
Tahun ini, acara penghargaan untuk para alumni kembali diselenggarakan. Penghargaan diberikan kepada alumni yang dianggap telah membuat nama sekolah bangga berkat pencapaian karir mereka. Sekolah ini memang dikenal sebagai sekolah unggulan yang menghasilkan orang-orang berbakat dan itu akan terus dijaga.
Seperti yang sudah diduga oleh banyak orang, Ariana membawa pulang penghargaan dan mereka merasa itu memang pantas untuk dia dapatkan. Ariana memiliki prestasi yang gemilang bahkan acaranya selalu menguasai rating pada jam tayangnya.
Satu lagi kehidupan yang sempurna Ariana dapatkan, itulah yang orang-orang pikirkan tentang dirinya. Kehidupan yang menjadi impian banyak orang, terutama para wanita. Para siswa pun menatap Ariana dengan kagum, menunjukkan bahwa ingin seperti itulah mereka di masa depan.
Ariana tampak tersenyum lebar setelah menerima penghargaan dan sangat bersyukur atas kehidupan yang ia miliki saat ini. Beberapa orang mengatakan bahwa ia akan menerima karma atas perbuatan ibunya, tapi Ariana percaya ia tidak harus menanggung karma atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Ia juga tidak akan menjadi seperti ibunya, karena itu tentang sikap setiap manusia, bukan faktor garis keturunan.
Eric yang dulunya merupakan kakak kelas Ariana tampak hadir di sana, saat Ariana menerima penghargaan. Dulu, Eric bahkan tidak menyadari bahwa ia memiliki adik kelas yang cantik, pintar, dan menarik seperti Ariana, sebab ia saja malas datang ke sekolah. Eric baru mengenal Ariana dan tahu dia adalah adik kelasnya setelah Ariana menjalin hubungan dengan Kevin.
Kalau saja ia yang pertama kali mendekati Ariana, maka Eric pastikan akan mendapatkannya dan ia tidak perlu bermain-main seperti ini dengan banyak wanita. Ya, Ariana adalah wanita impian Eric, tapi ia bahkan tidak berani mengatakannya, sebab tahu seperti apa kesetiaan Ariana pada Kevin. Ariana bisa menjauh jika didekati lebih dari sekadar sahabat.
"Lihatlah, betapa sempurnanya Ariana. Kevin benar-benar bodoh jika sampai melirik wanita lain, apalagi yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Ariana," gumam Eric, lalu tersenyum ketika Ariana tampak melambaikan tangan padanya. Lalu, Eric menyadari ada seorang pria yang sibuk mengambil foto Ariana.
Setelah sempat mengobrol dengan beberapa teman sekolahnya dulu, Ariana akhirnya menghampiri Eric dan juga Mark yang kebetulan ada di sini, padahal sebelumnya, Ariana tidak pernah melihat Mark saat acara reuni. Eric pun menjadi tahu kalau pria yang mengambil foto Ariana adalah Mark, teman satu kelas Ariana dulu.
"Apa kau di sini untuk bertemu dengan calon istrimu?" Ariana bertanya pada Eric, sebab calon istri Eric adalah salah satu guru di sekolah ini.
"Ya, aku datang untuknya. Selamat untuk penghargaannya. Kau pantas menerimanya. Kau sangat luar biasa." Eric memuji Ariana dengan senyuman yang terlihat begitu lebar. Sebenarnya, Eric tidak datang secara khusus untuk calon istrinya, karena dia hanya menjadi nomor dua dalam segala hal. Eric datang karena ingin melihat Ariana menerima penghargaan.
Sementara Mark diam-diam memperhatikan senyuman dan cara Eric menatap Ariana. Ariana memperkenalkan Eric sebagai sahabat Kevin, suaminya, tapi mereka tampak dekat, dan ada sesuatu dari Eric. Sebagai pria yang masih mencintai Karina, Mark bisa merasakannya.
"Terima kasih," balas Ariana.
"Kalau begitu, aku permisi." Eric pun memilih pergi karena sudah terlanjur mengatakan akan menemui calon istrinya, jadi ia harus segera melakukannya.
"Bagaimana denganmu? Sebelumnya, kau tidak pernah datang ke acara reuni, tapi sekarang kau muncul di sini." Ariana kini bicara pada Mark.
