
"Kevin mungkin terlihat mencintaimu, tapi jangan berikan seluruh hidupmu padanya, apalagi sampai menjadikan dia sebagai duniamu karena hati seseorang bisa berubah kapan saja. Cintailah seseorang sewajarnya karena itu juga akan baik untukmu."
Kata-kata ibunya kembali terngiang di benak Ariana setelah ia mendengar semua ucapan Yuri. Saat itu, Ariana tidak begitu memikirkan ucapan ibunya, bahkan ia marah karena akibat perbuatan ibunya di masa lalu orang-orang menjadi bicara buruk tentangnya, terutama ibu Kevin. Namun, sekarang, Ariana memikirkan semua itu.
Setelah meninggalkan kamar Yuri, Ariana melihat Camila yang sedang bersih-bersih di ruang keluarga. Camila sempat sedikit menundukkan kepalanya untuk memberikan sapaan, tapi Ariana tampak hanya terdiam dan terus menatapnya. Ariana tidak ingin mempercayai ucapan Yuri begitu saja, tapi putrinya, Emily bahkan sempat melihat Kevin keluar dari kamar bersama Camila. Lalu, rambut yang ada di kamarnya dan kebohongan Kevin. Bagaimana ia bisa tetap berpikir positif tentang semua itu?
Sedangkan Camila merasa tidak nyaman ketika Ariana terus saja menatapnya seolah ia adalah orang aneh. Camila ingin pergi, tapi langkahnya tertahan saat melihat kedatangan Kevin. Namun, sialnya Kevin datang untuk Ariana.
Pandangan Ariana kini mengarah pada Kevin yang mendekat padanya. Melihat Kevin dan Camila di saat yang bersamaan membuat semua ucapan Yuri yang menyatakan hubungan gelap mereka semakin memenuhi benak Ariana. Dadanya terasa begitu sakit dan sesak mendengar semua itu, tapi ia masih berharap bahwa itu tidak benar. Bahkan jika itu benar, Ariana berpikir apa yang kurang darinya sampai Kevin berpaling pada Camila? Apa yang Camila punya dan ia tidak mempunyainya?
"Kau kemana saja? Bukankah kau harus segera bersiap-siap?" ucap Kevin sembari mengusap lembut kepala Karina.
Ariana menatap Kevin begitu dalam, lalu memeluknya dengan sangat erat. Ariana tidak bisa membayangkan Kevin berpaling darinya. Hidupnya akan benar-benar hancur jika itu benar-benar sampai terjadi.
Camila yang cemburu melihat kemesraan Kevin dan Ariana memilih untuk pergi. Setelah Ariana menatapnya seolah ia adalah orang aneh, sekarang Ariana memeluk Kevin tepat di depan matanya. Camila nyaris tidak tahan sekarang.
"Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin, tapi Ariana tidak melepaskan pelukannya atau mengatakan sesuatu. Ini membuat Kevin begitu khawatir.
Kevin melepaskan pelukan itu, lalu menatap lekat Ariana. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin lagi.
Ariana bahkan tidak tahu bagaimana keadaannya saat ini. Mulutnya menyangkal semua yang ia dengar, tapi hati dan pikirannya terus saja memikirkan semua yang ia lihat dan juga dengar. "Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah karena minggu ini aku sangat sibuk." Namun, mulutnya masih bisa berkata bahwa dirinya baik-baik saja.
"Kalau begitu, apa kita makan malam di rumah saja? Jadi, kau bisa istirahat lebih cepat."
__ADS_1
"Tidak perlu. Kita akan pergi dan Emily sudah bersiap-siap, bagaimana bisa kita mengecewakannya? Kalau begitu, aku akan bersiap-siap sekarang." Ariana masih bisa tersenyum pada Kevin, kemudian pergi meninggalkan pria itu untuk bersiap-siap.
Senyuman Ariana seketika menghilang setelah Kevin tidak lagi bisa melihat wajahnya. Ariana pun menatap sekelilingnya dan melihat Wilda yang sedang mengawasi para pelayan bekerja, lalu wanita itu tersenyum padanya. Jika yang Yuri katakan memang benar, maka Wilda mengetahui apa yang tidak ia ketahui, dan semua pelayan itu setiap hari menatapnya seperti orang bodoh yang dikasihani karena dikhianati oleh suami di rumahnya sendiri. Untuk pertama kalinya, Ariana tidak mempercayai siapa pun yang ada di rumah ini.
Hari bahagia dan kehidupannya yang nyaris sempurna, kini seolah berada di tepi jurang kehancuran. Ariana bahkan takut untuk mencari tahu kebenaran tentang semua ini. Ariana menyangkal, tapi ia juga tidak berani melihat kebenaran yang ada. Ariana takut jika yang orang-orang katakan memang benar, yaitu ia harus menerima karma atas perbuatan ibunya di masa lalu. Namun, kenapa anak harus menanggung karma atas perbuatan orang tuanya?
***
Setelah apa yang terjadi hari ini, maka tentu makan malam ini tidak lagi memberikan suasana yang Ariana harapkan. Namun, Ariana tetap tersenyum karena ia mengingat bagaimana ketakutan Emily ketika menyangkut tentang pertengkaran dan juga perpisahan.
