
mendengar pertanyaan ibu membuat dani mengerutkan dahi dan senyum malu. sedangkan ibunya sedangkan ibunya raut wajah penuh tanya.
Ibu : “ibu lihat aisyah sangat pucat apa ia sedang sakit? Atau kah sedang mengandung?” (dengan ekspresi santai
saja)
Dani mendapat pertanyaan itu pun tak menjawab hanya sedikit tercengang dan terbayang geli-geli dengan senyum
malu. (ntah apa yang sedang melayang di pikirannya).
Ibunya pun menepuk pundak anaknya melihat anaknya hanya terdiam.
Ibu : “di tanya kok malah diem nih anak”. (menepuk beberapa kali)
Dani : “eumm…aisyah belum bilang apa-apa bu”
Ibu : “nak, ibu ingin memberi tahu sesuatu yang rahasia”
Dani langsung memasang wajah serius,
Tiba-tiba ayah datang menghampiri mereka berdua.,
Ayah : “dan, udah pulang” (sembari mendekat duduk di samping anaknya)
Wajah ibu langsung berubah saat suaminya tiba-tiba mengahampirinya.
__ADS_1
Dani : “iya yah” (mencium tangan ayah)
Ayah : “sedang membahas apa? Sepertinya obrolannya seru nih”
Dani : “ibu mau memberi tahu sesuatu katanya yah”
Ayah : “tentang apa”
Dani : “tentang apa bu”
Ibu : “eumm..ibu jadi lupa mau ngasih tau apa” (langsung beranjak masuk ke dalam rumah)
Ayah : “udah ada tanda-tenda belum” (menyenggol pinggang dani)
Dani : “tanda apa yah”
Dani sedikit bingung dengan sikap ibunya tadi, wajah ibunya langsung berubah kala di hampiri oleh suaminya.
Suara pintu kamar terbuka tak membuat aisyah merubah gerakannya yang sudah sembunyi di bawah selimut.
Dani : “dek, tidur? Ini masih sore loh, bentar lagi magrib…ga ke masjid berjamaah”
Tidak ada respon di balik selimut itu. Hingga dani menghampirinya dan membuka selimut itu ia masih terdiam imut tanpa gerakan.
Dani : “benar kata ibu., aisyah pucat wajahnya”
__ADS_1
Dani pun mendekat dan mendekatkan dahinya pada wajah aisyah untuk mengecek suhu badan istrinya.
“ouwah benar kata ibu,. badan aisyah juga panas” ujar dani.
Ia pun langsung mencari thermometer, setelah di cek suhunya 38 derajat. Dani pun langsung mengambil handuk kecil dan air untuk mengompres tubuh aisyah. Namun memegang kakinya terasa dingin, dani langsung beranjak mencari kaus kaki dan memakaikannya pada aisyah.
Hingga tengah malam, dani masih terjaga yang sedang memegang tangan aisyah. Dengan telaten mengompres tubuh istrinya.
“malam begini, sulit mencari dokter yang masih buka. Dan rumah sakit juga jauh. Apa meminta bantuan ibu ayah? Ahh tidurnya terganggu nanti. Apa aku pergi saja menyetir…arrrgghhhhh”
ujar dani yang masih kebingungan.
Dani yang terkantuk-kantuk, terbangun mendengar aisyah mengigau.
“jangan kurung saya. Gelap. Gelap” di ucapkan berulang-ulang.
Dani pun langsung menerangkan lampu kamarnya yang tadinya redup.
“ngga gelap sayang. Nih udah di nyalain lampunya. Ini udah terang sayang. Ini mas dek,.ini mas”. Sambil memeluk aisyah erat.
Setelah tenang, dani membenarkan posisi aisyah dan dirinya. Ia pun naik ke ranjang dengan tidak melepas pelukannya. Dani sembari mencium kening istrinya dengan membaca doa agar segera di sembuhkan.
Ayam berkokok tanda akan terbit matahari, membangunkan dani dari kantuknya. Dengan hati-hati dani meletakkan kepala aisyah ke bantal. Lalu ia beranjak membasuh wajahnya dan membersihkan dirinya. Dan menjalankan ibadah lalu mendoakan keluarganya.
Dani selesai dengan keperluannya, lalu membangunkan istrinya dengan sangat lembut.
__ADS_1
“sayaaaangggg..subuh dek” sambil mengelus kening aisyah.