
Setelah beristirahat selama beberapa jam, Ariana kini pergi untuk rapat bersama timnya sembari makan malam. Ariana juga sempat bertemu dengan narasumber yang akan hadir di acaranya besok, sebab dia juga ikut dalam rapat.
Setelah selesai rapat, Ariana berniat berjalan-jalan sebentar dengan Tina sebelum kembali ke penginapan. Ariana dan Tina pergi ke tempat yang penuh dengan jajanan malam dan tempat itu cukup ramai. Walau ramai, tapi kondisinya masih tenang, sampai akhirnya terjadi keributan yang Ariana sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Beruntungnya, Ariana dan Tina tidak terpisah karena keributan itu.
Keributan itu terjadi begitu tiba-tiba dan cukup banyak orang yang terlibat, membuat tiga pria yang seharusnya menjaga Ariana menjadi kehilangan jejak. Mereka menatap ke sekeliling tempat itu, lalu melihat ada Ariana yang berada di seberang jalan. Mereka pikir, Ariana sampai ke sana karena keributan itu, jadi mereka dengan cepat menghampiri Ariana.
Di sisi lain, Ariana menerima telepon dari Yun PD yang memintanya datang ke suatu tempat sesegera mungkin karena ada hal penting yang lupa dikatakan saat rapat dan itu harus dibahas secepatnya karena dengan terkait acara syuting besok. Sedangkan Tina juga menerima telepon dari temannya yang memintanya segera kembali ke penginapan. Karena hal itu, Ariana dan Tina pun akhirnya berpisah untuk pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.
Saat Ariana telah melangkah cukup jauh, ketiga pengawal itu baru menyadari kalau wanita yang dari belakang terlihat begitu mirip dengan Ariana ternyata bukanlah Ariana yang sebenarnya. Namun, mereka tidak mengerti kenapa wanita itu bisa begitu mirip dengan Ariana? Jika dia bukan Ariana, lalu ada dimana Ariana saat ini?
Ariana pergi ke tempat yang diminta oleh Yun PD sebagai tempat untuk bertemu dengannya. Ariana dekat dengan Yun PD karena telah mengenalnya cukup lama bahkan sebelum acaranya mulai tampil di layar kaca. Karena hal itu, Ariana tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Namun, Ariana mulai merasa ada yang tidak beres saat tiba di tempat yang dikatakan oleh Yun PD. Yun PD mengatakan kalau tempatnya ada di dekat pantai, jadi Ariana kira itu adalah bar atau cafe, tapi tidak ada apa-apa di sini bahkan tempat ini gelap.
"Yun PD?" Ariana berusaha memanggil, tapi tidak ada jawaban, padahal ia jelas mendengar Yun PD mengatakan kalau dia telah ada di sini.
Sementara itu, Camila yang sejak tadi sudah mengikuti Ariana merasa bingung kenapa Ariana datang ke tempat seperti ini dan dia memanggil nama Yun PD. Apa mereka ingin bertemu di sini? Tapi, kenapa harus di tempat seperti ini?
Lalu, Camila menjadi berpikir lagi tentang kenapa ia harus peduli Ariana melakukan apa di tempat ini? Bukankah itu malah bagus untuknya? Tempat yang gelap, sepi dan dekat dengan pantai, bukankah sangat cocok untuk pembunuhan? Camila selalu mencari kesempatan ini dan ia mendapatkannya sekarang. Keberuntungan akhirnya berpihak padanya.
__ADS_1
"Yun PD?" Ariana kembali memanggil, tapi tetap tidak terlihat Yun PD di sini. Lalu, Ariana menoleh ke belakang dan dibuat terkejut oleh kehadiran seseorang yang memakai hoodie hitam yang kepalanya tertutup oleh penutup hoodie itu. Dari tinggi badannya, Ariana tahu kalau orang itu bukanlah Yun PD.
"Siapa kau?" tanya Ariana.
"Bagaimana bisa kau tidak mengenaliku?" Camila bicara sembari menarik penutup kepalanya.
Ariana terkejut melihat Camila ada di hadapannya dan di saat bersamaan ia baru menyadari kalau tiga pengawal yang seharusnya bersamanya, kini tidak ada di sekitarnya. Ariana bahkan tidak tahu sejak kapan ketiga pengawal itu tidak bersamanya lagi.
"Jadi, kau bersembunyi di tempat ini?" Ariana bicara sembari bergerak mundur.
