Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 43 [Balas Dendam Yang Salah]


__ADS_3

"Bu Fiona sepertinya tidak menyukai kedekatanku dengan Emily." Mark bicara pada Ariana setelah dia ikut bergabung di meja makan.


"Tidak perlu terlalu dipikirkan. Aku adalah ibu Emily dan aku tidak melarangnya untuk dekat dengan siapa pun, selama orang itu tidak membawa pengaruh buruk untuknya." Ariana tidak terlalu peduli dengan suka atau tidaknya Fiona jika Emily dekat dengan Mark, sebab baginya tidak ada yang salah dengan itu, apalagi Mark terlihat bisa mengalihkan rasa sedih Emily dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat.


Yang Ariana pikirkan saat ini adalah keadaan Kevin. Kenapa Fiona pergi dengan terburu-buru? Apa terjadi sesuatu pada Kevin? Apa dia sudah sadar? Atau malah sebaliknya?


Ariana sangat ingin tahu, tapi tidak tahu harus menghubungi siapa karena Wilda saat ini tidak berada di rumah sakit. Pada akhirnya, semua pertanyaan yang berkeliaran di benak Ariana membuatnya tampak melamun dan itu diperhatikan oleh Mark.


Mark ingin mengajak Ariana bicara, tapi ponsel Ariana telah lebih dulu berbunyi yang sepertinya karena notifikasi pesan. Setelah menerima pesan, Ariana pun menjadi hanya fokus pada ponselnya, membuat Mark memilih untuk mengobrol dengan Emily.


Ariana fokus pada ponselnya karena ia kaget melihat foto yang dikirim oleh Wilda. Ariana ingat foto itu, foto yang diambil saat ia dan ibunya melakukan pekerjaan sebagai relawan lingkungan. Ariana akui ibunya memang memiliki masa lalu yang tampak begiru buruk, tapi setiap orang selalu punya dua sisi dalam dirinya, yaitu sisi positif dan sisi negatif, begitu juga dengan ibunya. Walau tidak sering, tapi ibunya suka menghabiskan waktunya menjadi pekerja sukarelawan.


Namun, kenapa Camila menyimpan foto ini? Dari mana dia mendapatkannya? Dan kenapa Camila memberikan lingkaran seperti ini? Tapi di balik semua pertanyaan itu, Ariana hanya memfokuskan pandangannya pada foto pria yang juga diberi lingkaran merah. Ariana memiliki ingatan yang buruk dengan pria itu.


Setelah menerima pesan, Ariana kini mendapatkan telepon dari Wilda. Ariana pun menjauh dari meja makan saat menjawab telepon, tanpa menyadari Mark yang menatap ke arahnya. "Halo, Bibi, aku sudah melihat foto itu," ucap Ariana.


"Bukankah itu sangat aneh? Tapi setelah saya perhatikan, anak kecil yang di sebelah Anda mirip dengan Camila. Jika benar, bukankah itu berarti Anda dan Camila sudah bertemu sebelumnya? Namun, saya masih bingung dengan tanda merah itu."


"Entahlah, tapi aku tahu pria yang diberi lingkaran merah itu. Dulu, pria itu pernah ingin melecehkan Ibuku, tapi tidak ada yang mempercayai hal itu karena Ibuku yang memang dikenal suka dekat dengan pria lain." Ariana ingat kejadian itu adalah saat dimana ia benar-benar sedih dan kasihan pada ibunya, terlepas dari seperti apa masa lalu ibunya. Orang-orang berpikir kalau ibunya hanya mengarang cerita dan tersebar cerita kalau ibunya yang lebih dulu mendekati pria itu, maka dari itu ibunya sering melakukan pekerjaan sukarelawan. Saat itu, Ariana merasa hanya dirinya dan ayahnya yang mempercayai ucapan ibunya. Ariana percaya kalau ia sempat melihat sekilas bagaimana pria itu memaksakan diri pada ibunya setelah pekerjaan relawan selesai. Dulu, pria itu cukup berpengaruh dan memiliki citra yang baik, jadi mudah bagi orang lain untuk percaya padanya ketika dia mengatakan kalau ibunya yang memulai semua masalah itu.


