
"Ariana?" Kevin membuyarkan lamunan Ariana, sebab dia sudah cukup lama terdiam.
"Ya, aku akan membuat peryataan," ucap Ariana pada akhirnya.
"Sungguh? Terima ..." kalimat Kevin terhenti karena Ariana yang telah kembali ke ruang perawatan Emily.
Kevin masih diam di tempatnya, sebab ia merasa tidak yakin dengan apa yang Ariana katakan tadi. Ariana memang mengatakan aakn memberikan peryataan, tapi pernyataan apa yang dia maksud? Kenapa dia tidak mengatakannya? Dan kenapa dia langsung setuju?
Di dalam ruang perawatan Emily, Fiona langsung mengalihkan pandangannya pada Ariana saat melihat wanita itu masuk. Pembicaraan Ariana dan Kevin terlihat cukup singkat, dan Fiona penasaran apa hasil dari pembicaraan singkat itu.
Melihat tatapan ibu mertuanya membuat Ariana tersenyum melihatnya. Ariana yakin pasti ibu mertuanya yang menyarankan semua itu pada Kevin. "Ada apa, Ibu? Apa Ibu ingin mengatakan sesuatu padaku?" Ariana akhirnya bicara.
"Apa kau tidak menjaga putrimu dengan baik? Bagaimana alerginya bisa kambuh? Ibu macam apa kau?" bahkan jika Fiona ingin bertanya tentang jawaban Ariana, ia tidak akan mengatakan itu dan menjatuhkan harga dirinya sendiri.
"Ibu, tidak baik mengatakan itu di depan anak kecil, jadi kita bicarakan itu nanti. Aku pikir, Ibu penasaran dengan apa yang aku bicarakan dengan Kevin."
"Aku tidak peduli!" Fiona menekankan kalimatnya.
"Baiklah. Lalu, bagaimana keadaan Ibu? Apa kesehatan Ibu sudah lebih baik?" Ariana menunjukkan senyumannya pada ibu mertuanya.
Senyuman itu lagi, Fiona merinding melihat senyuman Ariana padanya. Senyuman Ariana saat ini adalah senyuman yang sama dengan senyuman yang dia perlihatkan sebelum mempermalukannya dengan membongkar perselingkuhan Kevin dan Camila.
"Terima kasih atas kepedulianmu, tapi aku baik-baik saja sekarang." Fiona berusaha terlihat ramah karena Emily ada di sini. Ariana kembali menanyakan keadaannya dan itu kembali membuatnya merinding.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Ariana masih tersenyum pada ibu mertuanya.
Di saat bersamaan, Kevin kembali masuk dan langsung mendekati Emily yang memanggilnya dan ingin memeluknya. Kevin sempat melirik ke arah Ariana yang hanya memberikan ekspresi datar padanya. Kevin tidak merasa lega setelah Ariana mengiyakan permintaannya, tapi ia malah menjadi semakin gelisah.
"Ayah kemana saja? Kenapa tadi pagi tidak ada di rumah?" tanya Emily.
__ADS_1
"Ayah menjaga Nenekmu. Nanti, kalau kau sudah sembuh, kau mau pulang bersama ayah, kan?" Kevin ingin memastikan kalau Emily tidak dibawa pergi oleh Ariana.
"Ya, aku mau pulang bersama Ayah!" Emily yang memang begitu dekat dengan Kevin tentu saja merasa bahagia saat diajak pulang bersama oleh ayahnya.
Ariana tahu maksud Kevin, tapi ia juga tidak akan merespon hal itu. Ariana tidak akan membawa Emily lari seperti seorang penjahat yang menculik anak kecil. Jika lari dengan cara seperti itu, maka Kevin dan ibu mertuanya akan dengan mudah merebut Emily dan hukum tidak akan bisa membantunya. Namun, jika sudah hukum yang menetapkan bahwa Emily tinggal bersamanya, maka tidak akan ada yang bisa mengambil Emily darinya.
Ariana mengambil hak asuh Emily bukan karena ingin menjauhkan Emily dari Kevin atau ibu mertuanya untuk selama-lamanya, Ariana tidak akan mengubah dirinya menjadi sosok ibu yang buruk seperti itu. Ariana hanya ingin menjaga Emily dari lingkungan yang menurutnya sudah tidak sehat.
***
Unggahan yang menyeret nama Kevin bergerak semakin liar, bagaikan bola salju yang semakin lama menjadi semakin besar. Namun, Ariana masih tidak kunjung memberikan pernyataan apapun, meski keberadaannya terus dicari oleh para wartawan.
Sedangkan Kevin tidak mungkin muncul, lalu mengatakan kalau semua itu tidak benar, sebab itu hanya akan dianggap sebagai bentuk pembelaan diri. Saat Kevin bertanya kapan Ariana ingin memberikan pernyataan untuk meluruskan semua ini, ia hanya mendapatkan jawaban secepatnya. Namun, entah kapan secepatnya itu akan tiba.
Dari berita itu muncul, Kevin belum melihat keberadaan Camila lagi. Walau begitu, Kevin tahu kalau Camila tidak mungkin pergi selamanya, wanita itu hanya menunggu momen yang tepat untuk memojokannya, lalu mengambil keuntungan darinya.
