Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 33 [Menyiapkan Racun Kebencian]


__ADS_3

"Aku akan membawa Emily ke kamar." Ariana mengangkat tubuh Emily dan setelahnya pergi. Ariana tidak tertarik pada perdebatan ibu dan anak itu, sebab itu bisa mengganggu tidur Emily. Ariana berterima kasih atas ketegasan Kevin, tapi andai dia juga tegas pada dirinya sendiri, maka semua masalah ini mungkin masih bisa dihindari.


Fiona ingin bicara dengan Ariana, tapi Kevin menahannya. Fiona tidak mengerti untuk apa semua ini Kevin lakukan, sebab akan bagus jika Kevin bersikap bertolak belakang dengan Ariana, maka mereka bisa bercerai lebih cepat. Fiona benar-benar muak memiliki menantu seperti Ariana. Selain karena Ariana adalah anak dari wanita perebut suami orang lain, dia juga terlalu kuat sehingga begitu sulit dikendalikan. Pada akhirnya, bukan ia yang mengendalikan Ariana, tapi Ariana yang telah berhasil mengendalikan putranya hingga dulu Kevin berani meninggalkan rumah untuk hidup bersamanya. Kevin bahkan tidak peduli pada ancaman kalau semua fasilitasnya akan dicabut jika dia tetap menikahi Ariana.


Fiona rasa, seharusnya dulu ia benar-benar mencabut semua fasilitas yang ia berikan pada Kevin saat dia memutuskan untuk menikahi Ariana, jadi Kevin tahu bagaimana susahnya bertahan hidup tanpa fasilitas mewah dari keluarganya. Namun, nasi telah menjadi bubur dan Ariana telah masuk begitu jauh ke dalam hidup Kevin.


"Aku mohon, Ibu, berhentilah mengganggu Ariana. Aku sedang tidak enak badan, jadi tolong biarkan aku merasakan ketenangan di rumahku sendiri," ucap Kevin, masih dengan memegang erat tangan ibunya. Kevin sudah menduga akan seperti ini jadinya setelah mendengar dari pelayan tentang kedatangan ibunya.


Fiona terlihat melunak setelah mendengar kalau Kevin sakit. Fiona memperhatikan wajah Kevin dan dia terlihat pucat. Fiona kini menyentuh dahi Kevin dan tubuhnya terasa cukup panas. "Kau demam. Ayo kita temui dokter," ucap Fiona setelahnya.


"Jangan berlebihan Ibu. Aku sudah minum obat dan nanti akan baik-baik saja. Aku hanya perlu ketenangan." Kevin bicara sembari menurunkan tangan ibunya dari dahinya.


"Tidak akan ada ketenangan sampai Ariana keluar dari hidupmu dan Emily ada bersama kita."


Sebelumnya, Kevin juga menginginkan Emily bersamanya jika Ariana tetap pada keputusannya untuk berpisah. Namun, setelah mendengar ucapan Ariana tadi, Kevin menjadi berpikir, apakah akan baik-baik saja jika Emily hidup dalam lingkungan yang seperti ini? Apa yang akan ia sampaikan pada Emily tentang pernikahannya dengan Camila nanti? Apakah Emily bisa menerima hal itu?


"Jika Emily ada bersama kita, apakah kita bisa memastikan kalau dia akan mendapatkan lingkungan yang baik untuk pertumbuhannya? Apa Emily akan bahagia jika tinggal bersama kita? Aku memikirkan itu Ibu," ucap Kevin.


"Ada apa denganmu? Tentu saja Emily akan bahagia saat bersama kita. Kita bisa memberikan apapun padanya melebihi semua yang Ariana berikan padanya."


"Jika semua yang Ibu sebutkan memang bisa memberikan kebahagiaan, maka aku pasti telah menjadi orang paling bahagia di dunia ini, tapi nyatanya tidak Ibu. Ibu tidak benar-benar memahami kasih sayang seorang Ibu, kan?" ucapan Kevin yang satu ini membuat Fiona benar-benar terkejut. Sedangkan Wilda tampak sedih mendengarnya.

__ADS_1


Sejak kecil, Kevin memang mendapatkan apapun yang dia inginkan, kecuali kasih sayang seorang ibu yang utuh. Tidak ada yang bisa melarang seorang wanita untuk tetap memiliki karir yang cemerlang walau dia telah menikah dan punya anak, tapi beberapa orang kadang kesulitan menjalankan dua peran sekaligus, maka salah satunya bisa saja terabaikan tanpa dia sadari dan itu terjadi pada Fiona. Karir Fiona begitu cemerlang, tapi di rumah ada sosok anak yang begitu sering kesepian menunggu ibunya kembali dari bekerja.


"Apa maksudmu?" tanya Fiona.


"Aku tahu kalau Ibu mengerti apa yang aku maksud, jadi berhentilah meributkan masalah ini sekarang. Aku lelah dan ingin istirahat. Lebih baik Ibu pulang, lalu beristirahat atau Ibu akan jatuh sakit lagi. Aku melakukan kesalahan pada Ariana dan aku tidak akan melakukannya pada Emily." Kevin pergi meninggalkan ibunya setelah merasa cukup bicara padanya.


"Apa yang terjadi pada Kevin? Apa dia ingin menyerah terhadap Emily? Sial! Ariana telah berhasil mencuci otaknya," ujar Fiona.


