
temaram pagi menghiasi wajah gadis yang jenius dan berkompeten. jalan yang lengang mempercepat aktivitasnya, dari biasanya ia harus menerima jalanan yang begitu panjang. ia mengendarai mobil yang begitu menikmatinya dengan di iringi musik semangat pagi. sampai lah pada tujuan pertamanya, dengan anggun mengenakan gammis pich di padukan kerudung nude yang menonjolkan wanita natural dan sejati yang turun dari mobilnya tepat di depan rumah yang begitu megah. gerbang yang tinggi dari dua anak kecil yang menghalangi bagaimana kemegahan rumah itu dari arah luar. lalu gadis itu masuk dengan sopan dan santunnya menyapa penghuni rumah itu. ia itu tania menyapa neneknya rian;
tania : " assalamulaikum, nek...selamat pagi" (dengan senyum lebarnya ia turahkan pada nenek)
nenek : " waalaikumssalam nak, seamat pagi juga " (membalas senyum dengan lebar-lebar)
tania : " ini pasti neneknya pak rian ya nek"
nenek : " ya nak...lokh kok tau?"
tania : "ouh ya nek...perkenalkan saya attania..biasa di panggil tania...saya sekretaris di perusahaan pak rian..."
__ADS_1
nenek : " baru kali ini...ia menjadikan wanita sebagai sekretarisnya...biasanya laki-aki mulu"
tania : " benarkah nek?" (merasa GR)
nenek : " ya udah ayo masuk nak" (menarik tangan tania mengajak ke dalam rumah)
tania : "eikh nek gak usah...nenek kan lagi olahraga kan?"
akhirnya tania dan nenek masuk ke dalam rumah, tania pun sempat minum teh bareng sama nenek yang sedang menunggu atasannya. untuk memberikan berkas yang penting bersifat pribadi bossnya. nenek merasa bahagia karena ada yang menemani ia tak terlalu merasakan kesepian pagi ini. dengan sebuknya pekerjaan rian, ia tidak mempunyai waktu santai-santai dengan neneknya.
nenek : "yang sering-sering ke sini yakh nek"
__ADS_1
tania : " inshaa alloh nek"
tak selang lama, rian turun dari tangga yang sudah rapih dengan kemeja nya. wajahnya masih sulit untuk tersenyum menyapa hari yang cerah ini, namun ia masih bisa mengatur emosi dari kejadian semalam yang dirinya tak bisa di kendalikan. ketika berjalan menuju ruang makan, rian melihat neneknya sedang ngobrol asyik dengan seseorang yang membuat rian penasaran, ia langsung menghampiri neneknya untuk mengecek sedang dengan siapa neneknya dan rian pun terkejut
rian : "tania?" (dengan tanya-tanya)
tania : " iyah pak" (memalingkan wajahnya menuju sumber suara)
semilir angin pagi berhembus yang mengibaskan hijab syari tania yang menyentuh dirinya rian membuat aliran seperti setrum yang menggetarkan hati rian, refleks rian memegang dadanya. kaget dengan apa yang ia rasakan. tania dan nenek merasa kebingungan dan cemas. namun rian melambaikan tangannya menandakan bahwa ia baik-baik saja. ia langsung ke meja makan dan minum segelas air putih dengan melanjutkannya dengan menghabiskan sarapan. lalu tania menghampiri rian dan menyodorkan sebuah berkas yang bersifat sangat rahasia, berkas yang berisi pengajuan kontrak kerja kepada aisyah sebagai pemandu setiap acara di perusahaannya. mengenai aisyah rian meminta pada anak buahnya untuk langsung ia yang menerimanya, maka dari itu pagi buram begini tania mengantarkan berkas tersebut ke rumah atasannya dengan begitu mereka seperti bekerja sama untuk memisahkan pasangan suami istri yang buat iri orang lain, di mana pertengkaran yang menambahkan kerekatan hubungan mereka.
BERSAMBUNG✨
__ADS_1