penantian indah

penantian indah
episode 51


__ADS_3

di ujung senja sudah di suguhi dramatis suami istri. yang membuat aisyah lebih lega dengan apa yang di tahan dari tadi siang. namun kebalikannya bagi dani. yang membuat dani membocorkan rencananya dalam memberi suprise untuk istrinya.


aisyah : "mas, berarti dua bulan lagi kita ke mekkah? " (sambil tersenyum lebar)


dani : "rencananya sih begitu de... berdoa saja semoga semuanya lancar"


aisyah : "alhamdulillah ya Alloh kau wujudkan mimpi aisyah untuk pergi ke baitulloh" (posisi sujud syukur)


dani : "mashaa alloh aku terharu melihat istriku" (dengan suara lirih, mungkin aisyah tidak mendengarnya)


lalu dani mendekati istrinya dengan duduk di sampingnya dan mengelus punggung aisyah.


aisyah langsung bangun dari sujudnya dan terkejut merasakan belaian.


aisyah : "mas, jangan sentuh ade dulu... kan belum solat isya" (sambil menghindar)


dani : "kan di pegang hanya batal bisa wudhu lagi" (sambil senyum meledek)


aisyah : "males mas, dingin. aku pingin pipis aja di tahan, biar sekalian mau tidur nanti" (duduk menjauh)


dani : "ade dingin? sini peluk" (merentangkan kedua tangannya agar aisyah masuk dalam pelukannya)


aisyah : "argh ku mohon mas" (berlari menjauh menuju sofa)

__ADS_1


dani : " gak baik loh de nahan pipis kaya gitu" (dengan sangat perhatian)


aisyah : "tuh mas, lima menit lagi isya" (sambil melihat jam dinding)


dani : "ya udah sini... ayo, berjamaah.. nih udah di gelarin sajadahnya sayang" (sedikit menekan pada kata sayang dengan ekspresi gemas)


aisyah : "iya sayang (sama nada dan ekspresinya seperti dani)... awas aja candain ade... genit-genit"


dani : "tuh denger gak? adzannya udah selesai... ya khumairohku"


aisyah : "iya hubby"


akhirnya dani dan aisyah solat berjamaah begitu khusuk. setelah berdoa aisyah langsung membuka mukenanya dan lari ke kamar mandi. dani hanya tertawa melihat aisyah kemudian mendekati nakasnya mengambil al-quran untuk bertadaruz.


selang tak lama aisyah keluar dari ruang pakaian yang sudah mengganti pakaiannya dengan piyama. aisyah langsung menuju ranjang dan duduk di bibirnya sambil main hp. lalu dani terdiam dan aisyah melanjutkan bacaan dani, sepertinya suaminya sedikit lupa. dani langsung menoleh ke aisyah yang masih tetap menatap hp nya. dani akhirnya menyudahi murojaah.


dani : "jadi ade udah hafal ya sekarang" (sambil melipat sajadah dan mendekati aisyah)


aisyah : "alhamdulillah... dendam soalnya ade" (dengan sedikit memanyunkan bibirnya)


dani : "jadi pas waktu itu ade benci mas yak?"


aisyah : "aisyah gak benci... cuman pengen buktiin aja ke mas"

__ADS_1


dani : "mantes pas perpisahan sekolah kamu curi-curi pandang ke mas ya, lalu senyum sinis ke mas"


aisyah : "loh mas kok tau dan ingat masa-masa konyol begitu"


dani : "saking konyolnya jadi terngiang terus ketika saya di luar negri haah"


aisyah : "khaha wkwk... ku kira aisyah aja yang tersiksa menahan rindu dan menjaga diri dari laki-laki"


dani : "yang ada juga mas yang tersiksa meninggalkan tanah air yang terdapat seseorang aneh namun sulit di lupakan" (sambil mencubit pipi aisyah)


aisyah : "akhh sakit mas" (sambil memegang pipinya)


dani : "mana de lihat.. maaf de gak sengaja...mas rasa mas nyubitnya gak keras-keras amat" (ekspresi khawatir)


aisyah : "nih merah nih" (sambil memperlihatkan pipinya yang tidak terlalu nampak merah)


dani : "ouh ini di cium de langsung sembuh" (sambil mendekatkan wajahnya ke aisyah)


aisyah : "argh tidaaaaakkkkk.... gak usah mas... gak papa udah sembuh (sambil turun dari ranjang)


dani : "katanya tadi sakit... sini mas obatin" (*mengikuti turun dari ranjang)


BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2