Saat Kevin memberikan kejutan berupa buket bunga mawar merah yang begitu besar, Ariana juga menunjukkan senyumannya, tapi kebahagiaan itu tidak terasa lagi. Ariana bahkan bingung atas semua ini dan bertanya-tanya, apa Kevin memikirkan wanita lain saat ini? Tangan yang memberikan buket itu, apakah tangan itu menyentuh tubuh wanita lain? Begitu banyak pertanyaan, tapi begitu sulit bagi Ariana untuk mengatakannya
"Ke depannya, kau pasti akan lebih bersinar lagi," ucap Kevin setelah Ariana menerima bunga yang ia berikan.
"Ya, tentu saja. Aku sangat mencintaimu. Aku sudah mengatakannya berulang kali." Kevin menjawab sembari tersenyum.
"Ya, kau sudah mengatakannya berulang kali." Ariana kembali tersenyum.
"Terima kasih untuk semuanya. Aku akan ke toilet sebentar." Ariana bangkit, lalu meninggalkan Kevin bersama Emily.
Di dalam toilet, Ariana tampak terdiam di depan cermin dan menangis. Ariana benar-benar tidak memahami situasi ini. Semuanya terlalu tiba-tiba dan sulit untuk ia cerna. Pernikahannya baik-baik saja selama ini, tidak ada yang salah, kecuali ibu Kevin yang tidak suka padanya. Ariana juga sudah berusaha membuat dirinya menjadi istri dan ibu yang baik untuk mematahkan persepsi orang-orang tentang dirinya. Lalu, kenapa semua ini terjadi?
"Akhhh!!!" Ariana berteriak sembari memukul-mukul dadanya yang terasa sakit dan sesak karena harus terlihat baik-baik saja. Toilet sedang sepi, jadi tidak akan yang memperhatikannya sekarang.
__ADS_1
Ariana kini meraih ponselnya yang tadi ia letakan didekat wastafel, lalu menelepon Wilda. "Halo, Bibi?" ucap Ariana setelah telepon itu tersambung.
"Ya, ini saya. Ada apa menelepon saya? Apa semuanya baik-baik saja?"
"Aku takut, tapi aku juga ingin tahu kebenarannya."
"Apa Anda baik-baik saja?" Wilda terdengar khawatir.
"Kevin dan Camila. Apa Bibi tahu sesuatu tentang mereka?"
Wilda yang saat ini ada di dalam sebuah taksi tampak begitu terkejut mendengar ucapan Ariana. "Apa maksud Anda?"
"Yuri sudah memberitahuku dan mengatakan kalau Emily melihat hal kotor itu. Putriku yang masih kecil harus melihat sesuatu yang tidak sepantasnya dia lihat, jadi tolong jangan berbelit-belit lagi. Atau Bibi senang melihatku dibodohi di rumahku sendiri?"
Wilda terdengar terdiam selama beberapa saat, sampai akhirnya berkata, "Saya akan kirimkan sebuah video." Dan tidak lama, ada sebuah video yang masuk ke ponsel Ariana.
Panggilan telepon itu terhenti sejenak karena Karina yang membuka video kiriman dari Wilda. Saat pertama dibuka, di video itu terlihat Emily yang begitu ceria dan terus meminta Wilda yang dia panggil nenek untuk terus merekamnya seolah dia sedang melakukan vlog di sekitar taman yang ada di rumah. Mereka memang dekat, apalagi Wilda adalah orang yang telah membesarkan Kevin, hingga ibu Kevin mengirim Wilda untuk ikut bersama Kevin setelah menikah dengannya, dengan alasan agar selalu menjaga Kevin dari wanita sepertinya. Lalu, tidak lama dalam video itu terlihat Kevin yang sedang berciuman dengan Camila.
Setelah Wilda menangkap video Kevin yang sedang berciuman dengan Camila, dia langsung panik hingga lupa menghentikan perekaman kamera dan mengajak Emily pergi sebelum melihat semuanya, Ariana bisa mendengar itu dari suara Wilda. Ariana rasa, Kevin dan Camila tidak menyadari perekaman video itu, sebab hingga detik terakhir terangkap kamera, mereka masih terlihat menikmati ciuman itu.
Ariana meremas ponselnya dengan kuat. Tubuhnya merosot ke lantai dan air matanya jatuh semakin keras. Ariana memberanikan dirinya untuk menelepon Wilda dan masih berharap kalau semua yang Yuri katakan tidak benar dan Emily hanya salah lihat, tapi inilah kebenarannya.
Ariana merasa kasihan pada dirinya sendiri yang berusaha membuktikan diri untuk menunjukkan bahwa ada perbedaan besar antara ia dan ibunya, tapi justru Kevin yang mengkhianatinya. Pantas saja Kevin percaya ia tidak seperti ibunya, karena dia sendiri yang menjadi seperti itu. Membayangkan Camila datang ke kamarnya, lalu tidur di kamarnya, terasa benar-benar menjijikan. Belum lagi Kevin yang telah menyentuh Camila, lalu menyentuh dirinya, membuat Ariana merasa mual. Semua itu terjadi di rumah yang ia tempati dan ia tidak tahu apa-apa. Ariana merasa bodoh, marah, sedih, dan hancur di saat yang bersamaan. Dunia yang Ariana pikir telah membuatnya bersinar, pada kenyataannya kini menghancurkannya.
__ADS_1
Beberapa saat telah berlalu, Ariana kini keluar dari toilet dengan tatapan mata yang terlihat penuh dengan kemarahan. Pandangan Ariana mengarah pada Kevin yang sibuk bicara dengan Emily, sementara tangannya meraih sebuah hiasan vas bunga yang ada di salah satu meja restoran, dan menggenggam vas itu dengan begitu erat.