penantian indah

penantian indah
BAB 17


__ADS_3

semakin hari semakin ke sini, keadaan Aisyah sudah membaik. hanya saja benturan yang cukup kencang, kaki kanannya sedikit retak jadi ia perlu memakai tongkat. hari ini, Aisyah pun di bolehkan pulang...Rian pun sudah menyiapkan semuanya yang di perlukan Aisyah dari tongkat dan obat-obatannya. selama ini pun yang menanggung rumah sakit pun oleh Rian. namun Rian pamit dari rumah sakit karena ada meeting. Aisyah pun memanfaatkan kesempatan ini, Aisyah pulang seorang diri ke pondok. dan ia meninggalkan secarik kertas yang berisi pesan untuk Rian.


sesampainya di pondok, Aisyah di bantu oleh pengurus pondok lainnya. mereka bercerita bahwa ketika mereka menjenguk mba Aisyah nya belum sadar. jadi di pondok pun melakukan acara doa bersama buat mba Aisyah. Abi sama umi pondok nitip salam buat mba katanya minta maaf belum bisa jenguk mba...aku jadi terharu (ucap Aisyah). terus mba ini gimana kemana-mana harus pake tongkat dong. ya gak papa ini kan hanya sementara, bentar lagi sembuh (jawaban santainya Aisyah).


keesokkan harinya Aisyah pun langsung masuk kampus...karena ia sudah ijin sakit selama dua Minggu. namun, ketika sampai di kelas, ada seseorang yang mengirim bunga untuk Aisyah. Aisyah pun tak penasaran siapa yang mengirim bunga untuknya. kemudia datang Dewi dengan ekspresi antusias ;


Dewi : "hai Aisyah...kamu udah masuk kampus lagi?"


Aisyah : "saya paksain...aku ijinnya udah lama"


Dewi : "tapi hari ini, ada tugas praktek ke lapangan mengenai wawancara Syah"


Aisyah : "santai aja, aku udah sehat ko"


Dewi : "jangan sok strong gtu deh...kegiatannya nanti abis duhur sampe sore..kamu sekelompok sama aku ko"


Aisyah : "ok siap...incesskuh"


waktu duhur pun telah tiba. sebelum ke lapangan Aisyah dan Dewi mampir ke kantin untuk makan siang. ketika mereka enak-enaknya makan ada yang mencari Aisyah. lalu Aisyah pun bilang pada Dewi bahwa ia akan ijin.


sesampainya di mobil, Aisyah pun bertanya kepada sopir, sopir yang mengaku petugas rumah sakit...bertujuan menahan Aisyah yang belum bayar biaya rumah sakit. sebenarnya ini semua hanya akal-akalan rian. sopir tersebut mengantar nya ke rumah sakit di mana Aisyah di rawat;

__ADS_1


Aisyah : "pak sopir, saya gak ada uang untuk membayar ke rumah sakit...apa kita bisa ke ATM dulu?"


sopir : "di area rumah sakit pun ada non"


Aisyah : "Alhamdulillah"


tapi Aisyah terkejut ketika sudah sampai di rumah sakit, ia di arahkan oleh seorang suster dan masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada dokter cantik sedang menunggu.


dokter : "selamat siang non Aisyah"


Aisyah : "siang, dok...ini tuh maksudnya apa ya dok?"


dokter : "mba Aisyah perlu therapy kaki kan?"


dokter : "gak mau sembuh nih?"


Aisyah : "bentar lagi juga sembuh kan?" (nada optimisnya)


prokk..prookk.. (suara tepuk tangan)


ternyata ada seseorang yang sedang duduk di sofa ruangan tersebut, tak lain pastinya Rian...

__ADS_1


Aisyah : "kamu lagi?"


Rian : "terima lah ini ...mau lah kau therapy ini demi kebaikanmu...aku mau menebus kesalahanku padamu" (nada memohon)


aisyah : "terimakasih dan aku sudah memaafkan mu...jadi gak usah berlebihan seperti ini" (beranjak dari duduknya dan pergi)


rian : "hei mau ke mana?" (sambil keluar ruangan mengejar Aisyah)


namun tragedi pun terjadi lagi, ketika melewati tangga Aisyah sedikit kesusahan dan tongkatnya menginjak gammisnya sehingga ia terjatuh namun tangannya sudah tertangkap lebih dahulu oleh rian...jadi tubuh mereka bersentuhan;


Aisyah :"Astaghfirullah,..lepaskan" (sambil menghempaskan tangannya yang di pegang Rian)


Rian : "ya maaf...saya reflek...orang kamu mau jatuh loh"


Aisyah : "kita bukan muhrim" (jawab ketus)


Rian : "ya udah halalin" (sambil senyum bahagia)


Aisyah : "astaghfirullah" (sembari meninggalkan Rian)


Rian : "aku suka sama kamu" (*berteriak di lorong tangga berharap Aisyah mendengar)

__ADS_1


BERSAMBUNG🌸*


__ADS_2