Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 16 [Bom Yang Akhirnya Meledak]


__ADS_3

Saat Kevin masih sibuk mandi, Ariana terlihat sudah duduk di ruang tamu dengan ditemani oleh sebuah gelas dan satu botol wine. Ariana menuangkan wine ke dalam gelas khusus wine, lalu meneguknya sedikit sembari melirik ke arah jam dinding yang ada di ruangan itu. Sudah lime belas menit berlalu sejak ibu mertuanya menerima pesan dan Ariana yakin kalau ibu mertuanya pasti akan tiba sebentar lagi. Jika menyangkut tentang Emily, maka ibu mertuanya tidak akan membuang-buang waktu, dia akan datang tidak peduli apapun yang terjadi. Ariana tahu hal itu.


Di sisi lain, Wilda tampak mendekat pada Ariana dengan membawa sebuah kotak kado berwarna hitam yang terlihat mewah, sesuai dengan selera Fiona. Sedangkan di kamar khusus pelayan, Camila baru saja kembali ke kamarnya setelah menyelesaikan pekerjaan yang mendadak Wilda berikan padanya dan sekarang, Camila merasa kalau ada yang masuk ke kamarnya karena ada bajunya yang bergeser dari tempat yang sebelumnya.


Camila mengecek barang-barangnya dan tidak ada yang hilang, lalu ia melihat sebuah kotak penyimpanannya terlihat tidak tertutup dengan sempurna, padahal sebelumnya tidak seperti itu. Camila membuka kotak itu dan melihat kalau test pack dan foto USG miliknya tidak ada di sana.


"Siapa yang mengambilnya?" gumam Camila.


Dan Ariana tampak membuka kotak yang dibawa oleh Wilda, menatapnya sebentar, lalu ditutup lagi. Ariana memejamkan matanya dan kedua tangannya terlihat mengepal dengan begitu kuat. Ariana begitu ingin berteriak sekarang dan melempar kotak itu berserta isinya tepat di wajah Kevin dan Camila, tapi lagi-lagi ia harus menahan diri.


"Apa Anda baik-baik saja?" tanya Wilda.


Ariana membuka matanya dan menghela napas. "Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih. Sekarang, Bibi bisa beristirahat," ucap Ariana.


"Apa yang akan Anda lakukan dengan semua ini?" Wilda kembali bertanya.


"Serahkan saja padaku. Istirahatlah. Aku mohon."


"Ya, saya akan istirahat. Selamat malam." Wilda pun tidak punya pilihan lain, selain pergi meninggalkan Ariana.


Saat Wilda melangkah pergi, Kevin datang karena Ariana yang tidak kunjung kembali ke kamar. Kevin pikir, Ariana masih marah padanya atas apa yang terjadi tadi sore, jadi ia akan meminta maaf lagi pada Ariana. Kevin mendekati Ariana, ia sempat melirik kotak yang ada di atas meja, dan setelah itu duduk di sebelahnya.


"Kenapa kau tidak kembali ke kamar? Apa kau masih marah padaku? Tolong maafkan aku," ucap Kevin.

__ADS_1


Ariana menatap Kevin dan memaksakan senyumannya. "Aku sedang menunggu kedatangan seseorang, jadi aku duduk di sini, bukan karena marah padamu." Ariana benar-benar tidak sabar melihat reaksi ibu mertuanya saat mengetahui kalau dia akan memiliki cucu dari kekasih gelap anaknya.


"Siapa yang kau tunggu semalam ini? Lalu, apa isi kotak ini?"


"Kau akan tahu tahu nanti. Apa kau mau minum denganku?"


Belum sempat Kevin menjawab ia sudah dikejutkan oleh kedatangan ibunya. Ibunya datang dengan raut wajah terlihat seperti orang marah dan bercampur dengan khawatir, sehingga membuat Kevin merasa bingung melihatnya. Kevin pun langsung menghampiri ibunya, sedangkan Ariana masih setia di tempat duduknya dan menikmati minumannya.


"Ada apa Ibu? Kenapa Ibu terlihat khawatir?" tanya Kevin.


Kini, Fiona yang terlihat bingung, sebab di pesan tadi tertulis kalau Kevin dan Ariana tidak ada di rumah, tapi nyatanya mereka ada di rumah bahkan Ariana terlihat begitu santai sambil menikmati minumannya.


"Kau mengirim pesan dan meminta ibu untuk menjaga Emily yang sedang sakit karena kau dan Ariana tidak ada di rumah," ucap Fiona dan ia mendapat tatapan bingung dari Kevin.


"Aku tidak mengirim pesan apa-apa pada Ibu. Emily juga baik-baik saja, dia tidak sakit. Sedangkan aku dan Ariana, kami di rumah sejak tadi." Pada titik ini, Kevin sempat merasa kalau ada yang salah dengan ibunya.


"Aku yang mengirim pesan itu dari ponsel Kevin." Dan Ariana bicara dengan begitu santai.


