Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 40 [Hukuman]


__ADS_3

Ada banyak orang orang di rumah sakit ini dan keadaan Camila masih tergolong lemah, jadi dia tidak akan bisa menyakiti Ariana. Beberapa orang dengan sigap menghentikan aksi gila Camila, lalu membawanya pergi untuk ditenangkan. Sedangkan Ariana masih terdiam di tempatnya dengan wajah yang terlihat ketakutan.


"Kau dan ibumu memang wanita sialan yang telah menghancurkan hidupku!" namun, Ariana mendengar teriakan itu dari Camila yang membuat langsung tertegun. Ariana pikir, Camila hanya sebatas tahu tentang ibunya, tapi apa maksud ucapannya tadi?


"Apa Anda baik-baik saja?" seorang wanita dengan seragam perawat menyentuh lengan Ariana dengan lembut karena dia yang terus terdiam dan menatap Camila.


"Ya, aku baik-baik saja," jawab Ariana dan perawat itu pun pergi.


Ariana masih diam di tempatnya, sebab ia masih tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Camila. Setelah semua yang terjadi sudah jelas kalau Camila dan Kevin yang telah menghancurkan hidupnya, tapi wanita itu malah berkata yang sebaliknya.


Namun, saat Ariana memikirkan lagi tentang ambisi Camila selama ini, entah kenapa ia tiba-tiba merasa kalau itu bukan murni karena cinta. Mungkinkah bukan cinta yang memberikan Camila semua keberanian itu, melainkan hal yang lain? Tapi hal apa yang membuatnya sampai seperti ini?


***


Ketika Camila berani mencari masalah dengan Fiona, apalagi sampai melukai Kevin, maka itu adalah jalan menuju kehancurannya. Fiona selalu mencari cara bagaimana cara menyingkirkan Camila dari hidup Kevin dan ketika kesempatan itu datang, maka ia tidak akan menyia-nyiakannya.


Fiona tidak peduli Camila sedang masa berkabung karena keguguran sampai menggila dan ingin menyerang Ariana, ia tetap ingin wanita itu masuk penjara secepatnya. Camila memiliki kesempatan besar untuk membuktikan kalau perbuatannya adalah upaya perlindungan diri karena Wilda ada di sana sebagai saksi. Namun, Fiona tidak akan membiarkan Wilda bersaksi dipersidangan nantinya.


Keguguran, batal menikah, dan sekarang dimasukan ke dalam sel tahanan walau kondisinya masih lemah membuat Camila merasa kalau dunia telah hancur untuk kedua kalinya. Kenapa keberuntungan tidak pernah berpihak padanya? Ia hanya berusaha mendapatkan keadilan untuk dirinya sendiri, tapi kenapa hidupnya justru menjadi seperti ini?


Setelah sebelumnya melihat Camila yang ingin menyerangnya, Ariana kini melihat Camila yang dibawa pergi oleh polisi dan Fiona menatap semua itu dengan penuh kepuasaan. Ariana tidak tahu apakah ia harus senang atau sedih saat melihat Camila mendapatkan hukuman seperti ini saat dia baru keguguran dan tidak memiliki waktu untuk memulihkan tubuhnya, sebab ia masih begitu memikirkan kata-kata Camila sebelumnya.

__ADS_1


Sementara itu, Camila yang dibawa ke mobil polisi dengan disaksikan oleh banyak orang, kini memfokuskan pandangannya pada Fiona dan juga Ariana yang berdiri beberapa langkah di sebelah wanita tua itu. Mereka berdua adalah penyebab atas apa yang terjadi padanya hari ini dan Camila tidak akan pernah melupakan hal itu.


"Aku akan membalas semuanya." Camila mengucapkan kalimat itu hanya dengan gerakan bibir saja ketika Ariana terus menatap lekat ke arahnya. Camila yakin kalau Ariana memahami gerakan bibirnya jika melihat ekspresinya saat ini.


Ya, Ariana memahami kalimat yang Camila katakan lewat gerakan bibirnya. Ariana merasa dirinya tidak bertanggungjawab atas apapun yang terjadi hidup Camila. Apa yang Camila terima adalah hasil dari segala perbuatannya, jadi Ariana tidak merasa takut.


"Satu masalah telah selesai. Semoga Kevin cepat sadar, lalu memikirkan bagaimana cara mengambil Emily dari wanita itu," gumam Fiona setelah Camila akhirnya dibawa pergi oleh polisi.


Fiona memutar badannya dan ia melihat Ariana yang berdiri tidak jauh darinya. Ariana juga menatap ke arahnya dan Fiona benar-benar membenci tatapan itu, sebab tatapan Ariana selalu terlihat seolah sedang mempermalukan dan menertawakannya.