Perkataan Fiona sampai ke telinga Wilda, tapi tentu saja Wilda tidak setuju pada hal itu. Apa yang Kevin tunjukkan hari ini adalah sisi lain dari dirinya yang tidak diketahui oleh Fiona. Namun, Wilda tidak berani ikut campur sejauh itu dan akhirnya memilih untuk pergi.


Setelah Wilda pergi, Camila tampak datang mendekati Fiona dan memberikan salam untuk membuat dirinya tampak sebagai calon menantu yang baik. Camila tahu kalau Fiona terlihat muak padanya, tapi ia tidak akan menyerah untuk membuat Fiona mau berpihak padanya.


"Saya tahu, tapi saya mungkin bisa membantu Anda untuk membuat Emily membenci ibunya sendiri, lalu memilih tinggal bersama ayahnya. Bukankah itu yang Anda inginkan jika nanti hak asuh Emily jatuh ke tangan ibunya dan Kevin mulai menyerah untuk mendapatkan kembali putrinya? Tapi sepertinya hak asuh Emily akan benar-benar jatuh ke tangan ibunya karena perselingkuhan dan setelah unggahan yang menyeret nama Kevin, apalagi pernah beredar video Anda mencekik Ariana." Camila tampak tersenyum pada Fiona. Camila berani mengatakan ini setelah memastikan tidak ada siapa-siapa di sekitarnnya, selain Fiona.


Tawaran dari Camila terdengar menarik, sampai akhirnya mulai terdengar memuakkan ketika dia menyebut nama Kevin tanpa menambahkan panggilan tuan di depannya. Fiona tidak tahu kalau Camila telah mulai begitu lancang sekarang. Namun, untuk saat ini Fiona ingin fokus pada tawaran Camila.


"Bagaimana kau akan melakukannya? Apa kau akan menghasut Emily? Terdengar begitu murahan," balas Fiona.


"Saya memiliki cara kerja saya sendiri. Ini hanya membutuhkan persetujuan Anda saja, sekaligus persetujuan kalau saya akan mendapatkan imbalan jika misi itu berhasil. Saya tidak meminta banyak, cukup sedikit dari saham perusahaan Anda. Itu juga untuk cucu Anda." Camila kembali bicara, tapi kali ini sembari mengelus perutnya.


Fiona tampak tersenyum sinis mendengar semua ucapan Camila. Wanita itu benar-benar licik, pikir Fiona. Camila sangat tahu bagimana cara memanfaatkan keadaan. Bermodalkan kehamilannya, maka Camila akan seperti parasit yang akan terus menempel padanya untuk bertahan hidup.

__ADS_1


"Kau benar-benar seperti parasit." Kalimat itu akhirnya keluar dari bibir Fiona.


Camila lagi-lagi tersenyum dan berkata, "Kehidupan yang berat membuat saya harus bertahan hidup dengan cara seperti itu."


"Baiklah, aku akan memberikan apa yang kau minta jika kau memang bisa benar-benar membuat Emily membenci Ariana. Aku akan memberikanmu lebih jika kau bisa menghancurkan Ariana juga." Fiona pun pergi setelah membalas ucapan Camila.


Camila tampak tersenyum puas setelah berhasil membuat satu kesepakatan lagi dengan Fiona. Camila akan menyelesaikan misinya dengan baik, jadi ia bisa membuat Ariana hancur lewat kebencian putrinya, sekaligus menguatkan posisinya tidak hanya di rumah ini, tapi juga di perusahaan keluarga Kevin.


***


Karena semalam Emily telah tidur sebelum ia sempat bicara, maka Ariana tidak membawanya pergi. Ariana tidak ingin menimbulkan kebingungan pada diri Emily karena dia tiba-tiba dibawa pergi dari rumah tanpa alasan apa-apa. Tapi walau ada di rumah itu Ariana tidak lagi tidur di kamar yang sama dengan Kevin, melainkan tidur di kamar Emily.


Malam itu juga Ariana tahu kalau Camila tidak lagi tidur di kamar khusus pelayan, tapi dia telah mendapatkan kamarnya sendiri, sebuah kamar kosong yang berada tepat di sebelah kamar Kevin. Camila telah begitu memantapkan langkahnya dan Ariana mencoba untuk tidak peduli pada hal itu.


Karena hari ini Emily harus kembali sekolah, maka Ariana bangun lebih pagi untuk menyiapkan segala keperluannya. Ariana sempat mencium kening Emily sebelum ia keluar dari kamar untuk membuatkan sarapan.


Sedangkan Emily bangun sekitar 15 menit setelah Ariana bangun. Emily mengingat tentang origami yang belum ia berikan pada ayahnya, jadi ia bergegas turun dari ranjang, tapi lupa di mana meletakan origaminya semalam. "Aku akan bertanya pada Ibu," gumam Emily sembari melangkah keluar.


Setelah membuka pintu, raut wajah penuh semangat Emily tiba-tiba berubah karena ia melihat wanita yang pernah keluar dari kamar bersama ayahnya. Emily membeku di tempatnya dan terus menatap Camila yang tersenyum padanya.


"Selamat pagi, Emily," ucap Camila yang masih tersenyum pada Emily.

__ADS_1


__ADS_2