kalau Mark akan ada di sini, bahkan sekarang sudah duduk di hadapannya setelah ia persilahkan masuk walau cafe telah tutup. Ariana juga membuatkan Mark kopi dan memberinya sepotong cake.
Mark terus menatap lekat Ariana yang sekarang terlihat sedikit berbeda karena rambutnya yang lebih pendek dari sebelumnya, tapi dia masih sangat cantik dan akan selalu seperti itu. Mark senang karena Ariana tidak terlihat sekurus sebelumnya. Sekarang, Ariana mulai terlihat lebih segar seperti Ariana yang dulu ia temui saat pemotretan. Jika Ariana sampai berubah seperti ini, maka itu berarti dia hidup dengan baik dan Mark senang mengetahuinya.
"Bagaimana kabarmu?" Mark membuka percakapan.
"Aku baik, lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana denganmu?"
"Aku juga baik. Bagaimana dengan Emily? Di mana dia?"
"Emily meminta izin ke rumah temannya dan aku akan menjemputnya nanti."
"Emily bahkan sudah memiliki teman sekarang. Aku senang mendengarnya." Mark tampak tersenyum.
"Apa kau di sini untuk bekerja?"
__ADS_1
"Ya, aku juga bertemu dengan seseorang untuk sebuah bisnis. Tujuanku adalah kota Quebec, tapi mendadak aku ingin berjalan-jalan, jadi datang ke kota ini dan secara mengejutkan aku melihatmu. Aku sudah lama mencarimu dan hampir menyerah, tapi aku senang karena kembali bertemu denganmu."
"Kenapa kau selalu menghabiskan waktumu dengan cara seperti ini? Kau harus ...."
"Menjalani hidupku, kan? Seperti inilah caraku menjalani hidupku. Jangan pedulikan tentang perasaanku padamu, aku tidak akan mengganggumu dengan hal itu. Bisa bertemu lagi denganmu dan melihatmu baik-baik saja sudah cukup untukmu. Aku tidak akan meminta lebih dari itu." Mark bukannya menyerah atas perasaannya, tapi ia memilih untuk menghormati apapun keputusan Ariana.
Ariana sempat terdiam sejenak dan akhirnya berkata, "Aku menghargai perasaanmu padaku yang bahkan masih ada sampai saat ini, tapi aku terlalu takut untuk menghadapi cinta. Masalahnya bukan ada padamu, tapi aku."
Mark tentu memahami perasaan Ariana, walau tidak sepenuhnya, sebab tidak ada yang bisa benar-benar bisa memahami perasaan Ariana, kecuali berada dalam situasi yang sama dengannya. Peristiwa yang menimpanya pasti meninggalkan trauma yang begitu mendalam dan tidak mudah untuk menyembuhkannya.
"Aku mengerti, tapi kau harus menemukan cahaya terang yang bisa menyingkirkan ketakutanmu. Siapa pun orang itu, aku akan selalu berbahagia untukmu," ucap Mark dengan seulas senyumannya.
"Minum saja kopimu." Ariana bicara sembari tersenyum, lalu kembali menikmati minumannya. Ariana masih belum ingin bicara sejauh itu, ia ingin menikmati langkah demi langkah yang ia lalui dalam hidupnya. Namun, jika orang yang Mark maskud memang akan hadir di hidupnya, Ariana harap itu adalah cinta terakhirnya yang tidak akan pernah menyakitinya.
***
Ariana sebenarnya merasa tidak enak karena Mark harus melakukan semua itu, tapi Mark menegaskan kalau dia tidak masalah dengan semua permintaan Emily. Di sisi lain, Ariana juga senang bisa melihat Emily terlihat begitu bahagia bersama Mark, sebab setelah kematian Kevin, Emily tidak seceria biasanya. Kadang, Emily juga masih menangis karena menginginkan Kevin kembali bersamanya.
Setelah Emily tertidur, Ariana nembuatkan Mark minuman sebelum dia pulang. Ariana dan Mark pun duduk bersama di ruang tamu rumah Ariana. "Kapan kau akan kembali ke Korea?" Ariana pun membuka percakapan dengan Mark.
"Kenapa? Apa kau berharap aku segera pergi agar tidak mengganggumu?" Mark terdengar seperti menggoda Ariana.
"Tidak seperti itu. Sudahlah, aku tidak akan bertanya lagi."
__ADS_1
"Aku bercanda. Aku tidak yakin kapan akan kembali karena aku masih ingin menjelajahi Kanada. Kau mungkin akan sering melihatku, jadi aku harap kau tidak terganggu dengan hal itu." Mark menikmati teh buatan Ariana setelah ia selesai bicara.
"Sepertinya Emily akan senang jika mendengar hal itu."
"Aku sudah mengatakan itu pada Emily karena dia terlihat sedih ketika mengira aku akan segera pergi. Membesarkan anak sendirian pasti sangat sulit, tapi kau berhasil melakukannya dengan baik. Kau adalah wanita hebat." Mark terlihat begitu senang memuji Ariana.
Ariana tampak tersenyum bahkan sepertinya sedikit salah tingkah. "Tidak, aku tidak sehebat itu," ucap Ariana setelahnya.
"Kenapa kau terlihat salah tingkah seperti itu?" Mark kembali menggoda Ariana.
"Siapa yang salah tingkah seperti itu? Kau sangat menyebalkan. Cepat minum tehmu, lalu pulang," ujar Ariana, tapi Mark tetap saja menggodanya. Ariana pun terliihat nyaman dalam orbrolan ringan seperti itu.
***
"Apa kau sungguh tidak tahu kemana Ariana pergi? Sampai detik ini? Apa itu sungguhan?" di sisi lain, Eric kembali bertanya pada Hana kalau saja dia punya informasi tentang kemana perginya Ariana. Selama beberapa bulan ini, Eric telah mencoba mencari petunjuk dengan bertanya-tanya pada orang terdekat Ariana, tapi tidak ada hasil, Ariana tidak mengatakan pada siapa pun tentang kemana dia akan pergi bersama Emily.
"Aku tidak tahu. Sudah aku katakan kalau Ariana hanya berpamitan, tapi tidak mengatakan kemana dia pergi. Namun, kemana pun Ariana pergi aku yakin dia baik-baik saja bersama Emily. Biarkan Ariana tenang dengan hidupnya dan kau fokus pada hidupmu. Apa kau tidak kasihan padanya? Dia sudah melalui banyak hal dalam hidupnya," ucap Hana yang terdengar cukup kesal, sebab ia begitu ingin Ariana hidup dengan baik setelah semua hal buruk yang terjadi padanya, tapi Eric seperti ingin mengacaukan segalanya.
"Jadi, kau menganggapku pengganggu untuknya?"
"Memangnya bukan? Tolong, Eric, fokus saja pada hidupmu. Apa kau tidak penasaran kenapa ibumu begitu ingin Mina menjadi menantunya? Fokuslah pada istrimu," balas Hana.
"Aku tidak penasaran sama sekali. Sudahlah, tidak ada gunanya bicara padamu. Hubungi aku kalau kau tahu sesuatu tentang Ariana." Eric pun pergi meninggalkan Hana.
__ADS_1