
keesokan harinya Aisyah bergegas ke sekolah untuk menemui pak Irwan...kemaren Aisyah sangat terkejut sekaligus terharu mendapat surat bahwa ia mendapat undangan masuk ke perguruan tinggi.
Aisyah : "assalamualaikum"
pak Irwan : "waalaikumussalam, eikh Aisyah...masuk masuk"
aisyah : "pak, apa yang ada di dalam amplop ini benar? bahwa saya mendapat undangan dari universitas Islam negri?"
pak Irwan : "ya itu benar Aisyah, bapa bangga sama kamu Aisyah...selamat ya"
Aisyah : "Alhamdulillah, tapi pak, saya tidak ada dana untuk biaya di sana".
pak Irwan : "maka dari itu saya memanggil kamu hari ini untuk mengahadap ke saya Syah.,"
Aisyah : "Aisyah kurang faham maksud bapak...mhemhe"
pak Irwan : "kamu itu anak pandai, dan udah bapa anggep seperti anak sendiri...jadi bapa mau ngebantu kamu Syah".
aisyah : "terimakasih banyak bapa.,terharu pa"
pak Irwan : "anak jaman sekarang ya lebay-lebay...mhehe...kamu hanya perlu menyiapkan data-data untuk beasiswa dan untuk daftar ulang di kampus ...kamu kan anak pondok ya Syah...pemerintah itu mengadakan beasiswa berguruan tinggi bagi santri-santri kaya kamu Syah".
__ADS_1
Aisyah : "Alhamdulillah, bapak terimakasih banyak pa...inshaa Alloh akan saya usahakan untuk melanjutkan belajar saya pak...karena itu cita-cita ibu saya"(dengan mata berkaca-kaca)
kemudian Aisyah keluar dari ruangan pak Irwan...ia jalan kegirangan...ternyata dari arah berlawanan ada Dani yang tertawa melihat tingkah Aisyah yang berjalan kegirangan...dan Dani menuju ruangan pak Irwan, untuk mengkonfirmasi pendaftarannya ke timur tengah.
ketika Dani duduk di ruangan pak Irwan, ia melihat map yang bertuliskan Aisyah dan Dani senyum penasaran.
Dani : "pak Irwan, saya boleh tanya?"
pak Irwan : "ya Monggo nak"
Dani : "ini map Aisyah?!"
pak Irwan : "ya, bapa mau bantu dia melanjutkan ke perguruan tinggi...dia kan anak pinter"
pak Irwan : "kamu suka sama Aisyah?"
Dani : "bukan gitu pak, saya hanya bertanya..mhehe"
pak Irwan : "bapak yakin dia akan mendapatkan suami yang Soleh, Aisyah nya solehah, cantik lagi....sekarang penampilannya dia yang polos gak kenal make up aja cantik apalagi kalau ntar di nafkahi oleh suaminya..hahaha....ko bapa jadi ghibah ya...khahaha"
Dani : "gak ko pa...ga ghibah...itu kan membicarakan kebaikan seseorang ...hehe"
__ADS_1
pak Irwan : "bagaimana persiapanmu dan? dokumennya udah lengkap? biar bapa kirim..."
Dani : "inshaa Alloh pak...ini pak sudah saya satukan dalam map coklat pak...terimakasih pak"
pak Irwan : "ini sudah tanggungjawab saya sebagai guru kalian,... penyalur saja ..."
***
ketika Aisyah sampai di pondok ia berniat pulang ke rumahnya untuk menemui uwa nya, karena saudara yang masih di miliki Aisyah tinggal uwanya. dia menyiapkan yang di butuhkan selama di rumah lalu meminta izin kepada umi pondok untuk pulang menemui uwa nya. ada beberapa hal yang perlu di bicarakan uwa nya, terutama masalah di terimanya ia perguruan tinggi.
**
sedangkan Dani ia sibuk mengurus yang di perlukan ia untuk kuliah ke luar negri.
ibunya pun sangat antusias membantu Dani. ibu tia namanya...
ibu tia : "kamu bener mau belajar di luar negri nak? gak kasihan ke mama di tinggal sendiri?" (sambil membantu mengemasi buku-buku Dani)
Dani : "tiap tahun nanti aku kan pulang ma, Dani akan sering memberi kabar ke mama"
ibu tia : "jaga diri kamu baik-baik di sana ya". (*mengelus kepala anaknya dan meninggalkan di kamarnya lalu pergi)
__ADS_1
BERSAMBUNG🌸*