
Wilda merasa tidak yakin kalau alasan Ariana mengemasi barang-barang Emily karena akan pergi berlibur, sebab biasanya ia yang akan mengurus semua keperluan jika ada yang akan pergi berlibur. Belum lagi barang-barang yang Ariana masukan ke dalam koper terlihat terlalu banyak untuk sebuah liburan. Tidak mungkin Emily diajak pergi berlibur ke luar negeri atau berlibur terlalu lama, sebab dia masih harus sekolah. Hari ini saja Ariana sudah membuat kejutan lewat pernyataannya. Lalu, apa lagi sekarang?
Menyadari tatapan aneh Wilda padanya membuat Ariana kini menoleh pada wanita paruh baya itu dan berkata, "Ada apa, Bibi? Apakah aneh jika aku membawa putriku berlibur?"
"Tentu saja tidak, tapi kenapa terlihat begitu mendadak? Hari juga sudah mulai malam, jadi mengemasi barang-barangnya besok pagi saja. Saya akan meminta pelayan melakukannya."
"Aku akan mengajaknya pergi berlibur sekarang," balas Ariana dan ia masih sibuk mengemasi barang-barang Emily.
"Apa? Akan berlibur kemana malam-malam seperti ini?"
"Ke tempat yang bisa memberiku ketenangan," jawab Ariana.
"Tapi ..." kalimat Wilda tertahan karena Ariana yang telah membangunkan Emily.
"Sayang, ayo bangun sebentar," ucap Ariana sembari menyentuh wajah Emily dengan begitu lembut.
"Ibu ..." Emily mulai membuka matanya.
"Ayo kita pergi berlibur sebentar."
"Berlibur? Kemana?"
"Ke tempat yang indah. Apa kau mau ikut?"
"Ya, aku mau ikut dengan Ibu." Emily sudah duduk sekarang.
__ADS_1
"Apa Ayah juga akan ikut?" tanya Emily.
Ariana sempat terdiam sejenak, dan akhirnya mengatakan, "Ayah sedang sibuk, jadi akan menyusul kita nanti. Ayo." Ariana merentangkan tangannya di depan Emily. Emily yang terlihat masih mengantuk langsung memeluk Ariana, lalu dipergi dengan cara digendong.
"Nyonya Ariana ..." Wilda mencoba menahan Ariana untuk bicara dengannya.
"Bibi, aku hanya ingin menenangkan diri bersama putriku. Ada banyak hal yang harus aku hadapi ke depannya, jadi aku harus tetap waras, jadi, apakah aku boleh pergi sekarang?" Ariana bicara dengan nada yang memohon.
Mendengar kalimat seperti itu dari Ariana membuat Wilda perlahan bergerak mundur dan tidak lagi mencoba menahan Ariana. Benar apa yang Ariana katakan, akan ada banyak hal yang terjadi dan dia harus dalam keadaan waras agar bisa melewati semua itu. Jika hal ini bisa membuat Ariana mendapatkan ketenangan yang telah direnggut darinya, maka Ariana harus mendapatkannya.
"Semoga liburan Anda menyenangkan," ucap Wilda pada akhirnya.
"Terima kasih. Aku dan Emily akan baik-baik saja, jadi Bibi tidak perlu khawatir. Aku hanya akan pergi sebentar saja. Jaga diri Bibi." Ariana mungkin terlihat tersenyum saat ini, tapi Wilda bisa melihat betapa besar kesedihan yang tersembunyi di balik senyumannya itu, apalagi matanya perlahan terlihat mulai berkaca-kaca.
"Ya." Wilda juga tersenyum pada Ariana.
***
Kevin mencoba menghubungi Ariana, tapi nomornya tidak aktif. Berulang kali Kevin mencoba dan hasilnya tetap sama. Kevin tahu kalau apa yang Ariana lakukan bukanlah liburan sungguhan, tapi ini hanya cara Ariana agar bisa menjauhkannya dari Emily.
"Dimana Ariana?" lalu, Fiona datang mencari Ariana karena ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Ariana.
