penantian indah

penantian indah
episode 62


__ADS_3

di mushola rumah dani mengimami solat dengan khusuk hingga salam.


assalamualaikum warahmatullah


mengusap wajah lalu menengadahkan tangan ke atas memanjatkan doa dengan khusuk juga.


Alhamdulillah ya Alloh terimakasih Kau masih memberi kesempatan untuk menunaikan solat. ya Alloh yang maha segalanya Kau yang maha mengetahui lindungilah keluarga kecilku dari marabahaya lahir atau batin.


belum selesai memanjatkan doa, dani merasa ada yang menepuk-nepuk punggungnya membuatnya menoleh ke belakang.


fatimah sudah memasang wajah imut dan menjulurkan tangan yang masih tertutupi mukena untuk berjabatan. dani pun menerimanya namun ia terkejut ketika fatimah mencium punggung tangannya membuat dani refleks melepaskan tangannya.


kita bersaudaraan, kak dani kan kakak ku. gak masalah kan?. santai fatimah berbicara.


dani sudah merasa suasana menjadi canggung ia pun langsung melipat sajadah dan beranjak pergi.


ya Alloh aku suka dia, sikap juteknya itu membuatku tambah suka. astagfirullah fat. bergumam sambil ketawa dan memandangi punggung dani yang meninggalkannya di mushola.


**


ceklek, suara pintu kamar terbuka membuat aisyah menoleh ke arah pintu. dan dani melihat istrinya seperti sedang mencari sesuatu.


dani : "cari apa de? " (sambil menutup pintu)

__ADS_1


aisyah : "eu... eu eum, mas udah selesai solatnya? (sambil berdiri membelakangi lemari menyembunyikan kotak di tangannya)


dani : "udah, kamu kenapa de? "


dani menghampiri aisyah dan mengambil tangannya yang sedang menyembunyikan sesuatu, aisyah yang tak mau diam mempertahankan yang ia sembunyikan membuat dani tak sengaja menginjak kaki aisyah.


aduuuh duh... lirih aisyah


dani langsung mengangkat kakinya dan melihat kaki aisyah yang tak sengaja .mendapati kaki aisyah yang berdarah membuat dani refleks menggendong aisyah lalu di dudukkan di bibir ranjang.


dani : "maaf ya de, kakimu jadi berdarah"


aisyah : "ini bukan karena di injek sama mas ko "


dani : memandang aisyah dengan mata berkaca-kaca


dani : "ya udah sama mas aja... sini obatin"


posisi aisyah yang duduk di bibir ranjang sedangkan dani duduk di lantai mrngangkat kaki aisyah ke pangkuannya. dan mengobati luka penuh dengan hati-hati membuat aisyah senyam-senyum mendapati perhatian suaminya.


aisyah : "mas, apa kau memperlakukan wanita seperti ini? "


dani : "perempuan yang bernama ibuku dan istriku, aisyah"

__ADS_1


membuat aisyah terbayangkan kejadian tadi.


mungkin ini bawaan masa haid aja kali ya aku jadi kaya cemburu melihat mas dani berjabat tangan dengan mba fatimah tadi. gumam aisyah.


dani : "ade ngelamunin apa hayo... senyam-senyum sendiri"


aisyah : "eumm... berarti kalau mas nikah lagi.." (belum selesai bicara)


dani : "gak akan... dah jangan bicara gitu"


aisyah : "kan gak ada yang tau takdir mas"


dani : "dah selesai... selonjorin di kasur aja yang"


aisyah : "yang?... wkwk, geli. "


dani berdiri ke kamar mandi untuk membersihkan tangannya dari darah dan berwudhu.


kenapa yah kalau cowo abis wudhu air nya menetes gantingnya berlipat-lipat. puji aisyah.


dani hanya tersenyum tersipu malu dan mengambil al-qur an lalu duduk di sofa.


aisyah seperti mendapat ide ingin menjaili suaminya. akhirnya ia beranjak dari kasur menghampiri dani lalu tanpa aba-aba ia membaringkan tubuhnya dan menyimpan kepalanya di pangkuan dani. sikap aisyah membuat dani kegelian dan membenarkan duduknya agar aisyah nyaman.

__ADS_1


tangan kanan memegang al-qur an dan tangan kirinya mengelus kepala aisyah.


hhmm... nyaman sekali. gumam aisyah di hati


__ADS_2