
"Lucu sekali melihat seorang anak masih membela ibunya yang telah melakukan perbuatan yang begitu memalukan. Perkataanmu tidak akan mengubah apa-apa, jadi pergilah sekarang! Dasar pembunuh!" Camila kembali bicara dengan nada tinggi pada Ariana. Camila telah begitu membenci Ariana, jadi ia tidak akan mempercayai apapun yamg Ariana katakan padanya. Kenapa ia harus percaya pada musuh? Konyol sekali.
Ariana meraih foto yang tadi ia tunjukkan, lalu meremasnya di depan Camila. Beruntung ada pembatas kaca di antara dirinya dan Camila atau ia akan benar-benar menampar mulut Camila yang berani menyebutnya pembunuh.
"Siapa yang terlalu fokus pada ambisi dan obsesi untuk balas dendam sampai mengabaikan kandungannya? Itu kau. Siapa yang mencari masalah dengan Fiona dan Kevin? Itu juga kau. Kau adalah sumber masalahnya, tapi kau terlalu malu untuk mengakui hal itu sehingga melemparnya pada orang lain. Aku tidak bertanggungjawab atas apapun yang terjadi padamu. Jika ada yang harus balas dendam, maka orang itu adalah aku, bukan kau. Jadi, intinya, semua ini terjadi karena dirimu. Terimalah kenyataan itu." Ariana pergi setelah merasa cukup bicara dengan Camila.
"Aku akan membalas semua ini! Aku pasti akan melakukannya!" Camila berteriak sembari memukul pembatas kaca itu, berharap akan pecah, lalu ia akan mengejar Ariana dan membunuhnya. Namun, petugas sudah lebih dulu menghentikan aksinya dan membawanya kembali ke dalam sel tahanan.
Ariana mendengar semua yang Camila katakan, tapi ia tidak menghentikan langkahnya. Sejujurnya, ada rasa kasihan di hati Ariana setelah mengetahui kalau Camila juga korban dari kesalahan orang tuanya, sama sepertinya. Namun, Ariana tidak menunjukkan rasa kasihan dan pedulinya pada orang yang tidak membutuhkan hal itu.
Ariana rasa, ibu Camila telah salah memahami semua masalah itu. Walau dulu ia bisa dikatakan masih kecil, tapi Ariana ingat betapa manipulatifnya ayah Camila. Mungkin sifat itulah yang membuat ibu Camila dan Camila sendiri percaya kalau ibunya telah menghancurkan pernikahan itu. Namun, Camila terlalu benci padanya sampai tidak bisa melihat fakta itu.
Saat akan masuk ke dalam mobilnya, Ariana menerima telepon dari Wilda. Setahu Ariana, Wilda saat ini ada di rumah sakit untuk menjenguk Kevin dan Ariana telah mendengar kabar kalau Kevin telah sadar. Masa kritis Kevin telah terlewati dan Ariana senang mendengarnya. Namun, untuk apa Wilda meneleponnya?
"Halo, Bibi," ucap Ariana sembari membuka pintu mobilnya.
"Begini, saya menelepon karena Tuan Kevin ingin bertemu dengan Anda."
__ADS_1
Gerakan tangan Ariana seketika terhenti setelah mendengar ucapan Wilda. Kondisi Kevin sudah lebih baik, jadi Ariana rasa ia tidak harus buru-buru ke sana. "Aku akan ke sana nanti. Sekarang, aku harus pergi ke kebun binatang bersama Emily. Nanti, aku akan datang bersama Emily. Tolong katakan itu pada Kevin." Karena itulah Ariana mengatakan kalimat itu pada Wilda.
Ariana pikir, telepon itu akan berakhir setelahnya, tapi ia malah mendengar suara Kevin. "Apa kalian akan pergi bersama Mark?" tanya Kevin, membuat Ariana tahu kalau Fiona telah menceritakan semuanya pada Kevin. Apakah Fiona bercerita dengan benar? Atau dilebih-lebihkan?
