Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 35 [Kisah Dari Masa Lalu]


__ADS_3

Sejak awal, Camila telah menetapkan kalau ia akan memakai gaun pengantin impiannya tepat di hari paling menyedihkan dalam hidup Ariana dan itu telah terjadi hari ini. Camila tersenyum di depan cermin besar itu karena membayangkan betapa hancurnya hari Ariana saat ini dan itu pantas untuknya.


Camila tahu apa yang akan orang-orang ingin sampaikan pada wanita yang menjalin hubungan dengan suami dari wanita lain, yaitu tidak tahu malu, murahan, lalu sebuah pertanyaan, apakah tidak ada laki-laki lain sampai harus merebut suami dari wanita lain? Camila memahami semua itu karena ia begitu ingin menyampaikan semua itu pada seseorang yang telah menghancurkan keluarganya, yaitu ibu Ariana. Camila tidak mengetahui masa lalu Ariana dari Kevin, tapi ia sudah mengetahui hal itu bahkan sebelum masuk ke rumah Kevin.


Camila kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya dan hidupnya menderita bukan karena terjadi begitu saja, tapi ada penyebabnya, yaitu terjadi sebuah perselingkuhan. Perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya karena menjalin hubungan dengan ibu Ariana. Camila masih ingat bagaimana pertengkaran hebat ayah dan ibunya saat ia baru berusia 6 tahun, lalu akhirnya mereka berpisah. Camila tinggal bersama ibunya setelah itu, tapi ibunya telah berubah total. Stres telah membuat ibunya menjadi seperti orang lain, dia menjadi kasar dan tidak perhatian lagi, lalu bunuh diri 4 tahun setelah bercerai. Camila ingin tinggal bersama ayahnya setelah ibunya meninggal, tapi ia bahkan tidak tahu lagi ada di mana ayahnya berada. Pada akhirnya, Camila harus tinggal bersama keluarga pamannya, adik dari ayahnya yang telah memperlakukannya dengan begitu buruk seolah ia adalah budak.


Awalnya, Camila tidak tahu siapa sosok wanita yang telah menghancurkan keluarganya sampai membuat ibunya bunuh diri, tapi sehari sebelum ibunya gantung diri, Camila diberitahu siapa sosok wanita itu. Ibunya juga berkata, "Dia adalah penyebab kita seperti ini. Wanita itu telah menghancurkan hidup kita, jadi kau harus membalas perbuatannya." Sejak saat itu, Camila telah menetapkan tujuan hidupnya, tapi ibu Ariana sudah meninggal sebelum ia melakukan balas dendam, jadi targetnya adalah Ariana. Camila tidak menduga kalau ia akan mengenal balas dendam diusia semuda itu.


Camila pikir, ayahnya hidup bahagia dengan selingkuhannya, tapi ternyata, wanita sialan itu telah menemukan pria yang jauh lebih kaya dari ayahnya, dan kabar terakhir yang Camila dapat tentang ayahnya adalah ayahnya telah meninggal karena kecelakaan saat bekerja sebagai supir.


Awalnya, Camila hanya ingin menghancurkan rumah tangga Ariana dan Kevin, lalu pergi, tapi pada akhirnya ia benar-benar mencintai Kevin dan ingin memiliki pria itu. Camila pikir, keluar dari rencana tidaklah selamanya buruk karena selain bisa balas dendam, tapi ia juga bisa lepas dari kehidupan miskin yang hanya membuatnya menderita.


"Aku belum selesai, Ariana. Kau harus hancur sehancur diriku," ucap Camila, masih dengan menatap pantulan dirinya di cermin.


"Kau memang tidak bersalah, Ariana, tapi aku juga tidak bersalah saat itu, lalu kenapa aku harus menderita? Kau mendapatkan kehidupan yang sangat luar biasa bahkan setelah ibumu menghancurkan banyak pernikahan, sedangkan aku? Aku harus hidup seperti budak yang bahkan hampir dijual sebagai pelacur oleh Bibiku yang serakah itu. Apakah aku memang pantas untuk semua itu?" Camila bicara di depan cermin dan membayangkan kalau Ariana mendengar semua yang ia katakan.


Ada setetes air mata jatuh di pipi Camila ketika mengingat lagi bagaimana kehidupannya dulu. Masa kecilnya yang seharusnya penuh dengan warna justru penuh dengan penderitaan bahkan penderitaan Ariana saat ini tidak akan bisa mengobati luka yang ia dapatkan sejak kecil.


Camila kini mengusap air matanya karena ia harus tersenyum bahagia di hari perceraian Ariana dan Kevin. Bagaimana bisa ia menangis di hari yang bahagia ini?


Camila mengambil ponselnya, lalu meminta pada salah satu staf butik untuk mengambil fotonya. Camila tahu kalau Kevin tidak akan datang, jadi ia akan mengirimkan foto pada pria itu untuk menunjukkan betapa cocoknya gaun pengantin ini untuknya.


