Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku

Pelayan Itu Selingkuhan Suamiku
62 [Akhir]


__ADS_3

3 tahun kemudian ...


Seoul, Korea Selatan.


Sudah tiga tahun berlalu dan telah banyak hal yang berubah dalam waktu selama itu. Ariana yang sebelumnya mengatakan akan menunggu Mark di Kanada, secara mengejutkan mendatangi Mark hanya dalam waktu tiga bulan setelah pria itu meninggalkan Kanada. Ariana datang bersama Emily sebagai kejutan untuk ulang tahun Mark dan kejutan itu berhasil membuat Mark begitu bahagia.


Keputusan Ariana saat itu adalah tanda bahwa ia mulai melangkah ke jalan yang lebih serius untuk memulai kehidupannya. Ariana tidak ingin terus terbelenggu dengan masa lalunya, ia ingin melangkah maju, lalu menemukan kebahagiaannya juga kebahagiaan Emily.


Setelah kejutan ulang tahun itu, Ariana dan Mark memulai kedekatan yang lebih intim dari sebelumnya. Hubungan jarak jauh pun tidak menjadi masalah bagi mereka karena Ariana dan Mark akan mengunjungi satu sama lain.


Seperti saat ini, Ariana dan Mark sedang menikmati makan malam romantis mereka di salah satu restoran terkenal di Toronto. Makan malam kali ini juga istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun Ariana.


Emily sengaja tidak ikut karena ingin Ariana dan Mark menjadi lebih dekat. Emily juga sudah merayakan ulang tahun Ariana dengan memberikan kue istimewa yang dia buat dengan bantuan temannya. Saat ini, Emily ada di rumah temannya dan akan menginap di sana.


Tidak hanya sekadar makan malam bersama, tapi Mark juga mengajak Ariana menikmati suasana malam musim panas di kota Toronto dengan menggunakan mobilnya. "Bukankah ini salah satu mimpimu?" Mark sempat mengatakan ini pada Ariana yang tampak terkejut mendengarnya.


"Mimpiku?" Ariana balik bertanya pada Mark.

__ADS_1


"Dulu, kau bilang, kau ingin berkeliling kota di malam hari saat ulang tahunmu."


Ariana kini dibuat semakin terkejut oleh Mark yang masih mengingat ucapannya semasa sekolah. Ariana sendiri bahkan sudah mulai melupakan hal ituseiring bertambahnya usia, tapi Mark masih mengingatnya dengan baik.


"Ke depannya, ayo kita pergi ke kota lain dan berkeliling di sana sepanjang malam," ucap Mark lagi.


"Kau bahkan masih mengingatnya, tapi bukankah aku sudah terlalu tua untuk melakukannya? Biasanya anak muda yang melakukannya."


"Umur hanyalah angka. Lagi pula, kau masih cantik."


Ariana tersenyum malu mendengar ucapan Mark. "Gombalan murahan lagi?" ujar Ariana.


"Baiklah. Tapi bagaimana jika nanti aku tidak cantik lagi? Apa kau akan tetap menyukaiku dan bersamaku?"


Mark kembali memoleh pada Ariana, lalu berkata, "Aku tidak akan banyak bicara karena itu akan terkesan seperti aku telah membual. Aku akan membuktikan kalau aku akan selalu bersamamu."


Ariana lagi-lagi tersenyum pada Mark setelah mendengar jawaban pria itu. Ariana tidak tahu pasti tentang masa depan, tapi ia berharap kalau kisahnya kali ini akan berakhir jauh lebih baik kisahnya yang sebelumnya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita makan es krim?" Mark memecah keheningan yang sempat tercipta di antara dirinya dan Ariana.


"Baiklah, terdengar bagus." Ariana pun menyetujui ajakan Mark.


Ketika menikmati es krim, Ariana sempat melihat Eric dan Mina yang sepertinya juga sedang berlibur di sini. Ariana dengar dari Hana kalau hubungan Eric dan Mina telah jauh membaik sejak Mina mengalami kecelakaan bahkan sekarang Mina sedang mengandung anak Eric. Hana mengatakan kalau Eric mungkin sudah menyadari kesalahannya dan telah menerima Mina sebagai istrinya. Apapun itu, Ariana berharap semua orang akan mendapatkan kebahagiaan mereka.


Setelah selesai menikmati es krim, Mark kembali mengajak Ariana berjalan-jalan. Kali ini tidak dengan mobilnya, tapi dengan berjalan kaki. Mereka pergi ke tempat yang memang dikenal sebagai tempat berkencan yang disukai oleh banyak pasangan, terutama oleh anak muda.


Melihat Ariana yang tersenyum dan tertawa bahagia bersamanya membuat Mark seperti melihat Ariana remaja ketika melakukan kencan pertama dengannya. Banyak hal telah Ariana lalui dalam hidupnya dan Mark sebisa mungkin tidak akan membuat Ariana menangis lagi.


"Ariana," panggil Mark pada Ariana yang terlihat menatap ke arah pasangan muda yang terlihat romantis karena si pria yang memberikan kejutan ulang tahun pada kekasihnya.


Ariana menoleh pada Mark dan berkata, "Ada apa?"


Mark menatap lekat Ariana, lalu mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir wanita cantik itu. Mark mencium bibir Ariana dengan begitu lembut, sementara tangannya menarik pinggang Ariana agar tidak ada jarak di antara mereka.


"Aku mencintaimu," ucap Mark setelah ia tidak lagi mencium bibir Ariana.

__ADS_1


Ariana tersenyum, lalu berkata, " Aku juga mencintaimu." Dan setelahnya mrmeluk erat Mark.


__ADS_2