Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
Episode 42 [Tingkah Mantan Ibu Mertua]


__ADS_3

Calon cucunya baru saja meninggal dan dia secara tidak langsung ikut bertanggungjawab atas hal itu, Fiona tidak menunjukkan rasa bersalahnya, tapi dia malah datang dan bersikap seakan-akan sudah menjadi sosok ibu yang telah begitu berhasil dalam mendidik anaknya. Fiona memang bukanlah sosok ibu yang gagal, tapi seharusnya dia berkaca pada dirinya sendiri karena semakin lama, Ariana juga lelah dan muak menghadapi sikap Fiona yang sepeeti ini.


"Saya memang bukan orang yang memiliki hati bagaikan malaikat, tapi Anda tidak perlu khawatir tentang Emily. Saya tidak akan memberikan contoh yang tidak baik, agar di masa depan dia tidak menyakiti siapa pun atau menuruni sifat orang tuanya." Ariana membalas ucapan Fiona.


Fiona tahu kalau Ariana sedang menyindirnya. Camila cukup mudah untuk disingkirkan, tapi entah bagaimana dengan Ariana. Caranya berdiri, tatapan matanya, dan caranya bicara tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Bahkan setelah semua masalah yang terjadi, Fiona tidak pernah sekalipun melihat Ariana tampak lemah. Fiona akui kalau dia memang wanita tangguh, tapi dia mudah dibodohi oleh cinta. Melihat Ariana yang ada di rumah sakit semalaman untuk menjaga Kevin menunjukkan kalau dia masih mencintai Kevin, tapi dia berpura-pura telah membuang Kevin dari hidupnya. Lucu sekali. Namun, Fiona senang karena Kevin dan Ariana akhirnya berpisah.


"Ada perlu apa Anda datang ke rumah saya?" tanya Ariana.


"Cucuku bersamamu, jadi jelas aku harus datang. Aku ingin membawa Emily bersamaku dan tinggal beberapa hari bersamaku. Aku yakin kau belum memberitahu Emily tentang keadaan Kevin dan aku pikir itu juga keputusan terbaik saat ini, jadi aku tidak akan mengatakannya." Fiona langsung masuk setelah merasa cukup bicara dengan Ariana.


Ariana hanya bisa menghela napas. Ariana tidak pernah ingin Emily jauh darinya, tapi Fiona punya hak atas Emily, jadi ia tidak bisa mencegahnya. Ariana hanya berharap kalau Emily tidak akan mau pergi dengan Fiona, karena walau Fiona adalah nenek Emily, Ariana bahkan tidak bisa mempercayakannya untuk merawat Emily walau hanya sebentar saja.


Melihat wajah Eric membuat Fiona merasa kesal karena dia memutuskan kontrak begitu saja seolah tidak memikirkan persahabatannya dengan Kevin. Awalnya, Fiona berpikir mungkin itu adalah sikap profesional Eric dan ia tidak bisa menyalahkan hal itu. Namun, sekarang, Fiona meragukan kalau itu adalah alasannya.


"Eric, kau akan segera menikah, jadi apa yang kau lakukan di sini?" tanya Fiona.


"Aku mengantarkan undangan pernikahan. Kalau begitu, aku permisi." Eric tidak hanya berpamitan pada Fiona, tapi juga pada Ariana dan Emily, baru setelahnya pergi. Eric terlalu malas berhadapan dengan Fiona yang begitu angkuh dan tidak tahu bersyukur, sama seperti Kevin.


"Lalu, kau siapa?" pandangan Fiona kini mengarah pada Mark yang berdiri di sebelah Emily.

__ADS_1


"Saya Mark, sahabat Ariana. Senang bertemu dengan Anda, Bu Fiona." Mark menyapa dengan hangat.


"Sahabat Ariana? Jadi, kau yang menjaga Emily?" Fiona kembali bertanya.


"Ya, saya yang menjaga Emily." Mark masih berusaha sopan walau ia merasa agak tidak nyaman dengan tatapan dan nada bicara Fiona.


Fiona tidak mengatakan apa-apa lagi setelahnya dan ia hanya fokus pada Emily. Fiona membutuhkan kekuatan untuk menghadapi semua ini dan Emily bisa menjadi sumber kekuatannya, jadi ia membutuhkan Emily di sisinya. Sekarang mungkin hanya sebentar, tapi ia tidak akan menyerah untuk membuat Emily terus bersamanya.


"Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?" nada bicara Fiona berubah total saat bicara pada Emily.


"Ya, aku baik," jawab Emily.


"Aku tidak mau. Besok, aku akan pergi dengan Paman Mark." Namun, untuk pertama kalinya, Emily menolak ajakan Fiona. Dari pada mendapatkan mainan baru, Emily lebih tertarik pergi ke kebun binatang bersama Mark. Ya, Emily dijanjikan untuk diajak pergi ke kebun binatang untuk mengisi waktu liburnya.


"Kita juga bisa pergi ke sana." Fiona masih mencoba merayu Emily.


"Tidak mau. Aku ingin bersama Paman Mark." Emily bahkan meraih tangan Mark sekarang, lalu mengajaknya untuk makan lagi. Seharian ini, Emily telah mendengar cerita tentang banyak hal dari Mark. Semua cerita itu membuatnya semakin lengket dengan Mark, karena Emily penasaran dengan segala hal yang Mark ceritakan dan ingin melihat semua itu.


Fiona terlihat kesal, tapi berusaha menahannya di depan Emily. Namun, Fiona tidak bisa menahan rasa kesalnya saat menoleh pada Ariana. "Apa yang kau lakukan padanya? Setelah tinggal denganmu, Emily bahkan menjadi lebih tertarik pada orang asing dari pada keluarganya sendiri," ucap Fiona.

__ADS_1


"Emily hanya ingin bersama seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan memberikan jawaban atas semua rasa penasarannya." Ariana memberikan jawaban dengan tenang karena ia lega mendengar Emily yang menolak untuk pergi bersama Fiona. Dulu, Ariana menghormati wanita itu, tapi setelah semakin melihat sifat Fiona lebih dalam lagi, rasa hormat itu telah perlahan lenyap.


"Jadi, menurutmu, aku tidak bisa membuatnya merasa nyaman? Aku neneknya, jadi mana mungkin Emily tidak nyaman saat bersamaku?" ucap Fiona dengan nada yang begitu kesal. Beruntung Emily sedang fokus makan bersama Mark, jadi tidak melihat luapan kekesalan neneknya.


"Nyaman atau tidak hanya Emily yang tahu, bukan saya. Untuk saat ini, lebih baik Anda fokus pada Kevin saja. Kevin sangat membutuhkan Anda."


"Apa aku terdengar seperti sedang meminta pendapatmu?" balas Fiona dengan begitu ketus.


"Maafkan saya." Ariana begitu malas untuk berdebat sekarang.


Fiona sudah ingin membalas ucapan Ariana, tapi ia sudah lebih dulu menerima telepon dari seseorang yang saat ini menjaga Kevin di rumah sakit. Fiona langsung menjawab telepon itu di depan Ariana. "Ada apa?" tanya Fiona.


"Tuan Kevin, dia ..." Fiona langsung pergi meninggalkan rumah Ariana setelah mendengar jawaban dari wanita yang menjadi lawan bicaranya ditelepon. Fiona pergi dengan terburu-buru, membuat Ariana tampak khawatir dengan apa yang terjadi pada Kevin.


***


Sementara itu, Wilda sedang mengosongkan kamar Camila atas perintah dari Fiona. Wilda tidak bekerja sendiri, melainkan bersama dua pelayan lain. Saat sedang memasukan barang-barang Camila ke dalam sebuah kotak besar, Wilda menemukan sesuatu, yaitu sebuah foto yang terselip di antara halaman buku milik Camila. Yang Wilda temukan bukanlah foto Camila, melainkan foto Ariana saat dia baru memasuki usia remaja yang berdiri di sebelah ibunya dan juga seorang anak kecil perempuan, juga ada beberapa orang lainnya yang terlihat seperti para sukarelawan.


Aneh rasanya ketika mendapati Camila ternyata menyimpan foto masa lalu Ariana dan yang lebih aneh adalah foto Ariana dan ibunya di beri lingkaran merah, begitu juga dengan foto seorang pria yang berdiri di sebelah anak kecil perempuan yang usianya terlihat lebih kecil dari Ariana.

__ADS_1


"Kenapa Camila menyimpan foto ini? Aku harus memberitahu Nyonya Ariana." Wilda langsung mengambil ponselnya dan mengambil foto untuk dikirimkan pada Ariana.


__ADS_2