penantian indah

penantian indah
BAB 34


__ADS_3

suara teriakan perempuan paruh baya itu menggema ke mana-mana.


aaaaaaakkkkkkhhhhhhhh.....aku tidak terima


suaminya pun menenangkannya, ia suaminya bernama bayu.


reyna tak bisa mengendalikan diri lagi, setelah tahu bahwa Dani dan Aisyah telah menikah.


aku sudah bersumpah dari dulu, aku akan menghancurkan Aisyah jika mendapatkan Dani... (teriakan reyna)


dendam tuh gak baik untuk peliharaan...apakah cintamu masih besar pada Dani? kau tak mencintaiku? (ucap bayu)


aku terima jika Dani dengan siapa saja asal jangan dengan Aisyah...sungguh aku tak mencintai dia mas...aku sangat mencintaimu (ucap Aisyah)


**


ada keperluan bisnis yang membuat Dani untuk ke negara tetangga. sehingga Aisyah di tinggal sendiri di apartemennya. namun musibah mulai menimpa keluarga kecil ini.


Dani : "de, mas hanya beberapa hari di sana tidak lama...pasti akan segera kembali"


Aisyah : "baik kak....tapi kenapa perasaanku gak enak kak"


Dani : "jangan terlalu berfikir de...positif thinking aja"

__ADS_1


Aisyah : "astaghfirullah...Yaya oke"


sudah sehari Aisyah di tinggal Dani, namun keesokan harinya ada banyak orang-orang besar yang mengikuti Aisyah yang sedang jalan menuju minimarket. benar saja, mereka menculik Aisyah dengan membiusnya sehingga ia tidak akan teriak.


ketika Aisyah membukakan matanya, ia ada di tempat ruang kosong lalu hanya ada satu lampu di tengah dengan tanga dan kaki di tali menyatu pada kursi yang di dudukinya...mulut yang di lakban...sehingga ia tak bisa berbuat apa-apa.


ada lelaki paruh baya menunggu sadarnya Aisyah dengan menfoto ke Aisyah kepada suaminya.


Aisyah : "kak Rian ?" (mulut masih di lakban mengucap dalam batin)


Rian : "Hay...sudah lama yah tak jumpa" (membuka lakban di mulut Aisyah)


Aisyah : "kakak?...kenapa aku di sekap begini?"


Rian : "karena kamu itu sangat sulit untuk aku dapatkan"


Rian : "eittss...aku gak mau...aku gak mau....aku maunya kamu jadi istri aku"


Aisyah : "tapi aku sudah menikah"


Rian : "soal gampang....aku akan berbicara pada Dani dan mengirim ia sebuah surat perceraian"


Aisyah : "pernikahan itu bukan permainan seperti itu kak"

__ADS_1


Rian : "abisnya kamu tuh yang bikin aku kaya gini.... Cintaku itu lebih besar dari anak tengik itu"


Aisyah : "khahaha.. nyatanya kak Rian ini budak cinta Aisyah" (tersenyum sinis)


Rian : merasa geram dan reflek menampar Aisyah sampai kelihatan titik darah di ujung bibirnya


Aisyah : "yang katanya cinta kok kasar" (sambil membuang muka)


**


ekspresi Dani yang mendapat pesan dari orang yang tak di kenal, langsung mengepal tangan dan meninju tembok...ia langsung mempercepat pulang...


sesampainya di tanah air ia langsung menuju alamat yang di kirim oleh nomor yang tidak di kenal itu dengan seorang diri.


Dani : "apa yang kau lakukan dengan istriku" (suara tinggi)


Rian : "eikh bocah tengik udah dateng nih....oiy serbu dia" (anak buahnya mengkroyok Dani)


Aisyah : "cuukkuuuppp hentikan" (sekuat tenaga Aisyah melepaskan talinya hingga memerah pergelangan tangannya)


badan Aisyah menutupi tubuh Dani yang sudah tergeletak di tanah hingga ia pingsan mendapat pukulan-pukulan dari anak buah Rian, tangan Dani sudah tidak menghempas badan Aisyah yang berada di atasnya.


minggir lah istriku....jangan halangi aku (ucap Dani)

__ADS_1


"khahaha...cuih...kenapa aku harus liat pemandangan seperti ini"


BERSAMBUNG🌸


__ADS_2