Kevin tampak berdecak kesal karena ibunya yang entah kenapa harus datang ke rumahnya di saat seperti ini. Kevin benar-benar pusing sekarang dan kedatangan ibunya pasti hanya akan membuat keributan dengan Ariana. Andai saja waktu bisa diputar, Kevin tidak akan pernah melampiaskan rasa bosannya dengan bermain-main bersama Camila, lalu membuat masalah sebesar ini.
"Ibu, ini sudah malam, jadi pulanglah dan istirahat. Bagaimana jika Ibu kembali jatuh sakit?" ucap Kevin.
__ADS_1
"Ibu bertanya ada dimana Ariana?" Fiona terlihat tidak peduli pada ucapan Kevin.
Kevin menghela napas berat. Astaga, Kevin benar-benar ingin lepas dari semua situasi yang buruk ini. Camila belum ditemukan dan sekarang, Ariana juga pergi membawa Emily dengan alasan pergi berlibur.
"Ariana tidak ada di rumah. Dia pergi bersama Emily dengan alasan pergi berlibur, itulah yang Bibi Wilda katakan padaku. Aku tidak tahu mereka ada dimana sekarang." Kevin menjawab pertanyaan ibunya.
"Apa? Bagaimana kau bisa membiarkannya pergi membawa cucuku?" Fiona kini melampiaskan kemarahannya pada Wilda.
"Maafkan saya. Nyonya Ariana adalah ibu Nona Emily. Bagaiamana saya bisa menghentikan seorang ibu yang ingin mencari ketenangan bersama putrinya? Nyonya Ariana kesakitan, jadi tolong biarkan dia menenangkan diri sementara waktu. Nona Emily juga harus dijauhkan dari lingkungan yang kotor karena unggahan itu." Wilda memberanikan diri mengatakan semua itu pada Fiona.
"Berhentilah bicara omong kosong padaku! Karena kau telah lama bersama keluargaku, bukan berarti kau bisa bicara sesuka hatimu." Fiona bicara dengan kasar pada Wilda.
"Tolong jaga ucapan Ibu." Kevin memberikan penekanan pada nada bicaranya, karena ia tidak suka jika ibunya bicara sekasar itu pada Wilda. Bagaimana pun Kevin telah menganggap Wilda sebagai keluarganya, jadi perkataan ibunya tadi benar-benar mengganggunya.
"Sudahlah, jangan bertengkar untuk hal tidak penting seperti ini. Lebih baik kita cari Ariana atau dia akan membawa Emily semakin jauh dari kita. Jika tahu akan seperti ini jadinya, maka ibu akan meminta orang suruhan ibu untuk mengikuti Ariana selama 24 jam tanpa henti."
"Ibu berhentilah memperlakukan Ariana dengan cara seperti itu seolah dia adalah penjahat. Ariana tidak mungkin melakukan hal buruk pada Emily, jadi tenangkan diri Ibu." Kevin membalas ucapan ibunya.
"Berhentilah menjadi bodoh seperti ini. Apa kau sudah lupa apa yang Ariana lakukan hari ini? Dia memperburuk keadaanmu. Ariana ingin membuatmu terlihat semakin buruk, lalu kau akan kehilangan hak asuh Emily. Apa kau tidak menyadarinya?" Fiona menatap lekat Kevin.
"Ibu ...."
"Temukan Ariana, Emily, dan Camila secepatnya, jangan hanya bicara omong kosong seperti ini. Apa kau mengerti?" Fiona menekankan kalimatnya dan menatap Kevin dengan tatapan yang terlihat begitu tajam.
***
__ADS_1
Setelah pembicaraan cukup panas dengan ibunya, Kevin mulai mencari keberadaan Ariana. Tadi, ibunya mengatakan kalau Ariana beberapa kali mengunjungi rumah ayahnya selama beberapa waktu terakhir, jadi Kevin mencoba mencarinya ke sana. Namun, rumah itu sepi, lampunya tidak menyala, dan mobil Ariana juga tidak terlihat di sekitar tempat ini.
"Kemana Ariana membawa Emily pergi malam-malam seperti ini? Apa dia pergi bersama Eric? Atau bersama Mark? Ahhk, sial! Aku tidak akan tinggal diam jika itu terjadi," kesal Kevin.