
Kevin berhenti menyuapi ibunya, bahkan kini telah meletakan mangkuk berisi bubur itu di atas meja yang di sebelah ranjang perawatan ibunya. Kevin menatap ibunya, lalu berkata, "Alasan Ibu membenci Ariana terdengar tidak masuk akal sekarang. Aku memang telah berbuat salah, tapi aku yakin tidak salah menilai Ariana. Dia wanita baik-baik. Jika Ibu mencap Ariana seperti ini, maka bukankah orang lain juga akan melakukan hal yang sama pada Emily? Aku juga, Ariana sudah mengatakan itu padaku."
Fiona begitu terkejut mendengarnya. Fiona pikir, sudah cukup Kevin membuatnya stres dengan perbuatan bodohnya yang menghamili seorang pelayan, tapi Kevin baru saja menambah beban pikirannya dengan kalimat tidak perlu itu. Bahkan kata-kata Ariana tentang ayah Kevin kembali terlintas di benak Fiona dan itu seperti menertawakannya.
"Jangan banyak bicara! Lebih baik kau pergi dan selesaikan masalahmu. Melihatmu lebih lama di sini membuat kepala ibu sakit. Pergi!"
Karena sudah diusir, maka tentu saja Kevin pergi, sebab itu mungkin juga baik untuk kesehatan ibunya. Begitu meninggalkan rumah sakit, Kevin memutuskan untuk langsung pulang dan berharap bisa bicara dengan Ariana. Namun, ia tidak menemukan Ariana di rumah dan Wilda menceritakan apa yang terjadi pagi ini di antara Ariana dan Camila.
Wilda tidak berani bertanya apa yang terjadi semalam, tapi ia memperlihatkan wajah yang begitu kecewa di hadapan Kevin saat menceritakan betapa lancangnya Camila sekarang. Kehamilan itu telah membuatnya seolah berada di atas angin. Camila bahkan tidak terlihat malu sedikit pun.
Kevin terlihat marah mendengar semua cerita tentang apa yang Camila katakan pada Ariana. Kevin yakin telah mengajarkan Camila untuk menjadi gadis penurut, tapi dia tidak begitu penurut seperti yang terlihat. Wanita itu mulai melewati batasannya.
"Tapi, apa Bibi yang membuka semua ini? Aku kira, kita sudah membuat kesepakatan sebelumnya," ucap Kevin. Pria ini terlihat cukup kesal.
"Itu adalah kesalahan saya. Saya terlalu menyanyangi Anda sampai bersedia menutupi semua itu dari Nyonya Ariana. Saya percaya kalau Anda akan menyudahi hubungan itu, tapi hubungan gelap itu tetap berlanjut, hingga akhirnya, Nyonya Ariana memberitahu saya kalau Nona Emily melihat Anda keluar dari kamar bersama Camila. Anak sekecil itu harus melihat sesuatu yang sangat kotor. Benar-benar menjijikan!" Wilda bicara panjang lebar pada Kevin dan diakhiri oleh satu kalimat yang terdengar cukup kasar.
"Apa? Emily melihat semua itu?" Kevin terlihat terkejut. Kevin tentunya tidak pernah berharap kalau Emily akan melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat olehnya.
"Ya, Nona Emily melihatnya. Sekarang, semua telah menjadi kacau. Walau begitu, saya harap pernikahan ini masih diselamatkan, karena saya tahu bahwa Nyonya Ariana sangat berharga bagi Anda. Anda tersesat terlalu jauh dan segeralah kembali pada jalan yang benar." Wilda pergi meninggalkan Kevin setelah berkata seperti itu.
__ADS_1
"Sial! Kenapa menjadi seperti ini?" kesal Kevin.
"Camila ... wanita itu harus diberikan pelajaran." Kevin kini mencari keberadaan Camila dan menemukannya ada di kamar. Kevin ingat kalau tadi Wilda mengatakan Camila menolak bekerja meski sudah berulang kali diberitahu.
Kevin membuka pintu kamar Camila dengan sedikit kasar sampai membuat Camila kaget. Camila yang tadinya duduk di pinggir ranjang, kini memjadi duduk, lalu terkejut lagi saat Kevin menutup pintu dengan lebih kasar.