Sampai akhirnya Emily diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah dua hari dirawat di sana, keadaan Kevin tidak kunjung membaik. Hujatan demi hujatan terus datang dan kestabilan perusahaan mulai terdampak. Fiona sudah mulai tidak tahan dengan semua ini, tapi Ariana masih saja diam, padahal ia mendengar dari Kevin kalau Ariana setuju untuk melakukan apa yang diminta. Fiona ingin bicara pada Ariana, tapi terhalang oleh harga dirinya.
"Kapan kau mau membuat konferensi pers? Kestabilan perusahaanku mulai terdampak. Aku tahu kalau kau marah padaku, tapi tolong luruskan kesalahpahaman ini." Kevin bicara pada Ariana setelah mereka keluar dari kamar Emily.
"Kenapa tidak mencari kekasihmu saja? Kau nikahi saja dia, maka semua masalahmu akan selesai. Dia hanya ingin kau nikahi, itu saja dan sangat sederhana. Kau juga harus bertanggungjawab, kan?" Ariana bicara sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Kevin.
Kevin meraih tangan Ariana dan membuatnya berhenti, lalu berkata, "Jangan mengalihkan pembicaraan. Meluruskan semua ini juga demi kebaikan Emily. Apa kau mau kalau Emily dicap memiliki ayah yang dianggap sebagai pelaku pelecehan? Kau juga sudah setuju, kan?"
"Berhentilah membawa Emily agar kau dikasihani. Itu terdengar menjijikan," balas Ariana.
"Tapi baiklah, aku akan segera melakukannya. Kapan kau ingin aku melakukannya?" ucap Ariana lagi.
"Hari ini juga. Aku akan mengatur semuanya."
__ADS_1
"Baiklah, lakukan saja sesuka hatimu." Ariana menepis tangan Kevin, lalu pergi meninggalkannya.
"Dia setuju, tapi aku merasa sangat gelisah," gumam Kevin.
***
Sesuai dengan kesepakatan, Ariana menghadiri konferensi pers yang Kevin siapkan untuknya. Kevin bahkan sampai memberikan catatan apa saja yang harus dikatakan. Ariana begitu muak melihat catatan itu, jadi ia buang saja ke tempat sampah.
"Aku tahu harus mengatakan apa, jadi tidak perlu catatan seperti itu." Inilah jawaban Ariana ketika Kevin bertanya kenapa catatan itu dibuang.
"Apa kau sedang bermain-main denganku?" Fiona yang juga hadir di sana ikut bertanya pada Ariana.
"Jika Ibu menganggapku bermain-main, maka kita hentikan saja semua ini. Apa itu yang Ibu inginkan?" Ariana membalas dengan santai.
"Hentikan, Ibu. Konferensi pers akan segera dimulai, jadi jangan merusaknya." Kevin memperingatkan ibunya.
"Dia hanya terlihat tidak bisa dipercaya," ucap Fiona.
"Kalau begitu, jangan meminta bantuanku."
"Siapa yang meminta bantuanmu?!" Fiona dengan cepat membalas ucapan Ariana dan nada bicaranya terdengar cukup tinggi.
"Ibu, aku mohon." Kevin mulai pusing menghadapi ibunya yang tidak pernah bisa diam dan membiarkan semua masalah cepat berlalu.
Pada akhirnya, Fiona memilih untuk pergi dari ruangan itu dari pada harus kembali masuk rumah sakit karena melawan Ariana. Tidak lama setelah Fiona pergi, konferensi pers pun di mulai. Ariana masuk ke ruangan konferensi pers dan menatap semua wartawan yang datang untuk mendengar sesuatu darinya.
Ini benar-benar memalukan bagi Ariana karena ia harus menjelaskan segala hal memalukan yang terjadi di dalam hidupnya. Ariana mengepalkan tangannya ketika ingatan tentang ciuman Kevin dan Camila terus terlintas di benaknya, lalu kehamilan Camila, dam bagaimana Camila begitu berani mengatakan cintanya pada Kevin. Semua itu membuatnya muak dan marah di saat yang bersamaan.
"Terima kasih untuk semua yang telah hadir di sini. Hari ini, aku ingin meluruskan tentang unggahan yang menyeret suamiku. Aku ingin mengatakan ..." kalimat Ariana tertahan dan semua orang menunggu kelanjutannya, termasuk Kevin dan Fiona.
__ADS_1
Di sisi lain, Mark, Eric, dan Camila tampak menyaksikan siaran langsung konferensi pers yang Ariana lakukan dan mereka juga menunggu kelanjutan kalimat Ariana, terutama Camila dan Eric. Camila dan Eric tidak menduga kalau Ariana akan melakukan konferensi pers seprrti ini. Mereka takut kalau semuanya akan menjadi kacau.
"Aku meminta maaf atas keributan yang terjadi karena unggahan itu. Aku sangat sedih dan merasa malu atas apa yang suamiku lakukan. Sebagai wanita, aku memahami perasaan wanita yang mengalami masalah seperti itu. Karena itu, aku akan berusaha membuat mereka aman." Dan lanjutan kalimat Ariana sangat mengejutkan untuk semua orang yang berharap ia mengatakan yang sebaliknya.