"Kenapa? Apa kau terkejut? Bukankah pertemuan kita sudah seperti takdir?" Camila tampak tersenyum sembari mendekati Ariana. Sementara tangannya terlihat mengeluarkan pisau lipat dari dalam saku hoodienya. Camila behasil membeli pisau yang lebih mahal dari cutter khusus untuk Ariana, agar bisa menancap lebih sempurna.
Camila tertawa mendengar ucapan Ariana, lalu berkata, "Lucu sekali. Apa kau pikir, aku akan meletakan pisau ini hanya karena kau mengatakan itu padaku?"
"Kau bahkan masih bisa hidup dengan baik setelah bercerai. Kau memiliki putri yang cantik dan karir yang bagus. Sangat tidak adil," ucap Camila lagi dan ia terus mendekat pada Ariana.
Ariana terus bergerak mundur, lalu melarikan diri begitu merasa mendapat kesempatan. Namun, langkah Ariana terhenti ketika Camila menarik rambutnya sampai membuatnya jatuh ke belakang. Punggung Ariana sempat terbentur batu dan rasanya cukup menyakitkan sampai membuatnya meringis.
__ADS_1
"Apakah itu sakit? Itu bahkan belum seberapa," ucap Camila yang terlihat menertawakan Ariana.
Camila kini merendahkan tubuhnya dan menahan Ariana agar cepat berbaring. Camila menaikan pisau di tangannya dan ingin menusuk Ariana, tapi Ariana telah lebih dulu mengambil pasir, lalu dilempar ke wajah Camila. Pasir itu mengenai mata Camila sampai penglihatannya agak terganggu. Ariana pun dengan cepat melarikan diri ketika mendapatkan kesempatan lagi.
Walau pasir mengenai matanya, tapi Camila tidak menyerah begitu saja. Camila kembali mengejar Ariana sembari mengusap matanya yang terasa sakit. Tidak akan Camila biarkan rasa sakit ini menghentikannya. Kesempatan emas ini tidak akan datang dua kali, jadi Camila tidak akan menyerah begitu saja.
Ariana berusaha lari untuk mencari keramaian sembari berusaha menelepon polisi, tapi ponselnya terjatuh karena ditabrak oleh seseorang dan orang itu adalah Camila. Camila menabrak dengan cukup keras setelah melihat Ariana mencoba memelepon seseorang.
Ariana berusaha mengambil ponselnya yang masih menyala, jadi keberadaannya bisa diketahui, tapi Camila menginjak ponsel itu berulang kali. Melihat hal itu, Ariana ingin pergi lagi, tapi Camila selalu berhasil menemukan cara untuk menghentikannya, kali ini dengan cara melempar batu yang mengenai punggungnya. Lemparan yamg keras dan menyakitkan sehingga membuat langkah Ariana melambat. Tidak hanya sekali, tapi Camila melemparkan batu berkali-kali dan beberapa kali lemparan itu tepat mengenai Ariana sehingga membuatnya terjatuh karena hampir seluruh tubuhnya terasa sakit.
Camila kembali mendekat dengan mata yang masih terasa sakit, tapi Ariana kembali memberikan perlawanan sampai dia berhasil berdiri lagi walau tangannya telah terluka karena terkena pisau Camila.
Ariana terus berusaha melindungi diri dan Camila terus berusaha menancapkan pisau itu pada Ariana. Berulang kali Camila mencoba, tapi selalu gagal dan matanya kembali semakin sakit bahkan penglihatannya menjadi semakin terganggu.
"Ariana!" suara seorang laki-laki terdengar membuat perhatian Camila dan Ariana sempat terpecah selama beberapa saat.
Ariana melihat kehadiran Kevin yang entah kenapa bisa ada di sini. Camila yang melihat Ariana fokus pada Kevin kembali melancarkan aksinya. Camila mengayunkam pisaunya dengan mata yang terasa sakit dan penglihatan yang terganggu. Beberapa kali diayunkan sampai akhirnya ia merasakan kalau pisau itu telah menembus daging. Camila pikir, ia telah tepat sasaran, tapi ia malah memdengar Ariana yang berteriak histeris memanggil nama Kevin. Camila mengusap-ngusap matanya agar bisa melihat dengan jelas dan betapa terkejutnya ia saat menyadari kalau pisaunya mengenai leher Kevin.
__ADS_1
Camila benar-benar terkejut sampai ia langsung menjatuhkan pisaunya, lalu mundur dan terduduk lemas ketika melihat bagaimana darah segar terus keluar dari leher Kevin, sedangkan Ariana berteriak histeris memanggil pertolongan sembari berusaha menutup luka Kevin dengan kedua tangannya.