penantian indah

penantian indah
EPISODE 83


__ADS_3

Di tengah perjalanan dani dan aisyah mampir ke sebuah rumah makan sederhana dekat kebun karet. Menu makan khas daerah menjadikan menaikkan mood dan menjadi memorian bagi seseorang mengenai masa kecil


bahagianya.


Beberapa menu di pesan oleh aisyah, membuat dani terheran melihatnya.


Dani : “gak kebanyakan pesennya? Emang abis itu semua?”


Aisyah : “eih pa sopir mana mas? Ade pesen beberapa kan buat pa supir juga”


Dani : “dia ga mau gabung de”


Aisyah : “kenapa?”


dani : “takut. Ada kamu”


aisyah : “aisshh mas. Mulai”


tak usah menunggu lama, pesanannya pun datang. Aisyah menikmatinya dengan baik ia lahap memakan yang di pesannya. Membuat dani terheran-heran lagi.


“rian silan... kayanya aisyah gak di beri makan kesukaannya. Pasti kau sudah tersiksa begitu


 lama yah sayang*” batin dani dan tiba-tiba mengelus kepala aisyah yang sedang lahap ke makanannya.


Dani : “ade suka semua ini”


Aisyah hanya mengangguk dan fokus pada makanannya.


Dani : “mungkin mas bisa mengabulkan kesukaanmu yang lain”

__ADS_1


Aisyah langsung menoleh menatap dani dengan mata berbinar-binar. “bener mas?” ucap aisyah.


Dani pun mengangguk sambil tersenyum. “ehhmmm” balas dani.


Aisyah pun menyebutkan semua jajanan yang dijual di jalanan. Mendengar itu pun dani tercengang. Melihat ekspresi dani membuat aisyah tertawa terpingkal hingga sampai mau tersedak karena sedang makan sambil


ketawa.


Aisyah : “aisyah becanda kok mas. Mukanya udah tegang”


Dani : “ku kira kau akan meminta sesuatu yang lain”


Aisyah : “maksudnya sesuatu lain?”


Dani : “eueu..ngga de. Udah selesain aja makannya”


Batin dani.


Akhirnya setelah menikmati makanan beserta pemandangan yang di hidangkan oleh alam dapat merileksasi pikiran dari segala rasa kesedihan. Seperti aisyah wajahnya kaya sedang berbinar keluar dari rumah makan tersebut. Pak supir pun langsung sigap membukakan pintu untuk tuan-tuannya. Sebelum masuk daani memberi sebuah bingkisan untuk pak supir.


Karena kekenyangan membuat aisyah terlelap di pangkuan dani. Dani malah mengelus-elus kepalanya membuat aisyah terbuai oleh mimpinya. Tak kerasa kakiinya sudah kram tak bisa di gerakkan sesampainya di rumah.


Aisyah : “udah sampai mas? Ayo turun” (keluar dari mobil)


Dani : “kau dulu aja de, mas ada perlu dulu sama pak supir”(masih duduk di mobil)


aisyah : “ouh ya udah. Ade tunggu di dalem”


Dani hanya mengangguk dan meringis. Dani pun meminta bantuan pak supir untuk menggerakkan kakinya.

__ADS_1


Sang supir seperti sangat tertegun dengan tuannya, bagaimana bersikap memuliakan istrinya. Dengan pribadi yang dingin bersikap romantisnya pun cool.


Aisyah : “assalamualaikum” (mencium tangan mertuanya)


Ibu : “daninya mana syah?”


Aisyah : “ouh mas dani masih ada perlu katanya sama pak supir”


Ibu : “ouh...baru kali ini dani punya urusan sama supir”


Aisyah : “euu bu, tadi di jalan ada yang jualan umbi manis.”’


Ibu : “ouh makasih nak, nanti kita makan bersama”


Aisyah : “aisyah izin masuk kamar dulu yah bu”


Ibu : “iyah nak”


Tak selang lama dani menyusul aisyah ke dalam rumah namun terhenti oleh ibunya.


Dani : “assalamualaikum bu”


Ibu : “ibu ingin berbicara sebentar sama kamu nak”


Dani : “perihal apa yah bu?”


Ibu : “gini...”


mendengar pertanyaan ibu membuat dani mengerutkan dahi dan senyum malu. sedangkan ibunya seperti sedang mengatakan sesuatu hal yang serius.

__ADS_1


__ADS_2