Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 57 [Berpamitan]


__ADS_3

Sebuah kotak Ariana letakan di atas meja tepat di hadapan Mark, membuat Mark terlihat kebingungan. "Ini adalah pena yang kau berikan padaku," ucap Ariana setelahnya.


"Aku memberikannya padamu, lalu kenapa kau mengembalikannya?"


"Maaf, bukannya aku tidak menghargainya, tapi aku sungguh tidak bisa menerimanya. Aku juga akan pergi, jadi aku perlu mengembalikan ini padamu."


Mark lebih terkejut lagi sekarang. "Kau akan pergi kemana?"


"Ke tempat yang mungkin memberiku ketenangan. Kau harus hidup dengan baik, jangan menghabiskan waktumu untuk seseorang yang memiliki banyak ikatan dalam hidupnya. Terima kasih untuk semuanya. Aku pergi." Ariana mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Mark di cafe itu.


Mark kira, Ariana mengajaknya bertemu untuk suatu hal yang baik, tapi itu hanya sebuah perpisahan. Mark tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, ia mengambil pena yang ada di atas meja, lalu mengejar Ariana sebelum terlambat.


Begitu sampai di luar, Mark langsung meraih tangan Ariana dan membuat wanita itu menatap ke arahnya. "Aku masih mencintaimu," ucap Mark pada akhirnya. Mark tidak bisa menahan perasaan ini lagi.


"Apa tidak ada yang tersisa dari masa lalu kita? Aku memang salah karena meninggalkanmu, tapi aku tidak punya pilihan saat itu," ucap Mark lagi.


"Maaf, tapi aku tidak siap untuk sebuah hubungan." Ariana melepaskan genggaman tangan Mark, lalu kembali melangkah meninggalkan pria itu. Ariana masuk ke dalam mobilnya dan akhirnya benar-benar meninggalkan Mark yang masih berdiri di tempatnya.


"Aku akan menunggumu sampai kau siap," ucap Mark tanpa didengar oleh siapa pun dan ia masih menggengam erat pena yang Ariana kembalikan padanya.

__ADS_1


***


Saat kembali ke rumahnya setelah menjemput Emily, Ariana melihat kalau Eric sudah ada di depan rumahnya. Walau sudah berkata pada Mina kalau ia akan lebih tegas pada Eric, tapi Ariana belum sempat bicara serius pada pria itu karena terlalu banyak masalah yang terus terjadi. Ariana pikir, ini adalah waktu yang tepat untuk bicara pada Eric.


Ariana mengajak Eric untuk masuk, lalu ia meminta Emily untuk pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian, sebab tadi ia sudah mengajak Emily ke sebuah restoran untuk makan bersama. Kini, Ariana hanya ingin fokus pada Eric.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Eric setelah Ariana memberikan minuman padanya.


"Seperti yang terlihat. Karena kau ada di sini, jadi mari bicara serius," ucap Ariana.


"Ya, tentu saja. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


Eric sempat terdiam selama beberapa saat, sebab tidak menduga kalau Ariana akan mengatakan semua itu padanya. Apakah Ariana terganggu karena sikapnya? Ataukah ada hal lain yang membuatnya seperti ini?


"Apa yang membuatmu tiba-tiba mengatakan hal seperti itu? Apa Mina mendatangimu dan mengatakan sesuatu?" Eric tidak akan tinggal diam jika Mina benar-benar mendatangi Ariana dan mengatakan hal yang tidak-tidak padanya.


"Bukan itu inti dari pembicaraan ini. Bersikaplah sebagaimana seharusnya sikap seorang suami pada istrinya atau kau bisa saja menyesalinya. Di dunia ini jarang ada kesempatan kedua, jadi gunakan kesempatan yang kau miliki dengan baik."


Eric tersenyum mendengar ucapan Ariana dan setelahnya berkata, "Aku tidak akan menyesali apapun. Aku akan melakukan apapun hanya untuk orang yang aku cintai dan orang itu adalah dirimu. Kau bisa merasakannya, kan?"

__ADS_1


Sudah dua kali Ariana mendengar kalimat seperti itu hari ini. Ariana merasa sangat tidak nyaman dengan semua ini. Pria yang mengkhianati istrinya sendiri, kini mengatakan mencintainya. Apa yang bisa dipercaya dari pria seperti itu?


Sekarang, Ariana bahkan ketakutan saat mendengar kalimat cinta. Cinta seperti sebuah penipuan besar untuknya. Mulut seseorang bisa mengatakan cinta sebanyak yang dia mau, tapi siapa yang benar-benar tahu isi hatinya?


"Aku tidak merasakan apa-apa." Ariana menjawab pertanyaan Eric dengan dingin, membuat pria itu kesulitan untuk bicara setelahnya.


***


6 bulan kemudian ...


Bukan Swiss, tapi Ariana menetapkan pilihannya pada negara Kanada sebagai tempatnya untuk memulai kehidupan yang baru. Ariana sempat menghubungi Yejun dan mengatakan kalau rumah yang dibeli oleh Kevin sebaiknya disimpan untuk masa depan Emily nantinya, sebab Ariana merasa akan kesulitan jika segala hal mengingatkannya pada Kevin. Ariana menginginkan ketenangan yang benar-benar diinginkan oleh hatinya.


Ketika membicarakan tentang Swiss dengan Emily, Ariana menanyakan bagaimana jika mereka pergi ke tempat lain yang tidak kalah indah dari Swiss dan Emily mengatakan, "Aku akan ikut kemanapun Ibu pergi." Dan pada akhirnya, Ariana menetapkan pilihannya pada Toronto, Kanada.


Sudah hampir enam bulan Ariana tinggal di sini bersama Emily, membuat Emily sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya di sekolah. Sementara Ariana menyibukkan dirinya dengan bekerja di cafenya sendiri yang buka sebulan setelah ia pindah ke Kanada.


Beberapa orang menyayangkan pilihan Ariana yang memilih untuk melepas karir cemerlangnya di Korea dan memilih untuk membuka cafe di Kanada, tapi Ariana hanya tersenyum saat mendengarnya. Ariana tahu kalau orang lain tidak akan memahami apa yang ia rasakan sampai mengalami hal yang sama dengannya, jadi ia tidak harus menjelaskan apapun tentang pilihannya.


Setelah pindah ke tempat ini, Ariana menjadi lebih bersemangat untuk melakukan setiap pekerjaannya. Emily hanya memilikinya sekarang dan Ariana ingin memberikan yang terbaik padanya. Masa lalunya tidak mungkin bisa benar-benar dilupakan, tapi Ariana ingin berdamai dengan segala masa lalunya yang buruk agar bisa menjalani hidupnya dengan baik. Bisakah ia melakukannya?

__ADS_1


Saat Ariana duduk di cafenya yang dalam keadaan sepi karena telah tutup, ia melihat seorang pria yang berdiri di depan cafenya dan terus menatapnya. Pria itu terlihat berharap bisa masuk walau sudah ada tulisan kalau tempat ini tutup.


__ADS_2