
pandangan dani seketika kabur setelah terbentur lumayan keras, namun ia langsung menoleh ke pinggir mencari keberadaan aisyah. Ternyata aisyah pun sama karena benturan itu ia mencoba memfokuskan lagi pandangannya.
Dani langsung spontan berusaha keras untuk bangkit menolong aisyah
Dani : “kamu gak papa kan de” (berusaha meraih kepala aisyah di topangnya di pangkuannya)
Aisyah : “gak papa kok mas” (nada lirih)
Adegan itu sudah di saksikan oleh sekelompok orang yang keluar dari mobil yang telah menghadang dani. Mereka langsung memisahkan dani dari aisyah. Mereka menghajar dani habis-habisan. Aisyah hanya berteriak meminta pertolongan karena ia sudah di tahan oleh mereka berbaju hitam.
“tolong…tolong…tolong. Jangan pukulin suami saya” itu yang di ucapkan berkali-kali oleh aisyah.
__ADS_1
Melihat suaminya yang di pukuli sampai babak belur sedangkan ia tidak bisa berbuat apapun karena sudah di tahan oleh orang-orang yang berbaju hitam ini. aisyah terus berteriak untuk meminta pertolongan namun malah di bungkam oleh salah seorang dari mereka. Dan menyaksikan suaminya di pukuli hingga tak berdaya. Aisyah pun terus menerus menangis. Dan berteriak dalam hatinya berdoa memohon tuhan menolong mereka.
Dani pun sudah lengah dan tak sadarkan diri. Tak selang lama di antara mereka yang berbaju hitam mengangkat sebuah telepon kemudian membawa aisyah ke dalam mobil dan dani di telantarkan begitu saja. Aisyah mencoba selalu memberontak hingga ia di pukul hingga pingsan. Dani yang sudah tak berdaya, matanya berkaca-kaca istrinya di bawa orang-orang asing.
Pandangan aisyah dan dani seperti isyarat memberi tahu yang ada dalam hatinya masing-masing dan hanya mereka yang faham dengan tatapan yang sangat mendalam dan bermakna.
Aku tak ingin mati seperti ini. membiarkan aisyah dalam bahaya. Aku harus bangkit. Aku bisa bangun. Aku tak mau mati sia-sia begini. Gumam dani dalam hati sembari geram dengan keadaan. Dani mencoba mengepalkan ke tanah
berusaha bangkit tapi malah terjatuh lagi dan tak sadarkan diri.
Kini Kediaman pak dani yang hanya di huni oleh sepupu iparnya terlihat sepi dan sunyi sekali. Fatimah yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah membuat rumah itu tak terlalu terasa kosong.
__ADS_1
Selepas solat isya, ia masih merasa kesal membaca pesan dari sepupunya, aisyah. Terbaca pesan bahwa aisyah akan berkunjung ke kampung halaman suaminya, dani. Kemungkinan kepulangannya akan di undur
beberapa hari.
Pesan itu terus di pandangi oleh Fatimah kemudian melempar handphonenya. Di ruang tv ia melempar hp nya namun nanti di ambil lagi hingga berulang beberapa kali. Merasa geram sendiri dan bingung harus bagaimana
agar ia tak kesepian lagi.
Pesan aisyah membuat Fatimah badmood membuat ia mematikan tv nya dan pergi ke kamar. Namun tiba-tiba telepon rumah berdering. Fatimah sedikit takut dan ragu, karena semenjak ia tinggal sendiri telepon rumah tidak pernah berdering. Tapi akhirnya ia memberanikan untuk mengangkatnya dan berbicara sedikit gagu karena deg-degan.
Telepon yang di genggamnya terlepas begitu saja, Fatimah jatuh terkulai lemas begitu saja ke sofa. Dari telepon itu masih berbunyi “hallo…hallo” hingga teleponnya mati sendiri.
__ADS_1
Gak mungkin…gak mungkin. Kayanya salah sambung tadi. Apah kak dani masuk rumah sakit. Apa yang telah di lakukan oleh pak rian. Fatimah langsung meneteskan air mata sembari mengoceh ke mana-mana.
Fatimah pun langsung menelpon pak rian. “sebenarnya apa yang terjadi? Rencana dia itu apa?”