"Saya belum pernah mendengar cerita itu," ucap Wilda. Walau ia begitu dekat dengan Ariana, tapi Ariana tidak pernah bercerita padanya.


"Aku tahu kalau orang-orang tidak akan percaya, jadi aku tidak bercerita. Aku tidak mau orang lain semakin memandang rendah Ibuku karena cerita itu. Tapi terima kasih sudah mengirimkan foto itu padaku, aku aku mencari jawabannya."

__ADS_1


"Ya, saya senang bisa membantu."


"Oh ya, Bibi, aku ingin bertanya sesuatu. Apa Bibi mendengar kabar tentang Kevin? Tadi, Bu Fiona datang untuk bertemu dengan Emily, tapi dia pergi terburu-buru dan aku pikir, itu mungkin karena Kevin."


"Saya belum mendengar apa-apa. Saya akan mencari kabar terbaru, lalu mengabari Anda."


"Terima kasih, Bibi," ucap Ariana dan pembicaraan itu pun berakhir tidak lama setelahnya.


Setelah selesai bicara dengan Wilda, Ariana kembali menatap foto yang dikirimkan oleh Wilda. Ariana menatap foto anak kecil itu dengan begitu lekat dan dia memang terlihat mirip dengan Camila. Apakah anak kecil itu memang Camila? Jika dia memang Camila, lalu apa yang sebenarnya terjadi saat ini?


"Apa kau tidak akan makan?" Mark memanggil Ariana karena melihat dia yang hanya fokus pada ponsel saja setelah selesai bicara dengan seseorang.


"Aku datang." Ariana mematikan ponselnya, lalu bergabung dengan Mark dan Emily.


***


Sekarang, Fiona bisa fokus pada Camila dan memastikan wanita itu mendekam di penjara untuk waktu yang lama. Setelah masalah Camila selesai, lalu selanjutnya adalah Ariana. Fiona tidak merasa bersalah karena telah membuat Camila keguguran, selain karena ia membenci wanita itu, alasan lainnya adalah Camila keguguran juga disebabkan oleh kecerobohannya yang tidak menjaga kandungannya hingga terjadi gangguan yang bahkan tidak diketahui sebelumnya.


Fiona telah memberitahu Kevin tentang hal itu dan ia bisa melihat ketenangan di wajah putranya yang masih lemah itu. "Secara tidak langsung ibu telah menyingkirkan Camila beserta masalah yang dia bawa. Kau harus membalas kebaikan ibu dengan merebut Emily dari Ariana." Fiona melanjutkan ucapannya.


Kevin tampak memutar bola matanya dan mengalihkan pandangannya dari ibunya. Kevin tidak mengerti kenapa ibunya mendorongnya untuk menjadi lebih dibenci oleh Ariana. Namun, raut wajah Kevin seketika berubah setelah ia kembali mendengar ucapan ibunya.


"Apa kau tahu seorang pria bernama Mark? Mark memperkenalkan dirinya sebagai sahabat Ariana dan Ariana mempercayakan pria itu untuk menjaga Emily saat dia ke rumah sakit untuk melihat kondisimu. Kau tahu? Emily menjadi lengket dengan pria itu, mereka makan malam bersama di rumah Ariana dan hari ini pergi ke kebun binatang. Ibu takut kalau semakin lama pria itu akan menjauhkan Emily dari kita." Itulah yang Kevin dengar dari ibunya.

__ADS_1


Kevin senang saat mendengar Ariana yang datang untuk melihat kondisinya, tapi kenapa harus membiarkan Mark yang menjaga Emily? Dari cerita ibunya, Ariana dan Mark juga sepertinya menjadi lebih dekat sekarang. Apa masih ada cinta di antara mereka?


