penantian indah

penantian indah
EPISODE 78


__ADS_3

 


 


Hari-hari terus berlalu, orang tua dani sudah kehabisan alasan untuk menyembunyikan bahwa aisyah belum di


temukan oleh polisi. Hingga akhirnya sang ayah dan ibu menjelaskan dengan penuh rasa ragu dan kekhawatiran.


 “sebelumnya tolong maafkan kami semua dan, bahwa aisyah belum ditemukan sejak malam terakhir


bersamamu.tidak ada jejak sedikit pun bahwa ia di culik, polisi masih belum menemukan jalan terangnya” jelas ayah.


Tidak ada jawaban satu kata pun dari dani, ia sempat kalut pikirannya dengan meneteskan air mata yang tidak ia sadari.


Sang ibu mencoba menggenggam tangan dani untuk menenangkannya. Sembari berkata “tenangkan dirimu nak,,tenangkan yah”


“Ayo pulang sekarang” spontan dani.


“Kamu belum diijinkan pulang oleh dokter” jawab ayah.


“besok kita pulang” kekeh dani.


“kamu belum benar-benar pulih nak” jawab ibu.


“bagaimana bisa aku disini memulihkan diri sedangkan aisyah masih menahan lukanya”. Deru dani.

__ADS_1


jika takdir mengatakan aisyah tidak kesakitan dan sudah bersemayam di tempat yang sangat


indah. Bagaimana nak?. Gumam sang ibu yang menitikkan air mata sembari


mengelus-elus punggung tangan dani untuk tidak memberontak.


            Sesampainya di rumah yang berada di kampung halamannya, di sepanjang jalan dani


memberontak. Ia ingin pulang ke rumahnya, namun ayah dan ibu tak akan membiarkan ia tinggal sendiri dengan keadaan yang seperti ini.


“saya ingin pulang ke rumah dani yah” ungkap dani.


“iyah nanti ayah antar ke rumahmu, sekarang kau pulihkan dulu dirimu. Kita cari solusinya bareng-bareng yah buat menemukan aisyah”. Jelas ayah.


Mendengar pernyataan dari ayahnya dani pun menjadi diam seakan-akan ia setuju dengan ujaran ayahnya.


sembari menatap pemandangan luar mobil.


“semoga kau selalu dalam lindungan Alloh mas...” ucap aisyah ntah di mana.


“aku seperti hidup dengan setengah nyawa...sungguh menyesakkan. Seperti sedang memakai raga yang


sudah hancur separuh.


Tak ku sangka mencintai akan semenderita gini.”Lamun dani.

__ADS_1


            Tanpa di sadari dani menitikkan air mata, setelah sekian lama ia tak pernah sesedih ini


sampai menangis. Ayah dan ibunya pun bisa merasakan bagaimana perasaan anak semata wayangnya.


Ini bukan salahmu nak, kau sudah memberikan terbaik untuk menjaga aisyah” gumam sang ibu.


____________________________


Keadaan kediaman pak dani, terurus dengan baik karena pembantunya tidak mengundurkan diri meski tuannya


sedang tidak baik-baik saja. Lalu fatimah harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kesehariannya. Ia sudah memulai kuliahnya sehingga ia hanya bisa bekerja part waktu.


“sebenarnya pak rian membawa aisyah kemana yah? Kok gak kasih tau saya. Mana aku harus kerja paruh waktu, tidak ada yang menjamin kehidupanku” gumam fatimah.


            Setelah beberapa minggu, pak rian muncul kembali di kantornya. Tania yang sudah tau


kesibukan boss nya tak berani bertanya apapun mengenai kenapa kepergiannya. Kerja yang sangat menumpuk membuat tania fokus untuk menyelesaikannya.


Gambaran keadaanya seperti tidak apa-apa. Rian seakan-akan menutupi rapat-rapat semua ini dengan sangat rapih. Ia melakukan aktivitas seperti biasanya, hanya saja ia sangat sibuk akhir-akhir ini.


“dengan hadirnya aku ke sini membuat orang lain ga curiga kan yaa, hanya saja aku akan


bolak-balik luar negri. Karena kekasihku ku simpan di tempat jauh sana”


smirk rian sembari menikmati pemandangan kota yang begitu indah dan meminum

__ADS_1


kopi.


__ADS_2