penantian indah

penantian indah
BAB 24


__ADS_3

hari lebaran ialah merupakan hari kemenangan bagi setiap muslim. di mana orang-orang kota mudik ke kampung halamannya...berkumpul dengan sanak saudara, bercanda ria...suasana itu sangat sejuk dalam benak setiap insan...


seakan alam di perkampungan langsung riuh hilir orang-orang saling minta maaf dan memaafkan...anak-anaknya yang bahagia mendapat angpao dari orang dewasa. di mana kue kue tertata rapih de setiap meja rumah...kue yang hanya di jumpai pada hari raya.


namun lagi-lagi Aisyah sedih mendapati di rumah reyodnya sudah berdebu tak berpenghuni. hampa akan suasana.


dalam benaknya hanya bayangan bagaimana dulu ia di gendong ke sana kemari oleh ayahnya sambil di suapin makan oleh ibunya...mereka tertawa bersama. kini hanya ruang kosong tanpa arti.


Aisyah pun menyambut lebaran dengan membersihkan rumahnya dan membereskan barang-barang... kue kue lebaran pun tak ada satu wadah pun...karena Aisyah akan lebih sering tinggal di rumah uwanya.


**


pada saat malem takbiran Aisyah sedang mengasuh anak-anak ngaji di musholanya sedang asyik bermain kembang api ada pula main bedug dan ada yang takbiran memakai mik...Aisyah terharu, sedih dan bahagia campur aduukk.


tak di sangka tak di duga, ada sebuah mobil berhenti di depan rumah uwanya Aisyah. yakni seorang pemuda dengan dua orang wali. ia pun berbincang-bincang dengan uwa nya. sepupu Aisyah pun memanggil Aisyah yang sedang di mushola menyuruhnya untuk segera pulang...karena uwa sedang mendapati tamu.


ketika Aisyah membuka pintu dan mengucapkan salam

__ADS_1


"assalamualaikum"


pemuda itu menoleh ke sumber suara.


spontan aisyah menjerit tak bersuara dengan menutup mulutnya berekspresi sangat terkejut dan mata mau keluar aja...


pemuda itu hanya senyum lalu menunduk setelah melihat ekspresi Aisyah. uwanya pun menyuruh Aisyah untuk duduk di sampingnya ;


uwa : "sini nduk, duduk samping uwa..."


Aisyah : "njih uwa"


Aisyah : (langsung menyeka air matanya) "Aisyah Ndak papa wa"


uwa : "jadi pemuda ini ada niat untuk mengkhitbahmu nduk"


Aisyah : (hanya deraian air mata namun tak terlihat)

__ADS_1


uwa : "gimana nduk?"


Aisyah : (hanya tersenyum)


berarti bertanda iya jika seorang wanita di khitbah dan hanya tersenyum. semua orang pun mengucapkan Alhamdulillah. baru lah keduanya tukar nomer hp.


khaaaaa...kak Aisyah dari dulu kan temenan sama kak Dani kenapa baru sekarang baru tau nomer hp nya...ya eellaaahhh (ucap sepupunya yang polos)


Aisyah dan Dani tersipu malu banget banget itu mah...dan semua orang pun ketawa tingkah laku mereka berdua....


"aku tak bisa mendefinisikan suasana malam ini keadaan hati ini...sebahagia nyah seperti apa...seperti terbang ke bintang-bintang dan sayap-sayap beban pun patah....penantian ini selama bertahun-tahun....akhhakkhh aku bahagia banget ya Alloh... Alhamdulillah....syukur ku...langsung bersujud di lantai kamarnya dengan deraian air mata bahagia" (batin Aisyah)


**


keesokan harinya adalah hari raya, Aisyah meminta maaf kepada uwa dan sepupunya. lalu ia berkeliling ke setiap rumah...hari pun semakin siang, Aisyah pun kembali ke rumah untuk istirahat...


sore hari, Aisyah sedang menyirami tanaman di depan rumah uwanya...tiba-tiba terdengar klakson mobil yang parkir di belakang Aisyah dan Aisyah pun menoleh...dan ternyata...Aisyah sangat terkejut😮

__ADS_1


BERSAMBUNG🌸


__ADS_2