Fiona begitu panik sejak semalam sehingga ia baru menyadari satu hal. "Kau di sini sejak semalam, apa itu berarti kau meninggalkan Emily sendirian? Ibu macam apa kau?" ucap Fiona dengan nada bicara yang terdengar seperti orang marah.


"Emily bersama sahabatku dan dia baik-baik saja, jadi Ibu tidak perlu khawatir apalagi sampai bicara dengan nada seperti itu padaku."


"Saya tidak menitipkan putri saya pada sembarang orang. Saya hanya memberikan kepercayaan pada orang yang saya pikir pantas mendapatkannya. Jadi, Bu Fiona, Anda tidak perlu marah seperti ini. Jangan membuang-buang tenaga Anda untuk saya, simpanlah untuk menemani putra Anda. Permisi." Ariana langsung mengubah cara bicaranya dan setelahnya pergi.


"Wanita menyebalkan. Tapi, dia menitipkan Emily pada siapa? Apa pria itu?" Fiona kembali mengingat sosok pria yang pernah tertangkap kamera bersama Ariana.


Sebelum pergi meninggalkan rumah sakit untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu, Ariana sempat melihat keadaan Kevin dulu. Mengingat kondisi Kevin yang masih tidak stabil, maka jam besuk pun dibatasi, jadi Ariana hanya bisa melihat Kevin dari balik jendela itu.


"Meski kau telah menyakitiku, tapi kau tetap ayah Emily, jadi cepatlah bangun karena kau berutang penjelasan padanya." Ariana pun pergi setelah ia selesai bicara.

__ADS_1


***


Semua mimpi, rencana, dan harapannya telah hancur sekarang. Camila hanya bisa melihat kegelapan bahkan saat ia sedang tidak menutup matanya. Jika ia tidak menusuk Kevin, maka ia yang akan meninggal di tangan Kevin. Apakah ada yang akan memahami hal itu sekarang?


Saat ini, Camila hanya bisa meringkuk di dalam sel tahanan dan menangis. Tenaga Camila telah habis untuk berontak berharap bisa melepaskan diri dari semua orang yang ingin menahannya, tapi pada akhirnya ia tetap berakhir di tempat ini tanpa menyelesaikan apa-apa.


"Anakku ..." Camila bicara dengan pelan sembari menyentuh perutnya.


Sedangkan di tempat lain, Ariana terus memikirkan ucapan Camila saat ingin menyerangnya ketika di rumah sakit. Walau sedang marah sekali pun rasanya tidak mungkin Camila asal bicara seperti itu. Ariana pikir, ia harus mencari tahu hal itu. Ariana ingin tahu apakah Camila mengenal ibunya secara pribadi sampai berani bicara seperti itu padanya.


Saat ini, Ariana dalam perjalanan menjemput Emily setelah tadi pagi dia diantar ke sekolah oleh Mark. Ariana tidak pernah mempercayai Emily pada siapa pun, seperti yang ia lakukan pada Mark. Ariana sudah lama mengenal Mark, jadi ia merasa tenang ketika meninggalkan Emily padanya. Tapi begitu tiba di sekolah, Ariana melihat Mark sudah ada di depan sekolah Emily, padahal tadi Ariana sudah mengatakan kalau ia yang akan menjemput Emily.


"Kenapa kau ada di sini? Apa kau tidak bekerja?" tanya Ariana setelah ia berdiri di sebelah Mark.


"Aku lupa memberitahumu kalau aku dan Emily sudah punya janji, jadi aku harus menjemputnya. Jangan khawatir, aku bebas hari ini."


"Kau punya janji dengan Emily? Janji apa?" tanya Ariana lagi.


"Kau akan tahu nanti. Bagaimana keadaan Kevin? Aku belum memberitahu Emily tentang hal itu."


"Dia masih kritis dan belum sadar. Mari rahasiakan itu dari Emily sampai keadaan Kevin lebih baik. Aku tidak akan bisa menangani Emily jika dia merengek ingin bertemu dengan Kevin, sedangkan di rumah sakit tidak sembarangan orang bisa masuk untuk menjenguknya."

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan mengatakannya." Mark tersenyum, tapi sebenarnya ia sedang menahan cemburu karena Ariana masih begitu peduli pada Kevin bahkan sampai menjaganya semalaman meski pria itu telah menyakitinya. Salahkah jika ia bermimpi mendapatkan perhatian seperti itu juga dari Ariana?


__ADS_2