__ADS_1
Mark datang karena mendengar tentang acara penghrgaan sekolah. Kevin yakin kalau Ariana pasti akan mendapatkannya dan ia ingin melihat itu secara langsung sembari mengambil foto momen berharga itu menggunakan kamera miliknya.
"Aku mendengar tentang penghargaan ini, jadi aku datang. Aku juga merindukan suasana sekolah. Ngomong-ngomong, selamat untuk penghargaannya. Kau sangat hebat."
"Terima kasih."
"Kalau begitu, jika ada waktu, apa kau mau minum kopi denganku? Atau kau ada pekerjaan setelah ini?"
"Aku tidak ada pekerjaan mendesak hari ini. Jadi, ya, mari minum kopi, tapi aku perlu menelepon dulu." Ariana pun menyanggupi ajakan Mark.
***
"Kau sungguh mendapatkannya? Selamat, Sayang. Kau sangat hebat." Kevin tidak bohong dengan kebahagiaannya ketika Ariana menelepon dan menceritakan dirinya yang mendapatkan penghargaan.
"Terima kasih. Aku bersinar juga karena dirimu. Apa kau masih di kantor sekarang?"
"Kalau begitu, selesaikan pekerjaanmu lebih awal, lalu kita pergi makan malam bersama Emily."
"Tentu saja. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya."
"Baiklah, aku akan pergi dulu dengan teman, lalu menjemput Emily, dan setelahnya kita makan malam."
"Ya, sampai nanti." Dan panggilan telepon itu pun berakhir.
"Masih ada waktu sampai Nyonya Karina kembali, kan?" tanya Camila setelah Kevin selesai bicara dengan Ariana.
"Ya, itu benar. Jadi, aku bisa bersamamu lebih lama." Kevin mencium bibir Camila, lalu membuat wanita itu duduk di atas pangkuannya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau satu ronde lagi?" ucap Kevin dan mendapatkan sambutan yang begitu baik dari Camila.
Sementara itu, Ariana yang sedang minum kopi bersama Mark di sebuah coffee shop tampak menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita yang tampak tidak asing untuknya. Ella, sekretaris baru Kevin, itulah yang Ariana lihat.
"Apa kau melihat orang yang kau kenal?" tanya Mark saat melihat Ariana terus melirik ke arah seseorang.
"Ya, aku melihat seseorang yang aku kenal," jawab Ariana, kemudian ia berdiri dan menyapa Ella. Ariana bingung bagaimana bisa Ella ada di sini saat jam kantor masih berlangsung.
"Kenapa kau di sini? Bukankah ini masih jam kantor?" tanya Ariana.
"Pak Kevin pulang lebih awal, jadi saya juga diperbolehkan meninggalkan kantor lebih awal," jawab Ella.
"Apa? Jadi, Kevin sudah meninggalkan kantor?" Ariana kembali bertanya untuk memastikan apa yang ia dengar.
"Ya, Pak Kevin sudah meninggalkan kantor kurang lebih sekitar 2 jam yang lalu, tapi saya tidak tahu apa alasannya." Ella yang tidak tahu apa-apa hanya menjawab dengan jujur setiap pertanyaan Ariana.
"Baiklah. Terima kasih atas waktumu. Kau mau kopi? Aku yang akan mentraktirmu."
"Tidak perlu."
"Tidak apa-apa. Pilihlah, nanti akan masuk dalam tagihanku."
"Ya, terima kasih." Ella pun memutuskan untuk menerima traktiran dari Ariana.
Sedangkan Ariana tampak terdiam di tempatnya dan termenung. Ariana tidak tahu untuk apa Kevin berbohong padanya? Jika Kevin tidak di kantor, lalu ada di mana dia sekarang?
"Ariana, apa kau baik-baik saja?" Mark sampai mendekati Ariana karena melihatnya melamun.
__ADS_1
"Ya, aku baik-baik saja. Ayo, kita duduk lagi," ucap Ariana dan ia membuat ekspresi seolah-olah tidak ada yang salah atau mencurigakan, meski kenyataannya ada banyak hal memenuhi benaknya setelah mendengar jawaban Ella tentang Kevin. Ella tidak mungkin berani berbohong, karena untuk apa juga dia melakukan hal itu?