
Sudah beberapa bulan, belum ada perkembangan dari dani. Orang tuanya sudah membawanya ke psikiater agar anaknya bisa tenang dan ikhlas menerima kenyataan. Teman-temannya juga pantang menyerah untuk membantunya mencari aisyah.
“saya udah coba semua data aisyah untuk di berantas, namun hasilnya masih nihil” ucap temannya dani.
Mendengar itu, ayah dani menekuk wajahnya berekspresikan murung. “apa lagi yang harus ku lakukan?” nada akan putus asa.
Sedangkan keadaan dani seakan-akan memburuk, ia sudah banyak melamun dan bicara ngelantur.
“tak ku sangka menderita cinta semerana ini...aku seperti kehilangan diriku” gumam dani.
“senyumnya seperti matahari yang terpancar pada duniaku. Masa-masa tak sengaja selalu pertemukan kita. Jadi ingat masa-masa sekolah dulu, sikapnya yang selalu konyol tapi lucu” ucap dani sambil senyam-senyum.
Tiba-tiba ibu dani memanggil. “nak, udah adzan tuh, yuk dirikan solat”.
Usaha ibu hanya menjaga jarak kamu dengan tuhan tetap dekat nak.Gumam ibu
Setiap selesai solat, dani selalu lama berdoa. Seakan-akan ia mencurahkan semuanya dan sedang merayu tuhannya untuk mempertemukannya lagi dengan aisyah. Setiap selesai berdoa matanya selalu sembab. Itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tuanya.
Orang tuanya sangat mengerti bagaimana perasaan kehilangan seorang kekasih bak belahan jiwa. Ia tak merasa putus asa untuk kesembuhan anaknya.
__ADS_1
Setelah selesai solat berjamaah, sang ayah dan ibu memiliki ide untuk usaha menyembuhkan anaknya.
Ibu dani : “yah, ibu punya ide ?”
Ayah dani : “ide apa?”
ibu dani : “bagaimana kalau kita ajak dani pergi umrah?”
Ayah dani : “ibu yakin? Keadaannya dani kan masih belum sembuh total. Apa ia mampu menunaikan ibadah umroh?
Ibu dani : “ibu merasa dani mampu yah”
Setelah berbincang-bincang dengan penuh pengertian, dani pun menyetujuinya. Bahkan seperti ada sedikit kesumringahan di wajahnya mendengar mekkah.namun, ia murung kembali
“dani sudah berencana akan pergi ke sana bersama aisyah yah bu” ucap dani dengan spontan.
“aduh bagaimana ini ayah?” ucap ibu dengan sangat lirih.
“eumm...dan” sang ayah mencoba memberi pengertian lagi.
__ADS_1
“kau bisa memohon di sana untuk di pertemukan lagi dengan aisyah. Sebagaimana nabi Adam yang di pertemukan kembali dengan siti hawa” ucap ayah.
“aku akan mewujudkan cita-cita aisyah untuk pergi ke mekkah” ucap dani.
“alhamdulillah” ucap ayah dan ibu.
Persiapan beberapa minggu, akhirnya mereka berangkat ke tanah suci. Dengan rasa bahagia penuh haru, sang
ayah dan ibu memiliki harapan besar sepulang dari sana, semoga anaknya sudah membaik dan menjadi dani anaknya sebelumnya yang periang dan penuh semangat.
Namun nyatanya harapan orang tua tidak sesuai dengan kenyataannya. Setelah menunaikan ibadah umroh dengan khidmah, dani enggan pulang ke tanah air. Ia ingin bermunajat di tanah haram hingga ia memiliki keinginan untuk menghabiskan usianya di sana. Sang orang tua tak bisa berbuat apa-apa karena dani sudah teguh dengan keputusannya.
“ayah, ibu aku akan tinggal di sini. Sebentar lagi kan bulan haji, aku ingin menunaikan ibadah haji” ucap dani.
Mendengar itu orang tua tak bisa apa-apa. Mereka pun kembali tanpa anaknya.
Hingga pada suatu masa di jabal rahmah, dani tak sengaja menabrak seorang wanita hingga kacamata yang wanita pakai itu terjatuh.
A-isyah?”ucap dani terbata-bata.
__ADS_1