***


Sebelum pergi ke kebun binatang bersama Mark dan Emily, Ariana memutuskan untuk pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Camila. Ariana tidak bisa menahan rasa penasaran ini lagi, ia ingin segera bicara dengan Camila untuk menjernihkan apa yang sebenarnya terjadi. Ariana ingin tahu apa hubungan Camila dengan foto itu.


Tadinya, Camila merasa bingung saat petugas mengatakan ada yang ingin menemuinya, sebab ia tidak punya keluarga dan sampai tidak memiliki pengacara, jadi siapa yang ingin menemuinya? Apa Fiona? Awalnya, Camila pikir orang itu adalah Fiona, si wanita tua yang menjadi salah satu penyebab ia kehilangan bayinya. Camila tidak akan pernah memaafkan hal itu.


Namun, Camila terkejut saat mendapati kalau yang datang adalah Ariana. Camila menjadi semakin membenci wanita itu sekarang, tapi untuk apa dia datang ke tempat ini dan menemuinya?


"Jika aku tahu kalau yang datang adalah kau, maka aku tidak akan mau menemuimu," ucap Camila.


"Aku juga tidak ingin datang, tapi aku terpaksa harus datang. Apa maksudnya ini?" Ariana menunjukkan foto yang ditemukan di kamar Camila. Ariana meminta foto itu dari Wilda karena ia merasa lebih baik menunjukkan foto yang asli pada Camila.


"Berani sekali kau memeriksa barang-barangku!" Camila terlihat marah.


"Apa kau anak kecil di foto ini? Jadi, kau adalah anak dari pria berengsek itu?" Ariana terlihat tidak peduli pada kemarahan Camila.


"Pria berengsek? Jika aku adalah anak pria berengsek, maka kau adalah anak dari wanita murahan yang begitu senang merusak rumah tangga orang lain. Tidak cukup ibumu menghancurkan pernikahan orang tuaku, sekarang kau juga menghancurkan hidupku. Kau telah membunuh anakku! Aku bahkan tidak memberimu hak untuk memberikan izin pada prosedur untuk mengangkat anakku! Aku yang harusnya balas dendam padamu, tapi kau malah menghancurkan hidupku. Wanita sialan!" Camila terus bicara dengan nada begitu keras pada Ariana.


Ini benar-benar kejutan untuk Ariana. Wanita yang merebut suaminya adalah anak kecil yang dulu ia temui ketika melakukan pekerjaan sukarelawan bersama ibunya. Camila masuk ke dalam hidupnya untuk melakukan balas dendam atas kesalapahaman itu. Inilah yang terjadi ketika ibunya membuat dirinya terlihat buruk hingga tidak ada yang percaya ketika dia mendapatkan masalah.


"Balas dendammu sangat konyol, Camila. Ayahmu yang ingin melecehkan Ibuku dan ayahmu bahkan masih terus mendekati Ibuku setelah kejadian itu. Ibuku selalu menghindari ayahmu, tapi hanya rumor buruk tentang Ibuku yang semakin menyebar. Ibuku memang bukan wanita baik-baik, tapi keluargamu tidak termasuk ke dalam keluarga yang dihancurkan oleh Ibuku. Jika keluargamu hancur, maka itu adalah kesalahan ayahmu, bukan Ibuku!" Ariana menekankan kalimatnya.

__ADS_1


Untuk sesaat, Camila tampak terkejut mendengar ucapan Ariana, apalagi ia mengingat kalau alasan ayahnya dipecat dari pekerjaannya karena dia melakukan pelecehan pada salah satu rekan kerjanya, lalu pada akhirnya ayahnya harus bekerja sebagai supir. Namun, mana mungkin tidak terjadi perselingkuhan di antara ayahnya dan ibu Ariana? Itu sangat tidak mungkin. Tidak mungkin ibunya hanya termakan rumor, lalu menuduh ibu Ariana. Lagi pula, ibu Ariana memang sudah terkenal sebagai wanita murahan yang suka merusak rumah tangga orang lain, jadi sudah jelas wanita seperti apa dia.


__ADS_2