***

__ADS_1


Di sisi lain, Kevin yang menerima kiriman foto dari Camila tidak menunjukkan ketertarikannya. Kevin hanya melihat, lalu melempar ponselnya ke kursi penumpang. Pernikahannya dengan Camila akan terjadi bulan depan dan Kevin benar-benar membenci hal itu.


"Kau begitu memaksa ingin menikah denganku. Baiklah, aku akan memberikan pernikahan berdarah untukmu," ucap Kevin. Kevin tidak akan membiarkan Camila bernapas tenang dalam pernikahan itu. Kevin akan membuat setiap waktu yang Camila lalui terasa seperti berada di dalam neraka sampai akhirnya dia sendiri yang memilih untuk pergi.


Sementara itu, Ariana terlihat menghentikan mobilnya, lalu naik ke atas sebuah jembatan penyebarangan. Angin bertiup cukup kencang saat itu sampai menerbangkan helaian rambut Ariana. Ariana menikmati angin itu sembari memejamkan matanya, lalu setelah beberapa saat ia menatap ke bawah dan memperhatikan mobil yang berlalu-lalang di bawah sana.


Melihat mobil yang melaju dan pepohonan yang mempersiapkan diri menghadapi musim gugur membantu Ariana mengingat bahwa hidup masih terus berjalan. Bahkan jika nanti musim dingin datang dan salju membekukannya, pada akhirnya pohon-pohon itu akan kembali segar saat musim semi dan bunga pun muncul. Bukankah ia juga harus seperti itu? Walau ada begitu banyak masalah, ia harus bangkit dan menjalani hidupnya.


"Ariana, aku mohon tenanglah." Sebuah suara terdengar saat Ariana sibuk melamun.


Ariana menoleh ke sebelah kiri dan melihat Mark yang sedang membawa kameranya. Apa ini lagi-lagi pertemuan yang tidak disengaja?


"Mark, kenapa kau di sini?" tanya Ariana.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" ucap Ariana, tapi Mark tidak mau melepaskannya.


"Jangan nekat, Ariana, pikirkan putrimu. Emily masih membutuhkanmu."


"Astaga, Mark, apa kau pikir, aku akan bunuh diri? Aku hanya sedang menenangkan diri, jadi cepat lepaskan aku!"


"Apa kau serius? Ariana, aku masih takut setelah kejadian di pantai itu."


"Aku serius. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku janji." Ariana meyakinkan Mark dan akhirnya pria itu mau melepaskannya.

__ADS_1


"Lalu, kenapa kau tiba-tiba menenangkan diri di sini? Kau membuatku berpikir yang tidak-tidak." Dari wajahnya sudah terlihat jelas betapa takut dan khawatirnya Mark saat ini.


"Karena semuanya telah berakhir."


"Berakhir?" Mark terlihat bingung.


"Aku dan Kevin telah berpisah. Setelah itu terjadi, aku tidak yakin dengan apa yang aku rasakan. Apakah aku merasa lega? Sedih? Atau marah? Aku tidak yakin, tapi kekosongan itu terasa sangat nyata."


Suasana terasa berubah setelahnya. Hembusan angin seolah datang membawa kesedihan yang kini menyelimuti Mark dan Ariana. Keheningan melanda kedua orang dewasa itu selama beberapa saat. Sampai akhirnya, Mark berkata, "Bagaimana kalau kita makan es krim?"


"Kenapa tiba-tiba mengajakku makan es krim?"


"Karena es krim manis." Mark sebenarnya ingin menghibur Ariana, tapi ia malah mengajaknya makan es krim karena masalah Ariana terlalu berat, jadi entah bagaimana cara menghiburnya. Memangnya es krim bisa membuat suasana hatinya menjadi sedikit lebih baik? Mark merasa bodoh sekarang.


***


Begitu Kevin tiba di rumah setelah sempat pergi untuk menenangkan diri, ia melihat Camila juga telah ada di rumah padahal ia berharap wanita itu ada di butik untuk waktu yang lama. Melihat Camila setelah ia dan Ariana resmi bercerai membuat Kevin semakin ingin mencekik wanita itu.


Camila tersenyum saat melihat Kevin, lalu berjalan ke arahnya. "Akhirnya kau pulang juga," ucap Camila setelah ia berdiri tepat di depan Kevin. Kevin tidak mengatakan apa-apa dan malah pergi meninggalkan Camila.


"Jangan terlalu dingin padaku atau aku akan kehabisan kesabaranku," ucap Camila lagi.


Kevin menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada Camila, dan berkata, "Ayo cepat panggil temanmu itu dan buat kekacauan lebih besar untuk menghancurkanku. Katakan saja kalau aku mencoba membunuhmu sekarang. Aku tidak peduli!" Kevin pun benar-benar pergi meninggalkan Camila yang tampak terdiam di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2