penantian indah

penantian indah
episode 67


__ADS_3

setelah sarapan, aisyah pergi ke halaman rumah belakang menyirami bunga-bunganya yang sudah bermekaran. sedangkan fatimah merasa dongkol atas perbincangan di meja makan tadi sehingga ia pergi ke kamar mengurung diri.


dani yang jarang ke kantor membuat ia harus intensif memantau perkemabangan usahanya. ia merasa sudah menyelesaikan tugasnya sehingga memesan buatkan teh di bawa ke halaman belakang.


dani tersenyum melihat aisyah sedang menyiram tanaman. dan menghampirinya mengalungkan tangannya di punggung aisyah lalu menyimpan kepalanya di pundak aisyah. mendapat perlakuan tiba-tiba membuat aisyah bersuara "miauw" .tapi tidak berontak hanya terkejut saja.


dani : "nyaman sekali pundakmu" (mencium aroma leher di tutupi kerudung)


aisyah : "geli mas " (sedikit menggeleng)


dani : "seperti ini, membuatku lupa masalah-masalah yang sedang melanda" (terus merayu)


aisyah : "masalah apa mas? "(sambil membalikkan diri)


dani : "jangan berbalik, gini aja" (mengeratkan rangkulan)


aisyah : "kenapa? "


dani : "kalau ade membalikkan diri, mas gak bisa menahan diri melihat wajahmu jarak dekat".


aisyah : "aishh, maaaasss" (mencubit tangan suaminya)


dani : "aduh sakit de, "

__ADS_1


aisyah : "ayo minum teh takut keburu dingin"


aisyah menyembunyikan wajah merahnya karena tersipu malu. dan sepanjang adegan romantis itu menjadi tontonan fatimah membuat ia mengepalkan tangannya dari arah balkon kamarnya.


aku kira mereka gak biasa romantisan begitu. aargghhh.


eikh gak papa. jangan menyerah fatimah. ok. gumam fatimah.


**


tania yang masih berdiam diri di kamar. perkataan ayahnya yang selalu mengiang-ngian di telinganya membuat ia tak fokus aktifitas.


flashback


"mungkin memang seharusnya kau terlepas dari ikatan harapan ayah yakni menginginkan kamu menikah dengan rian. kau bebas memilih pasangan hidupmu". keputusan pak rahman.


"bukannya tania gak mau menuruti permintaan ayah. tapi, rian itu sudah sangat mencintai wanita lain". tania menyimpulkan ceritanya.


"yah ayah faham tan. dan ayah sudah ikhlas kau mau dengan siapa". atas kasih sayang ayah pada anak, akhirnya mengalah demi kebahagiaan anaknya.


"*tapi kalau tania boleh tanya. kenapa ayah menginginkan rian sebagai pasangan hidupku, yah? ".


"jadi ayah sama papahnya rian dulu itu sahabat deket banget. dan sebelum beliau meninggal , kami pernah punya keinginan menjodohkan kallian. kebetulan ia memilik anak laki-laki dan ayah memiliki anak perempuan*. "penjelasan pa rahman.

__ADS_1


"terus, riannya tau gak yah tentang ini? "


"gak. karena ayah dan neneknya rian sudah berkomitmen bahwa membiarkan kalian saling mengenal dahulu berjalan dengan nalurinya saja untuk menghadirkan cinta barulah kalian ayah nikahkan. "pak rahman sambil senyum sedikit.


"*terus kalau begini jadi gimana yah"


"ya gak gimana-gimana. mungkin kalian tidak berjodoh. ayah tidak memaksa kamu harus sama rian cuman ayah kaya tenang aja gitu rasanya kalau kamu sama rian. khehehe*. pak rahman sambil tertawa.


**


tania hanya keluar kamar hanya untuk sarapan. di meja makan tania di sapa oleh ayahnya.


pak rahman : "selamat pagi sayang".(sambil mencium kepala tania)


tania : "selamat pagi ayahkuh" (sambil senyum)


selang tak beberapa lama, tania pun baru mulai sarapannya, pembantunya menghampirinya.


"maaf non, ini ada kiriman bunga buat non". *pembantunya pun menyimpan bunganya di meja samping tania duduk.


"bunga? dari siapa bi*". tania mengambil kartu ucapannya.


"ekhhemm... ekhhemm... kayanya ini gak jadi resign nih." *pak rahman meledek.

__ADS_1


BERSAMBUNG*


__ADS_2