penantian indah

penantian indah
BAB 46


__ADS_3

malam itu, setelah meeting rian masuk ke ruangannya dan mrmecahkan dan menghamburkan barang-barang di atas meja kerjanya.


dengan sigap tania menghentikan sikap rian yang sudah tak terkendali.


tania : "sudah hentikan.. rian... hentikan... kendalikan dirimu rian" (menahan lengan rian yanng tak mau diam menyingkirkan segala barang)


rian hanya pergi ke tempat parkiran, tak menghiraukan perhatian tania padanya.


mobil yang di kemudi begitu kencang hingga menabrak lampu merah.


sesampainya di rumah, rian langsung masuk kamar. lalu, neneknya menghampiri ke kamar cucunya, karena ia terbangun setelah mendengar suara mobil di garasi rumahnya.


jegleeekkk...neneknya melihat rian yang hanya diam di balkon sambil memandang langit


nenek : "cu... kamu kenapa? kayanya malem ini kamu begitu murung dari malam-malam sebelumnya"


rian : "neek.. " (mendekati nenek sambil cium tangan)


nenek : "apa ada masalah di kantor?"


rian : "tidak nek... masalah kantor semuanya aman"


nenek : "lalu kenapa? berantem sama pacarmu?

__ADS_1


rian : "apaan sih nek... siapa coba yang punya pacar" (sambil senyum malu)


nenek : "nah, gitu dong senyum cucu nenek"


rian : "yaah nek... makasih ya nek udah menghibur rian"


nenek : "udah makan belum? "


rian : "udah nek"


nenek : "ya udah kalau gitu bersih2 gih, terus solat meminta petunjuk untuk memudahkan masalah yang sedang kita hadapi"


rian : "makasih ya nek"


lalu ia berdoa mengadukan apa yang sedang di alaminya.


*ya Alloh, maha membolak balikkan hati... kenapa saya masih saja mencintai seseorang yang sudah mempunyai suami... bayangan aisyah terlalu nyata di pikiranku ya Alloh


ingat dulu masa-masa aisyah masih kuliah, ia selalu menghindar dariku. dan aku pernah menggedongnya ketika ia pingsan di pusara orangtuanya. aku masih merasakan hingga kini aku telah menggenggam aisyah, memiliki aisyah.


ia begitu perhatian pada nenekku, ia juga yang menolong nenekku ketika pingsan di jalan.


waktuku dengan aisyah memang sangatlah singkat namun kenapa begitu sulit di lupakan? kenapa? kenapa ya Alloh? dulu ia hanya menganggap aku sebagai abangnya saja*.

__ADS_1


setelah curhat panjang pada tuhannya. rian melihat kembali berkas-berkas yang akan di persiapkan besok.


di balkon ia sedang memandangi laptopnya lalu meminta bibi pembantu rumah tangga nya untuk membuat minuman buat dia. rian mengirim pesan kepada tania, sektetarisnya.


|tania|


nia, maafkan sikapku tadi dan terimakasih sudah mencegah saya mengambrukkan gedung


|boss rian|


ya gak papa pa... sama2 pa... saya paham ko perasaan boss


dengan santainya tania memanggil atasannya boss... padahal rian itu atasannya.


khaaaahhh (menghela nafas panjang) ia pasti mengamuk begini gara-gara kejadian di amal bakti siang tadi. (gumam tania)


ketika meminum kopi lalu memandang langit...di pikiran rian masih terngiang tergambar jelas kejadian tadi siang di pikirannya.


*kenapa aisyah menghempaskan tanganku untuk memapahnya turun dari panggung. ia hanya menerima lengan tania untuk membantunya. kenapa ia begitu ketus padaku? apa salahku? dan masih tertulis jelas di otak rian tulisan aisyah yang "tolong lupakan aku". itu sesuatu yang sangat sulit untukku... dia kini begitu menjauh padaku.. gimana coba, biar aisyah dan suaminya tuh berpisah.


thanks a lot readers


BERSAMBUNG😂*

__ADS_1


__ADS_2