penantian indah

penantian indah
Episode 76


__ADS_3

tania pun pergi dari rumah sakit itu, karena memang bertemu dengan dani tanpa di sengaja dan sudah ada saudaranya yang menjaganya. Jadi ia pulang ke rumah, setelah urusannya selesai di daerah ini.


boss berbuat seenaknya aja. Menyerahkan semua pekerjaannya ke aku. Hhmm, gak kebayang kalau boss mengembangkan perusahaannya di luar negri. Aku juga yang repot cape pula” . gerutu tania dalam mobil.


Orang tau dani pun datang, sang ibu sudah sangat histeris di depan pintu ruangannya dani. Sang ayah membuka pintu dan memapah istrinya takut-takut sang istri tak kuat melihat keadaan dani saat ini.


Ayahnya dani : “assalamualaikum” (membuka pintu)


Fatimah : “waalaikumussalam” (langsung melepas tangan yang sedang menggenggam tangan  dani)


Ayahnya dani : “dani gimana fat? Keadaannya?”


Fatimah : “hasil pemeriksaannya keluarnya pagi ini pa. dan mas dani belum sadarkan diri”


Ibunya dani : “ya Alloh pah, gimana ini pah?” (akhirnya menangis yang dari tadi tak terhankan)


Ayahnya dani : “tenang aja mah, semua akan baik-baik saja” (sembari mengelus pundak istrinya)


Ibunya dani : “lalu mana aisyah?”


Fatimah : “eu,eu” (bingung menjawab)

__ADS_1


Ayahnya dani : “sebenarnya apa yang terjadi?”


Fatimah : “jadi tadi malam saya mendapat telepon dari kepolisian bahwa kak dani berada di rumah sakit ini. kalau menurut dugaan sementaranya dari polisi kataya kemungkinan kak dani dan istrinya di keroyok dan membawa aisyah pergi”


Ibunya dani : “emang mereka mau ke mana?”


Fatimah : “jadi beberapa hari yang lalu mereka liburan, terus kemarin mau mampir ke rumah papah dan ibu dulu. katanya tempat liburan dekat sama rumah papah”


Ibunya dani : “ya Alloh, astagfirulloh”


Ayahnya dani : “kamu pasti kurang tidur sudah menjaga dani semalaman. Pulang lah fat, kau juga perlu istirahat. Makasih yah udah jaga dani”


fatimah : “makasih pa, ya udah Fatimah pamit yah pa, bu”


Ibunya dani : “siapa yah pah, yang tega , menyelekai mereka”


Ayahnya dani : “palingan saingan bisnis dani kali mah”


Ibunya dani : “mungkin pah. Gimana keadaan menantu kita yah pah?”


Tiba-tiba dokter datang dengan suster yang akan memeriksa pak dani, dan ayah ibu dani mempersilahkannya. Setelah itu, dokter memberi tahu akan hasil pemeriksaan pak dani dan bagaimana perkembangannya.

__ADS_1


“alhamdulillah keadaan pak dani sudah melewati masa kritisnya dan tidak ada yang serius, hanya saja banyak luka-luka sehingga tadi malam ada operasi kecil untuk pak dani.” Jelas pak dokter.


Ibunya dani : “tapi dok, kok dia belum sadarkan diri yah, dok?”


Dokter : “mohon bersabar yah bu, mungkin sebentar lagi pak dani sadarkan diri”


Ayahnya dani : “iyah dok, makasih dok”


Dokter : “sama-sama pak"


Dokter dengan susternya keluar dari ruangannya dani.


***


Di hamparan padang rumput terdapat pohon yang sangat rindang di bawahnya ada kursi putih, di sana sedang duduk seorang wanita dengan helaian kain-kain putih. Dani pun menghampirinya, ternyata yang sedang duduk


adalah aisyah.


Aisyah kau di sini?. Akhirnya aku bisa menemukanmu. Aku sudah sangat lama mencari mu ke


mana-mana” ucap dani.

__ADS_1


Tapi aisyah hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun. Lalu ia bangun dan pergi sambil melambaikan tangan. Dan aisyah semakin menjauh semakin tak terlihat terkibaskan oleh pakaiannya yang puith-putih dan cahaya


yang sanagt terang.


__ADS_2