"Kau fokus saja pemulihanmu dulu," ucap Ariana sembari masuk ke dalam mobilnya.
"Aku bertanya padamu." Kevin tetap menginginkan jawaban dari Ariana.
Ariana menghela napas, lalu berkata, "Ya, kami pergi dengannya."
"Sudahlah, Kevin, aku tidak ingin berdebat sekarang. Kau istirahat saja, kita bertemu nanti dan aku akan mengajak Emily karena keadaanmu sudah membaik." Ariana mencoba mempersingkat pembicaraan ini, walau ia tidak mengerti apa maksud ucapan Kevin. Memangnya kenapa jika Emily pergi bersama Mark? Kenapa Kevin dan ibunya bersikap seolah itu adalah masalah besar?
"Emily adalah putriku. Aku tidak memberinya izin untuk pergi bersama orang lain!" Kevin menekankan kalimatnya.
"Dengarkan aku baik-baik, Emily sudah tahu kalau kita telah berpisah. Emily sedih dan aku sedang berusaha menghiburnya. Aku tidak ingin melibatkan Mark, tapi aku melihat dia bisa memberikan pengaruh yang baik pada Emily, jadi ...."
"Jadi kau dekat lagi dengannya. Apa kau mencintainya?" Kevin menyela kalimat Ariana.
__ADS_1
"Kevin, Camila baru saja keguguran dan dia masuk penjara. Perhatikan dia juga. Sampai nanti." Ariana memilih untuk memutuskan sambungan telepon karena merasa kalau pembicaraan ini telah terlalu panjang.
Kevin ingin berteriak kesal setelah Ariana menutup telepon begitu saja, tapi lukanya masih sakit, jadi ia harus menahan diri. Kevin mengembalikan ponsel Wilda, lalu membaringkan tubuhnya dengan nyaman.
"Anda sebaiknya istirahat dulu, agar lukanya cepat mengering. Saya benar-benar khawatir jika mengingat kejadian malam itu." Wilda bahkan masih masih trauma karena perbuatan Camila pada Kevin.
"Aku baik-baik saja sekarang, jadi Bibi tidak perlu khawatir. Ini terjadi karena salahku juga, kan? Aku yang memulainya terlebih dulu karena mabuk saat itu. Jika Bibi tidak ada di sana, maka entah apa yang akan terjadi padaku."
"Saya senang Anda baik-baik sekarang, tapi ada sesuatu tentang Camila. Camila menyimpan foto masa kecil Nyonya Ariana dan Nyonya Ariana sedang mencari tahu kenapa Camila menyimpan foto itu." Wilda juga menunjukkan foto yang ia maksud pada Kevin.
***
Hari ini, Emily tampak begitu bersemangat ketika mengunjungi kebun binatang karena selain melihat banyak binatang, Emily juga diajarkan hal baru oleh Mark, yaitu mengambil foto dengan kameranya. Emily begitu suka belajar hal baru, jadi tentu saja dia bersemangat.
Ariana merasa dirinya hanya pelengkap saja saat ini karena Emily yang selalu sibuk dengan Mark. Emily hanya memanggil Ariana ketika akan mengambil foto dan Ariana pun sebenarnya lebih sering mengambil foto Emily dan Mark. Ariana tidak masalah dengan hal itu karena yang terpenting adalah Emily bahagia.
Namun, sebuah tragedi terjadi. Terjadi keributan tidak terduga karena seorang buronan yang menyamar dan datang ke kebun binatang untuk bertemu dengan seseorang, lalu polisi datang menangkapnya. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi dan itulah yang membuat keributan karena orang-orang ketakutan dan Emily terlepas dari pengawasan Ariana dan Mark. Mark dan Ariana mencoba mencari keberadaan Emily, tapi Emily hilang begitu saja seolah seseorang telah mengambilnya.
__ADS_1