"Kenapa Anda begitu kasar?" ucap Camila.
"Kau yang memancingku untuk bersikap seperti ini. Apa aku memberikanmu hak untuk bicara lancang pada Ariana? Dia masih atasanmu. Apa kau sudah melupakan hal itu?"
"Jadi, ada yang mengadu pada Anda tentang sikap saya? Saya hanya membalas ejekan yang Nyonya Ariana berikan saya. Saya membela diri saya sendiri, apa itu salah?"
Kevin terlihat menarik salah satu sudut bibirnya. "Jadi seperti inilah dirimu yang sebenarnya. Melihatmu seberani ini, maka sejak awal kau pasti sudah menetapkan tujuanmu."
Kevin menghembuskan napas yang begitu berat karena ia sangat kesal pada Camila. Camila bukan wanita sembarangan, Kevin telah mengetahuinya sekarang. Camila tidak akan mudah untuk dibuat tunduk karena dia tahu kalau kehamilannya adalah aset terbesarnya saat ini. Untuk menghancurkan harga diri Camila caranya adalah dengan menyingkirkan asetnya.
"Baiklah, aku akan memberimu balasan. Bagaimana kalau kita keluar sekarang?" ajak Kevin.
"Keluar?" Camila terlihat bingung karena Kevin yang tiba-tiba mengajaknya keluar.
__ADS_1
***
Pandangan wanita cantik ini mengarah pada sebuah gedung yang berdiri megah di hadapannya, tanpa menyadari kalau ada seseorang yang diam-diam mengambil fotonya. Di gedung ini terdapat sebuah firma hukum dengan seorang pengacara khusus perceraian yang terkenal dan itulah tujuannya datang ke sini. Inilah Ariana yang masih memberikan kekuatan kepada dirinya sendiri untuk masuk dan membicarakan tentang perceraian.
Setelah merasa dirinya cukup kuat, Ariana mulai melangkahkan kakinya masuk untuk menemui seorang pengacara. Ariana kini masuk ke dalam lift, tapi tepat sebelum pintu lift benar-benar tertutup rapat, seseorang dengan cepat ikut masuk. Dia adalah seorang pria bernama Mark.
"Mark, kenapa kau di sini?" tanya Ariana yang terkejut melihat kehadiran Mark.
"Kakakku bekerja di firma hukum di sini sekarang dan aku diminta mengantarkan beberapa dokumen yang lupa dia bawa. Dia selalu saja pelupa. Kau kenapa ada di sini? Bagaimana dengan luka di tanganmu?"
"Luka ini tidak begitu sakit sekarang. Tentang kenapa aku di sini, itu karena aku ingin menemui pemgacara untuk ..." Ariana terlihat ragu untuk menjawab dan berkata jujur. Masih sulit bagi Ariana untuk menceritakan semua ini.
"Apapun itu semuanya pasti akan membaik. Kau wanita kuat, jadi pasti bisa menghadapinya." Mark bicara seperti ini karena tahu kalau Ariana pasti sedang memghadapi masalah, apalagi setelah apa yang terjadi saat itu, tapi dia masih sulit untuk bercerita, dan Mark memahami hal itu. Tidak mudah untuk menceritakan sesuatu yang begitu menyakitkan untuknya.
"Terima kasih." Ariana tersenyum pada Mark.
"Jika itu terasa begitu berat dan kau mulai kesulitan menahannya, maka kau bisa menghubungiku." Mark memberikan sebuah kartu nama pada Ariana.
"Untuk pekerjaan juga tidak masalah, malah lebih bagus," ucap Mark lagi setelah Ariana mengambil kartu namanya dan ucapannya tadi membuat Ariana tertawa.
__ADS_1
"Ya, aku akan membantumu mendapatkan pekerjaan." Ariana pun tertawa bersama Mark.
Di saat bersamaan, pintu lift terbuka, Ariana dan Mark keluar bersama-sama karena tujuan mereka memang sama. Mereka keluar sembari terus memgobrol dan Ariana sempat nyaris jatuh karena terjadi sedikit masalah pada sepatunya, tapi Mark dengan cepat membantunya dan seseorang tepat menangkap momen itu lewat sebuah foto. Sebuah foto yang membuat Ariana dan Mark tampak seperti sedang berpelukan.