Pandangan Fiona dsn Kevin seketika mengarah pada Ariana. Mereka tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang Ariana lakukan. "Apa-apaan ini? Apa kau mempermainkan Ibuku?" tanya Kevin.


"Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ingin memberikan kejutan pada Ibu." Ariana tersenyum pada Fiona.


"Wanita gila! Apa kau pikir, ini lucu?!" Fiona meninggikan nada suaranya. Fiona begitu marah saat ini sampai rasanya ingin melayangkan tamparan keras pada Ariana.

__ADS_1


"Tolong tenang, Ibu, karena aku belum memberikan kejutannya pada Ibu. Apa Ibu sudah siap untuk sebuah kejutan dariku?" Ariana masih terlihat tersenyum. Ariana akan tetap tersenyum sampai akhirnya bom itu akan meledak.


"Sebenarnya, apa yang kau lakukan?" Kevin ikut kesal melihat tingkah Ariana yang menurutnya begitu aneh bahkan mulai agak menyebalkan.


"Ini juga kejutan untukmu. Tunggu sebentar, aku akan mengambil kejutannya." Ariana pergi mengambil kotak yang ada di atas meja, kemudian kembali dan menyodorkan kotak itu pada suami dan ibu mertuanya.


"Siapa yang mau mengambilnya? Ibu? Atau kau?" Ariana bertanya sembari menatap Fiona dan Kevin secara bergantian.


"Apa yang terjadi padamu? Apa kau masih sakit?" Kevin masih bertanya pada Ariana. Saat ini, Kevin seperti melihat orang asing. Kevin sama sekali tidak mengenali Ariana saat ini.


"Ambil saja apa yang aku berikan, maka kau akan menemukan jawabannya. Cepatlah, Kevin, Ibu, aku sudah tidak sabar melihat reaksi kalian." Ariana lagi-lagi tersenyum.


Fiona yang sudah begitu marah kini mengambil kotak di tangan Ariana dengan kasar, lalu membukanya. Raut wajah Fiona pun seketika berubah ketika melihat isi kotak yang Ariana berikan padanya, sebab di sana ada sebuah test pack positif dan juga selembar foto hasil USG dengan nama Camila. Camila, Fiona tahu siapa pemilik nama itu.


Kevin yang penasaran akhirnya ikut melihat isi kotak itu dan ini benar-benar kejutan untuknya. Pandangan Kevin kini mengarah pada Ariana yang masih terlihat tersenyum. "Bagaimana? Apa kalian menyukai kejutanku?" Ariana bahkan sempat bertamya seperti itu dengan senyuman yang mengisyaratkan betapa puasnya dia dengan semua ini.


"Apa-apaan ini? Omong kosong apa yang kau berikan padaku?!" Fiona melempar kotak itu ke lantai.


Di saat bersamaan, Camila yang tadinya ingin mencari keberadaan Kevin tampak menghentikan langkahnya saat melihat Fiona melempar sebuah kotak dan di dalam kotak itu ada foto USG dan test pack miliknya. Dalam hatinya, Camila bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi di rumah ini?


Ariana mengambil foto USG itu sembari melirik Camila yang datang di saat yang tepat. Ariana kembali ke hadapan ibu mertuanya dan menyodorkan foto USG itu. "Ini bukan omong kosong, Ibu. Ini adalah foto cucu masa depan Ibu. Ibunya ada di sana. Ibu sudah mengenalnya, kan? Camila, dia pelayanku, sekaligus kekasih Kevin, dan menantu Ibu di masa depan." Ariana kini menunjuk ke arah Camila yang terlihat begitu membeku karena keterkejutannya.


"Ariana ..." Kevin bahkan kesulitan untuk mengatakan sesuatu karena kejutan yang Ariana berikan sangat di luar dugaan. Kevin bahkan tidak tahu sejak kapan Ariana mengetahui hubungannya dengan Camila.

__ADS_1


"Selamat untukmu, Kevin. Kau akan menjadi ayah lagi. Sayangnya aku tidak akan ikut berbahagia untuk hal itu. Aku mendoakan segala hal yang terburuk dan paling menyakitkan untuk kalian berdua." Sudah tidak ada lagi senyuman, Ariana hanya menunjukkan wajah marahnya saat ini, lalu melempar foto USG itu tepat di wajah Kevin.


Sementara Fiona tampak terdiam, ia benar-benar dibuat bungkam oleh kejutan Ariana. "Aku tahu kalau setiap saat Ibu selalu berharap ada kabar tidak baik tentang sikapku untuk membuktikan kalau semua perkataan Ibu tentangku adalah benar, tapi sayangnya kabar buruk itu datang dari putra kesayangan Ibu. Apakah dia menuruni sifat seseorang?" dan hati Fiona semakin memanas setelah Ariana mengatakan semua itu padanya. Selama hidupnya, ini adalah hari paling memalukan dalam hidup Fiona.


__ADS_2