
Setelah kalut dalam pikirannya masing masing mereka memanggil secara bersamaan.
Aisyah : “mas”
Dani : “de"
Aisyah : “mas dulu”
Dani : “maafin saya…harum badanmu itu candu jadi refleks meluk”
Aisyah langsung mengelus dua merangkul diri sendiri seperti merinding mendengar kata-kata dani.
Aisyah : “takut mas khilaf, kelepasan”
Dani : “haha..iya de.. apalagi beduaan begini” (sembari mendekat aisyah yang mencoba menghindar)
Aisyah terus mundur sampe tersandung ranjang akhirnya dani pun menindihnya. Baru kali ini wajah mereka hanya berjarak satu centi sepertinya bisa merasakan nafasnya satu sama lain. Terdengar jelas degupan jantung yang kencang di telinga aisyah. Dan ia pun tersenyum mendengar itu.
Aisyah : “mas dani deg-degan yah..suara degupannya kenceng banget”
Dani pun tersipun malu dan langsung berdiri. Sembari memegang dadanya yang tak bisa di kondisikan detak jantungnya.
__ADS_1
Dani : “gak kok gak de” (pergi duduk di sofa)
Aisyah : “mas mencintai ade ?” (menhampiri dani duduk di sampingnya di sofa)
Dani : “kalau udah tau kenapa nanya sih ?” (nyubit hidung aisyah)
Aisyah : “ih sakit mas”
Dani : “emang ade ga mencintai mas?”
Aisyah hanya tersenyum mengangguk dan melengos pergi.
Indah banget view pantainya….tergambar jelas senja di ujung sana…hhmm gak nyangka bisa melihat keindahan alam ini. di depan jendela Mengusap lengan merasa dingin oleh angina sepoi sepoi pantai.
Aisyah : “ouke mas…hati-hati” (sambil mengedipkan mata)
Dani : “ekspresimu itu loh kaya lagi merayu”
Aisyah : “ih apaan si mas” (pergi ke kakmar mandi)
Hubungan aisyah dan dani semakin hangat tiap harinya. Rasa malu-malu di antara mereka mulai memudar, sudah mulai memberanikan saling merayu atau bersikap romantic. Mereka mulai menkokohkan cintanya sebagai fondasi kehidupan rumah tangganya.
__ADS_1
Di rumah sendirian sangatlah membosankan segala kegiatan telah di lakukan namun rasa itu masih ada. Itulah yang di rasakan oleh Fatimah.
Nonton udah, makan udah rebahan apalagi…ngapain lagi yah? Bosen nih di rumah terus. Kayanya ke mall seru deh, tapi sama siapa?!...hhmm…aarrgggghhh. gumam Fatimah di atas ranjangnya sambil menampar-nampar bantal yang Ia tiduri.
Si aisyah pasti minta di lamain liburannya. Kan aku jadi gak bisa meraih perhatian mas dani.hhmm…sedih . gumamnya lagi, dalam fikirannya terbayang bagaimana aisyah dan dani menghabiskan waktu Bersama kaya seharian di ranjang breakfast di pantai lalu berjemur, main air dan sudah travelling kemana-mana yang di bayangkan Fatimah.
Ketika melamun jauh Fatimah mendapat ide seketika.
Ahhha.. aku ada ide…buat mereka. Memetikkan jarinya di udara. Lalu bergegas mengambil handphone di nakas.
fatimah || “assalamualaikum\, mas rian” [pesan terkirim]
satu jam kemudian ada balasan
rian || “waalaikumussalam\, ada info apa?” [pesan terkirim]
Fatimah || “dani dan aisyah sedang pergi liburan di pantai luar kota” [pesan terkirim]
Rian yang masih di kantor langsung mengepalkan tangannya erat dan memukul meja kerja dengan sangat keras. Secara tak sengaja tania melihat tingkah rian yang seperti tidak bisa terkendali dari celah-celah jendela. Ia pun emngurungkan niatnya untuk masuk ke ruang pak rian.
__ADS_1
Sepertinya akhir-akhir ini aku mulai lengah dalam mendapatkan aisyah…argh, kenapa aku sampai kecolongan
begini.hhmm, aku harus lakukan sesuatu. Gumamnya sambil beranjak pergi dengan wajah garang marah