penantian indah

penantian indah
episode 50


__ADS_3

setelah mendengar curahan sang istri dani merasa sangat bersalah sekali. dia masih ragu untuk melakukan hubungan intim karena pikirnya perlu perkenalan lebih dalamm terdahulu karena memang dari awal mereka tanpa pacaran terlebih dahulu. namun mendengar curahan sang istri dani membuat berfikir kembali.


dani : "apa kau ingin bulan madu de?"


aisyah : "eummm ayuk mas" (sambil nunduk senyum malu)


dani : "rencana awal mas tuh gini de... mas lagi nabung buat ibadah haji kita berdua lalu setelah itu mas baru berani mengambil bulan madu" (sambil membayangkan berdoa penuh khusuk di depan ka'bah perihal pernikahannya dengan aisyah)


aisyah : (reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya) "maafkan ade, mas"


dani : "apa kau tersinggung jadi merasa bersalah?


aisyah : "tentu saja tidak mas...


dani : "kenapa mas gak membicarakan rencana ini karena awal niatnya buat suprise di ulang tahun mu"


aisyah : (reflek beringsut mendekat ke dani) "mas nyiapin dari jauh-jaauhh hari? "


dani : "mhehehe" (sambil mengelus tengkuknya yang tidak ada apa-apa)


ntah keberanian dari mana aisyah reflek memeluk suaminya dengan erat dan dani pun kaget dengan perlakuan istrinya terhadap dirinya. namun, itulah yang di sukai laki-laki. dani senyum-senyum di balik punggung aisyah dan mengelus punggungnya. aisyah terbenam di dada dani beserta tangisnya.

__ADS_1


untuk meluapkan apa yang telah ia tahan karena cibiran temen-temennya dan ibu mertuanya.


aisyah : "tapi sebenarnya mas tuh kenapa ?"


dani : "kenapa gimana de? "


aisyah : "isshh masa harus di jelasin detail"


dani : "mas mana faham kode-kode wanita de" (berbicara pelan dan sedikit mengerutkan dahi seakan berfikir)


aisyah : (menunjuk ranjang tidur dengan mata ekornya)


aisyah : "maksudnya mas? "


dani : "mas, udah belajar perihal begituaan hanya saja mas itu sangat menghargai kamu de sangat menghormati wanita. mas tuh gak mau kamu jadi kaya seperti di perkosa oleh suami sendiri."


terbayang di benak dani ketika pernikahannya saja aisyah gemeteran mencium tangan suaminya apalagi sampai lebih jauh lagi yang ia lakukan secepatnya.


aisyah senyum sendiri terbayang hari pernikahannya yang penuh haru dan malu-malu.


aisyah : "maafkan aku mas"

__ADS_1


dani : "jangan cemas de... meski kita belum pernah berhubungan seintim itu... aku tak kan terpengaruh oleh wanita lain"


aisyah : "semampu ade, pasti akan memberikan yang terbaik"


dani : "karena itu pula alasan mas belum memberimu nafkah batin de, kamu itu wanita solehah pasti akan taat dan nurut apa aja yang diinginkan mas... jadi mas tuh bingung kau bahgia atau hanya tertekan belaka"


aisyah : "sejujurnya mas, aku mendengar dan membayangkan saja sudah gemeteran"


(sambil menunjukkan kedua tangannya yang aslinya gemeteran beneran)


dani : "ya Alloh de... pikiranmu udah terbayang mesum aja" (sambil ketawa)


aisyah : "ikh malu mas... janganlah ketawa akh merasa tersudutkan"


dani : "aneh aja de... pikiranmu udah adegan dewasa tapi tangannya gemeteran ada laki-laki di depanmu"


aisyah : "ya kan aku sedekat ini dengan laki-laki baru kali ini sama mas ajah"


dani sebagai laki-laki sangat merasa bahagia juga sangat tersanjung dengan bagaimana aisyah menjaga dirinya agar tidak mendekat dengan laki-laki sebelum menikah.


dan hanya tangannya dani yang awal dan seterusnya hingga akhir hayat yang di pegang dan di cium oleh aisyah.

__ADS_1


__ADS_2