penantian indah

penantian indah
BAB 19


__ADS_3

senja sudah memantulkan cahayanya pada gedung-gedung menjulang tinggi. kampus pun ramai orang-orang yang pulang ke habitatnya masing-masing, begitu juga dengan Aisyah. ia sudah biasa pulang jalan kaki, namun di depan gerbang ada yang mencegah dia. siapa lagi kalau bukan Rian. ia antusias banget pada Aisyah. Aisyah merasa risih dengan sikap rian.


Rian : "Aisyah"


Aisyah : tak menjawab Rian...ia pun langsung lari


Rian : "tunggu Syah"


Aisyah : tak menghiraukan Rian


Rian : "maafkan aku Syah. tapi mau lah kau ikut denganku kali ini aja."


Aisyah : "ok". aku harus menyelesaikan ini semua (dalam batinnya)


Rian : "ayo, masuk ke mobilku"


sampailah mereka di restoran mewah, yang belum pernah Aisyah datangi. di sana sudah ada kursi kosong yang mejanya sudah di penuhi dengan makanan-makanan enak.


Rian : "silahkan duduk" (sambil menggeser kursi Aisyah )


Aisyah : "ya terimakasih, bicara lah"


Rian : "bolehkah kita berteman?"


Aisyah : "gak ada gunanya berteman sama saya...saya tuh gak kaya kak Rian, kaya"

__ADS_1


Rian : "kau lah orang yang mengajarkan hidup pada saya Syah"


adzan magrib pun berkumandang


Rian : "berbukalah "


Aisyah : darimana ia tahu aku lagi puasa (batinnya). "ya makasih"


Rian : "habiskan saja semuanya"


Aisyah : "di bungkus boleh?"


Rian : "beli yang baru aja, kalau mau bungkus mah"


Aisyah : "gak usah berlebihan"


Aisyah : "stoopp, turun di sini"


Rian : "kamu tinggal di kolong jembatan?"


Aisyah : tak menjawab pertanyaannya Rian dan langsung turun menuju lorong jembatan


Rian mengikuti Aisyah turun dari mobilnya. dan ia pun terkejut, ternyata Aisyah menemui anak-anak jalanan dan memberi makanan yang tadi dari restoran. mereka seperti sudah saling akrab.


Aisyah : "ini semua saudara saya kak rian, dulu pertama saya ke kota saya bersama mereka...saya bekerja sebagai penyapu jalanan...namun temen-temen kampus saya gak ada yang tau...my real life kak."

__ADS_1


Rian : merasa terenyuh dan terharu cerita kehidupan Aisyah. emang orang tuamu kemana?menelantarkanmu begini.


Aisyah : "orangtua saya sudah di alam yang bahagia banget"


Rian : "maaf Syah, aku gak bermaksud"


Aisyah : "makanya aku berusaha sekuat aku...untuk mewujudkan permintaan ibu yang terakhir...ibu menyuruh jangan putus menuntut ilmu...itu yang tertulis di kertas untuk saya"


Rian : "apakah kau mau aku biayai kuliahmu selanjutnya"


Aisyah : "makanya saya maaf gak merespon perasaan kak Rian, karena sekarang keinginan Aisyah menyelesaikan kuliah Aisyah"


Rian : "aku paham Syah. maafkan sikapku selama ini yah...tapi sekarang kita berteman kan?"


Aisyah : "tapi inget batasan-batasan dalam berteman lawan jenis."


Rian : "siap tuan putri"


Aisyah : "ya udah, aku masih ada urusan...aku pulang duluan yah"


Rian : "ayok, tak anterin sampai tujuan"


sesampainya di pondok Aisyah, di sambut oleh anak-anak yang akan mengaji padanya. Rian pun terharu kembali melihat suasana tersebut. kau begitu keibuan Syah (batin Rian).


Aisyah pun mengenalkan Rian pada pengurus-pengurus pondok, agar tidak mengandung fitnah antar keduanya. Aisyah menjelaskan bahwa Rian adalah orang yang menabrak dia, tapi Rian ini bertanggungjawab penuh pada Aisyah. sehingga kini kami berteman biasa. sepulangnya dari pondok, Rian langsung menceritakan peristiwa menyenangkannya bersama Aisyah kepada neneknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG🌸


__ADS_2